Gak Jelas

Gak Jelas
Pertengkaran


__ADS_3

Jadilah matahari yang selalu hadir dalam pagi dan siang ku, namun juga tetap meneruskan cahayanya walaupun dalam malam sekali pun.


Pelangi setelah hujan dan mentari setelah gulita,


Jika aku dapat memindahkan dan memilih aku akan memilih diriku untuk menderita dari pada melihat mu termenung, dan tersenyum penuh getir.


Tepat di hari ini Mikha dan Tante Marwah kembali ke kediaman mereka, Mikha datang ke kamarnya untuk istirahat sejenak, karena besok dirinya sudah harus berangkat ke sekolah, hari sudah mulai sore, dan Mikha sedang meminum jus yang di bawakan Tante Marwah.


"Mikha, setelah ini kamu tidur lagi ya, jangan terlalu malam, besok pagi Tante akan mengantar mu ke sekolah."


"Baiklah Tante, oh ya Tante, Tante mengenal Radika dimana?" tanya Mikha yang memang lupa dengan pertemuan beberapa hari lalu.


"Tante bertemu pertama kali di rumah sakit, saat kita ada di taman waktu itu dan kamu tiba² drop."


"oh..." Mikha berfikir apakah ada anggota keluarga atau temannya yang sakit? tidak mungkin dia datang secara tiba-tiba kan.


Mikha pun larut dalam istirahat malamnya.


Tepat pukul 23.20 malam, ayah Mikha datang ke kediaman Marwah, saat itu Marwah yang masih terjaga membukakan pintu untuk kakak iparnya itu.

__ADS_1


"Maaf ada perlu apa Abang datang ke rumah Marwah? tumben."


"Ada yang mau saya bicarakan dengan kamu!"


Nada bicaranya mulai kasar.


"Kalau begitu duduk dulu bang."


"Tidak usah, saya mau membawa Mikha kembali ke rumah saya."


"Maaf bang, untuk itu Marwah gak bisa memutuskan sepihak, semua keputusan ada ditangan Mikha sendiri, David dan Marwah gak berhak atas itu."


"Bang, Marwah mohon, Marwah akan bicarakan besok dengan Mikha, jika dia memang ingin kembali maka Marwah akan mengembalikan dia pada bang Antoni besok."


"Kalau besok Mikha masih ada disini saya yang akan menyeret nya langsung."


"Bang, bisakah Abang tidak melakukan tindakan kasar pada Mikha, kalau sampai David tau, Abang bisa habis." peringatan pertama yang diberikan Marwah hanya menjadi ancaman mentah untuk Antoni.


"Kau perlu tau satu hal, aku tidak pernah takut pada David, apapun itu!"

__ADS_1


"Termasuk tentang perusahaan? David sudah menyelidiki semuanya, kenapa Abang bisa melakukan hal sejahat itu pada Papi? padahal papi selalu menerima Abang dengan baik."


Antoni hanya mendengus kesal dan mendelikan mata tajamnya pada Marwah.


"Kau tidak pernah tau apapun tentang aku dan Jhonny Andrean."


"Tapi kau tau pasti bahwa seluruh hak waris atas papi jatuh pada cucu perempuan satu²nya yang sangat ia sayangi !"


"Dia anak ku!"


"Bukan lagi, Mikha adalah anggota dari keluarga ku dan David, apapun yang dapat mencelakai dan menyakiti dirinya akan berurusan dengan ku!"


Mendengarkan semua perlakuan dan ucapan ayahnya akhirnya Mikha keluar dari kamarnya. Air matanya yang ia sembunyikan akhirnya luruh tak tertahankan.


"Kau, PERGI!!! BERHENTI UNTUK MENGGANGGU KETENANGAN KU!" Mikha seketika menarik lengan pria itu dan menyeretnya keluar rumah.


"Mikha! aku ayah mu, bisakah kau sedikit menghargai dan tidak bertindak kurang ajar terhadap ku?" ucap Antoni yang mulai merasakan sikap keras anaknya.


"Apa? aku tidak salah dengar? menghormati mu? Ayah ku kau bilang?"

__ADS_1


Antoni hanya diam tak menjawab pertanyaan anaknya itu.


__ADS_2