Gadis Kecil Tuan Mafia Kejam

Gadis Kecil Tuan Mafia Kejam
31. Alter Ego 2


__ADS_3

Jujur saja, melihat istrinya berekspresi kejam dan dingin begini cukup menarik untuknya. Sayang sekali bukan kelinci kecilnya sendiri yang begini melainkan kepribadian lainnya. Aura yang Karina keluarkan bahkan mungkin hampir menyamainya saat ini tapi tidak akan bisa melebihi dirinya.


"Bagaimana bisa? Itu tidak ada pengaruhnya Tuan Mafia! Selama ini aku selalu bisa menjaga El-ku dari siapapun!" Seru Karina tidak terima. Selama ini, dia sudah hidup bersama El-nya dan tidak ada seorangpun yang bisa mengalahkannya. Dia selalu bisa menjaga El-nya dari siapapun tapi kenapa sekarang berbeda.


"El hanya milikku, Karina! Tidak ada yang boleh mengklaim milikku seenaknya!" Xavion menggeram marah, benar-benar marah karena sedari tadi Karina terus mengatakan El-ku, El-ku. El istrinya, miliknya, siapapun dilarang mengklaim istrinya kecuali dirinya.


"Jangan terlalu sombong dengan hal yang tidak pasti bisa kau lakukan, sialan! Kau bahkan  tidak bisa melepaskan diri dariku, bagaimana bisa kau menjaga istriku?"


"Aku bisa! selama ini aku yang menjaganya! Bahkan aku juga menghabisi preman sialan yang hampir melecehkannya! Aku bisa menjaganya!" Teriak Karina marah. Dia tidak terima saat dikatai tidak bisa menjaga El kecilnya dengan baik. Tidak bisa melepaskan diri dari suami El kecilnya bukan tolak ukur untuk mengatakan Karina tidak bisa menjaga El-nya. Dia sudah melindungi El kecilnya selama ini.


"Aku menerimamu Karina, tidak perlu menjadikanku musuh! Aku tidak akan menyakiti istriku." Ucap Xavion. Dia beranjak dari atas tubuh istrinya saat melihat wajah linglungnya. Dia melihat setiap pergerakan El.


Dia mengulas senyuman kecil saat melihat tatapan El kembali seperti sedia kala, tatapan takut dan panik khas Istri kecilnya. Dia bahkan langsung mengalihkan pandangan saat matanya bertatapan dengannya. Menurutnya El sangat menggemaskan dan dia menyukai kepribadian istrinya yang seperti ini.


"Kak."


"Hmm?"


"Kenapa El disini? Kenapa kakak tidak mengenakan atasan?" Tanya El bingung. Dia beranjak dari posisinya yang sedang berbaring sambil memegang kepalanya yang masih terasa pusing.


'Kenapa? Apa yang terjadi denganku?'

__ADS_1


El berusaha mengingat kembali apa yang telah terjadi. Dia hanya bisa mengingat tentang dirinya sedang melihat pemandangan kota, setelah itu dia tidak ingat lagi kenapa bisa dia berada di kamar pribadi Xavion.


'Bukankah Xavion ada rapat penting? Kenapa ada disini?'


"Tadi kemejaku ketumpahan air. Aku berniat mengganti kemejaku dan melihatmu tertidur lalu aku mengangkatmu ke tempat tidur. Tapi kamu malah terbangun," jawab Xavion berbohong. Untuk sekarang, dia tidak akan memberitahu tentang kepribadian kedua El sebelum istri kecilnya yang memberitahunya sendiri. Dia tidak ingin salah langkah dan membuat istri kecilnya khawatir.


Ada dua kemungkinan kenapa El lupa kejadian tadi, istri kecilnya memang tidak mengetahui jika sedari memiliki kepribadian lain atau istri kecilnya tau tapi tidak menyadari kalau kepribadian lainnya bangun. Kedua kemungkinan yang membuat istri kecilnya panik dan Xavion membenci jika sampai El menangis karena hal itu.


"El tidur?" Xavion mengangguk sebagai jawabannya. Dia duduk di sebelah El lalu membaringkan tubuhnya di atas paha El sebagai bantalnya. Dia menutup mata saat merasakan usapan lembut di kepalanya.


Sejujurnya, Dia tidak terlalu kaget saat mengetahui mengetahui El memiliki kepribadian lain, karena sahabatnya Daniel Sebastian juga memiliki alter ego. Dia sudah terbiasa menghadapi Daniel, kepribadian lain Daniel yang brutal. Meski tidak banyak, setidaknya Xavion tau tentang alter ego dari sahabatnya. Tidak jarang dirinya juga Henry menemani Daniel untuk memeriksakan diri ke psikiater saat merasa sudah sangat tidak bisa mengontrol Dariel.


Sahabatnya itu pernah ditawari untuk membuat kepribadiannya lainnya untuk tidur selamanya namun Daniel menolaknya. Dia beralasan jika dia membutuhkan Dariel untuk membantunya menanggung rasa takut berlebihan yang tidak bisa dia atasi. Dia terlalu takut menghadapi traumanya.


"El tidak ingat kalau tidur, sepertinya sudah ngantuk berat tadi Kak."


"Hmm... Sekarang aku mengantuk." Kata Xavion. Dia merasa nyaman saat El mengusap rambutnya hingga merasa mengantuk. Dia bahkan tidak ingin membenarkan posisinya yang meringkuk saking nyamannya. "Kakak tidur yang benar, kalau meringkuk begini nanti tubuhnya sakit saat bangun Kak." Ucap El untuk mengingatkan Xavion agar membenarkan posisinya. Sedangkan Xavion masih tidur meringkuk di ujung tempat tidur dengan paha El sebagai bantalnya. Jika begini tubuhnya akan sakit saat bangun dan El tidak ingin melihat Xavion pegal-pegal.


"Tapi kamu harus mengusap kepalaku, Bee."


"Iya, ayo perbaiki dulu posisi tidurnya." Xavion bangun untuk membenarkan posisi tidurnya. Dia menatap istri kecilnya yang duduk di sebelahnya. Tangan mungilnya mulai mengusap rambutnya dengan perlahan, lalu menyenandungkan lagu dengan pelan yang terdengar merdu sekali.

__ADS_1


"Kak!" El memekik saat tubuhnya diangkat oleh Xavion ke atas tubuhnya. Xavion memeluk tubuh El dengan erat sambil mencium puncak kepala El berulang kali.


"Aku berubah pikiran, tidur seperti ini lebih menyenangkan daripada hanya dielus saja Bee."


....


"Daniel."


Xavion memperhatikan El yang tertidur nyenyak di dalam pelukannya. Tangan kanannya memeluk tubuh mungil istrinya sedangkan tangan kirinya memegang ponsel. Dia tengah menelpon sahabatnya untuk berkonsultasi dengan Daniel tentang kondisi istrinya. Jujur saja, Xavion khawatir sekali dengan kondisi El. Apakah Karina berbahaya atau tidak?


Xavion tidak ingin istrinya jadi susah karena kepribadian lainnya. Dia akan membuat Karina tertidur jika seandainya kepribadian lain El berbahaya, kalau bisa dihilangkan sekalian. Jika memang tidak terlalu berpengaruh pada El atau bahkan berguna seperti Dariel milik Daniel mungkin Xavion akan membiarkannya.


Dia tidak bisa menemani istrinya dua puluh empat jam karena harus ke kantor, dan mengurusi urusan lain. Meninggalkan El di mansion dengan penjagaan lengkappun tidak akan menjamin keselamatan istri kecilnya. Berapa kali Xavion kecolongan bahkan di mansionnya sendiri. Setidaknya jika ada Karina bersama istrinya, El mungkin akan lebih aman.


Karina bisa menjaga istri kecilnya selama dirinya tidak berada di dekat El. Xavion kompromi jika bisa namun jika Karina berbahaya maka dia akan membuat Karina tertidur untuk selamanya.


"Xavion? Sudah lama tidak bertemu."


"Dariel?" Panggil Xavion. Dia memutar bola matanya dengan malas karena mendengar nada suara berbeda dari sahabatnya.


'Kenapa harus Dariel yang menjawab opanggilanku?' Batin Xavion. Dia malas berbincang dengan psikopat ini.

__ADS_1


"Kau butuh sesuatu?"


"Daniel?" Jawab Xavion singkat. Sebenarnya berbincang dengan kepribadian lain sahabatnya ini lebih menguntungkan untuknya namun di benar-benar malas dengan Dariel. Bisa jadi dia meminta untuk bertemu dengan istrinya untuk lebih mengenal Karina. Bagaimana jika kedua kepribadian lain saling menyukai suatu hari nanti, dan hal itu tidak akan Xavion biarkan.


__ADS_2