
Sebelumnya saya sangat meminta maaf kepada para pembaca, seluruh episode dan juga judul telah dihapus, dikarenakan saya ingin beralih cerita.
Disini saya akan menceritakan kisah hidup seseorang, di judul yang telah saya hapus, saya bercerita tentang Mikhayla, namun sekarang tokohnya saya ganti menjadi Camilla Haryadi, saya ingin bercerita tentang suatu kekurangan yang di miliki olehnya, saya ingin menceritakan bagaimana susahnya menjadi orang yang depresi dan juga mengidap penyakit yang seumur hidupnya bersarang pada tubuhnya.
Mohon maaf jika para pembaca merasa kenapa cerita sebelumnya saya ganti, ini semua karena kemauan saya, dan ini juga mungkin yang terbaik.
Semoga kali ini lebih baik dan bisa menggantikan cerita sebelumnya🙏
*****________________________
Kenapa harus aku?
Banyak orang di luar sana, kenapa bukan mereka saja?
Aku ingin membangun cita cita ku, membanggakan kedua orang tua ku, kenapa harus aku?
__ADS_1
Itu semua kalimat yang Milla ucapkan ketika dirinya terus mengalami penurunan imunitas tubuh.
Perkenalkan namanya Camilla Haryadi.
Haryadi adalah nama ayahnya, Camilla berarti sempurna, ayahnya ingin Camilla menjadi sempurna.
Selain wajahnya yang berseri, dilengkapi kulit putih, hidung mancung, bibir tebal namun begitu memukau, dan yang tak bisa dilupakan darinya adalah matanya, mata yang indah terlihat jeli dan bersinar, mata indah itu selalu menjadi pusat perhatian setiap orang yang menatapnya.
Camilla Haryadi dia kini berusia 22 tahun, lahir 20 Maret 1998 dari pasangan Quartarina Lusi Dyahprasanti, wanita keturunan Jerman Jawa, yang menikah dengan Arif Haryadi.
Quartarina, mendapatkan kehamilan saat usia pernikahannya berjalan 1 tahun, saat melahirkan Camilla ibunya yang hipertensi hampir saja kehilangan pengelihatannya, karena pembuluh darah di matanya nyaris pecah, bahkan plasenta Camilla menempel pada dinding rahim.
Quartarina, mengalami komplikasi kehamilan yang cukup menghawatirkan, namun Camilla dengan keadaan baik baik saja.
Camilla kecil sudah siap untuk di Azani, sepasang suami istri itu sangat bahagia, hujan deras, namun kedua orang yang merupakan Tante dan om dari ayah Camilla sibuk mengubur plasenta Camilla.
__ADS_1
Camilla sehat dan sempurna, Arif ingin menamai anaknya itu Kamila, namun tantenya memilihkan nama yang sama namun mengubah huruf depannya menjadi Camilla.
"Bang, kenapa gak Camilla aja, jangan pakai K, biar sama seperti Putri Inggris." usul adik Arif.
"yasudah, aku mau menamainya Camilla Haryadi, Artinya Kesempurnaan Haryadi Artinya baik dan mulia, bisa jadi gunung yang tinggi, aku mau dia menjadi KESEMPURNAAN YANG BAIK DAN MULIA dan sulit digapai seperti gunung yang tinggi."
"Nama yang baik bang, semoga dia menjadi anak yang baik seperti namanya ya bang." jawab sang adik.
Camilla kecil memang tumbuh menjadi anak yang ceria dan baik, dia selalu menjadi perhatian banyak orang, Camilla imut dan cantik, hidung mancung dan kecil, pipi tembam, mata bulat coklatnya, persis seperti almarhumah Nenek dari ibunya.
Quartarina ibunya sangat menyayangi Camilla kecil, dia selalu membawa Camilla kemana pun, sampai 8 bulan usia Camilla, ibunya jatuh sakit, sehingga tidak dapat menyusui Camilla, Camilla kecil tau dan dia tidak mau menyusu lagi.
"Mohon maaf sebelumnya, menurut uji laboratorium, ibu Quartarina mengalami tumor jinak di payudara sebelah kanannya, kita harus segera melakukan tindakan oprasi sebelum tumor itu pecah." begitu terang dokter padanya.
Seluruh persyaratan oprasi sudah siap namun semua gagal karena tumor telah pecah, saat Quartarina mandi, rasanya sakit namun dia hanya bisa meneteskan air mata dan membersihkannya sendiri.
__ADS_1
Dan beberapa bulan Quartarina sembuh dan bisa kembali menjaga Camilla kecil.