Gak Jelas

Gak Jelas
Ikhlaskan


__ADS_3

Setelah kembali dari sekolah tadi aku tidak melihat ibu, sampai semalam ini, bahkan kakak dan ayah pun tidak juga terlihat.


"Mikha? kamu belum tidur?"


"Tante? kok disini?" tanya ku balik.


"Iya, ayah dan ibu mu menyuruh Tante untuk menemani mu disini, selama ibu mu melakukan perawatan di rumah sakit." aku terkejut pada apa yang di sampaikan Tante Marwah, Tante Marwah adalah adik ipar ibu, suaminya adalah adik kandung ibu, tapi sekarang suaminya om David sedang ada di Singapura karena proyek nya.


"Ibu masuk rumah sakit lagi?"


"Iya, ibu mu kambuh karena terlalu lelah, oh ya kamu sudah makan?"


"Tan, anter Mikha kerumah sakit sekarang ya."


"Mikha, ini sudah malam, besok siang saja ya..."

__ADS_1


"Mikha, gak tenang tan, Mikha mau ketemu ibu, Mikha takut ibu kenapa napa."


Ya ibu menderita penyakit jantung bawaan semenjak ia lahir, namun semenjak operasinya pertamanya dinyatakan berhasil, ibu tidak pernah melewatkan cek up rutin setiap bulannya, ibu juga selalu menjaga kesehatannya, tapi saat beberapa tahun belakangan ini kondisi ibu terlihat menurun setiap bulannya.


Aku menurut pada Tante Marwah, aku makan malam dengan perasaan campur aduk, aku tidak bisa menikmati nya, aku kesal kenapa hanya aku yang tak diberi tau.


Aku tertidur dengan gelisah pikiran ku terus melayang pada kondisi ibu, aku memutuskan untuk menghubungi kak Prama.


"Kak, bagaimana kondisi ibu?"


"Bisa ku bicara pada ibu, atau kau kirim fotonya saja pada ku, aku cemas."


"Aku tau kau sangat cemas, tapi tetaplah rileks jangan berfikir macam macam, dan doakan ibu supaya cepat pulih."


"Baiklah, kabari aku apapun yang terjadi."

__ADS_1


"Ya."


Setah telpon terputus aku mulai menarik selimut dan terpejam.


Tepat di jam 03:45 aku terbangun, jiwa ku melayang jauh dalam genggaman ku, aku memusatkan pikiran ku pada ku ibu, ada rasa cemas bercampur takut, aku takut kehilangan dirinya, jika tak ada ibu siapa yang akan perduli lagi pada ku, siapa yang akan memarahi ku saat aku salah dan siapa yang akan menjaga ku dari perkataan ayah yang kadang membuat ku terluka.


Ibu... ibu aku mau ibu...


Aku tidak bisa hidup tanpa ibu, aku yakin hidup ku akan semakin tersiksa tanpa ibu.


Aku menangis ini kali pertamanya aku menangis dengan alasan takut kehilangan, aku tau dan begitu paham, bahwa semua yang aku miliki adalah milik Tuhan, aku tau aku tidak boleh mencintai atau memiliki seseorang secara berlebihan. Semua yang ada pada diriku adalah milik Tuhan, semua akan hilang dan pergi sesuai dengan ketentuannya.


Tuhan jika ibu tidak akan merasakan sakit, jika ibu memang sangat kau sayangi, dan jika memang ibu harus pergi terlebih dahulu dan meninggalkan ku, maka berikan aku waktu untuk melihatnya tersenyum dan berkata bangga pada ku, aku hanya ingin membuatnya pergi dengan tenang tanpa khawatir tentang keadaan ku, Tuhan jika penyakit ibu sangat menyiksanya, ambilah dia, sandarkan dia di sisi mu, buat dia nyaman dan bahagia, sudah cukup semua penderita dan rasa sakit nya selama ini, dia ibu yang terbaik untuk ku, dia adalah salah satu bidadari mu di surga yang menjaga ku dengan sempurna.


Aku pun terlelap dengan jutaan tetes air mata yang mengalir membasahi bantal ku.

__ADS_1


__ADS_2