
Hari demi hari berlalu, aku telah memilih sekolah mana yang akan menjadi tempat pendidikan ku selanjutnya.
Sekolah kali ini bukan sekolah internasional seperti sekolah ku sebelumnya, aku memilih sekolah negri, entah mengapa rasanya aku ingin menghindar dari kemewahan atau hal lainnya yang berbau strata sosial.
"Mikha, tas dan seragam mu sudah Tante siapkan di atas kasur, setelah selesai mandi dan berpakaian turunlah kelantai bawah ya, kita sarapan."
"Baik Tante, Mikha nanti kebawah." jawab ku dari kamar mandi.
Setelah berpakaian rapi aku menguncir rambut ku seperti ekor kuda, rambut ku tidak terlalu panjang, hanya sebahu dan tidak terlalu hitam, sedikit pirang dan aku segera mengendong tas ku di bahu, turun kelantai bawah menikmati sarapan bersama om dan Tante.
"Mikha, ini susu mu, habiskan sarapan dan om akan mengantar mu pergi ke sekolah baru mu." ucap Tante Marwah dengan senyuman cantiknya.
Huh... romantisnya keluarga ini, seandainya ibu masih disini dan ayah seperti om yang selalu mencintai Tante, meski tanpa anak anak, mereka selalu saling mencintai.
"Ayo om, Mikha sudah selesai." ucap ku yang telah menelan habis susu dalam gelas tadi.
__ADS_1
"Ayo, hon, aku antar Mikha dan berangkat untuk kerja ya, sampai jumpa nanti." om mencium kening Tante, begitu pula aku yang mencium pipinya.
Sesampainya aku di sekolah baru om mengantarkan aku ke ruangan kepala sekolah, dan aku bersalaman dengan beberapa orang disana, ada wali kelas dan juga guru bimbingan konseling.
Aku diarahkan untuk memasuki ruang kelas, dan disinilah aku di kelas sederhana dengan sebuah komputer dan proyektor.
"Selamat pagi semua, hari ini ibu akan memperkenalkan murid baru yang akan menjadi teman kalian." semua mata menatap kearah ku dengan percaya diri aku mulai berani tersenyum dan menatap mereka.
"Silahkan perkenalkan diri mu, hobi dan dari mana sebelumnya kamu bersekolah."
"Baik Bu terimakasih sebelumnya, selamat pagi semua, hallo salam kenal, Nama saya Mikhayla Andrean, saya berasal dari Internasional School of Jerman, hobi saya membaca, badminton dan saya sangat menyukai balapan motor tepatnya, saya harap di sini saya bisa diterima dan belajar dengan baik, terimakasih."
"Hi... Nama ku Yura." dia tersenyum dan mengulurkan tangan untuk berjabat dengan ku.
"Mikhayla, panggil saja Mikha, senang berkenalan dengan mu Yura."
__ADS_1
Kami semua yang ada di ruangan ini sangat memperhatikan dan juga menerima semua penjelasan dengan baik.
Jauh berbeda sistem belajar disini dan di sekolah lama ku dulu, jika dulu kami sebagai murid yang mengajukan pertanyaan, sekarang, malah guru yang mengajukan pertanyaan.
"Ada yang bisa menyimpulkan arti dari sekolah adalah tempat memanusiakan manusia?" tanya guru yang kini sedang mengajar di ruangan ini.
"Maaf mungkin yang ibu maksud adalah pendidikan, saya bisa menjelaskan Bu." ucap ku sambil mengangkat tangan dan tersenyum.
"Baiklah siapa nama mu?"
"Mikhayla."
"Baiklah Mikhayla, silahkan jelaskan mengenai pendidikan yang memanusiakan manusia.
"John Dewey berpendapat bahwa belajar adalah bagian hidup itu sendiri, bukan untuk mempersiapkan masa depan karena belajar adalah proses yang membantu manusia menjadi berkembang dan memanusiakan manusia sehingga pendidikan membantu manusia untuk membuat dirinya menjadi sempurna dan cara untuk mendapatkan pendidikan itu bukan hanya di sekolah, namun juga di lingkungan, pendidikan memanusiakan manusia karena lewat pendidikan kita akan menjadi pribadi yang mengerti dan berpola perilaku seperti manusia, dan menurut saya kita bisa keras dalam berprilaku tapi ingat semua tetap pada porsinya, sehingga menjadi manusia yang lebih bertindak sebagai manusia." Mereka semua yang mendengar menatap ku dengan intens.
__ADS_1
"Ya, terimakasih Mikhayla, kamu boleh duduk."
Dan kami sedikit membahas dan berdiskusi sampai jam pelajaran habis.