
Setelah sarapan dan juga sedikit berbincang aku di minta untuk naik ke panggung bermain gitar dan bernyanyi bersamanya.
Aku mulai menatap satu titik di depan mulai berkonsentrasi dan memetik senar gitar, memulai intro dan mulai bernyanyi, kalian tau judul lagu Himawari no Yakusoku , itu judul lagu dari film Doraemon stand by me.
Aku menyanyikan nya dengan bahasa Indonesia, itu membuat orang orang yang berada di hadapan ku seketika diam dan menatap ku, ada yang wajahnya menjadi muram, dan ada yang langsung tersedu.
Aku hanya bisa meneteskan air mata lagi dan lagi. Aku masih mengingat akan segala nasihat ibu sebelum ia pergi meninggalkan kami, ibu pernah berpesan pada ku jika suatu hari ia pergi meninggalkan aku aku harus selalu tersenyum benar benar sama dengan lirik lagunya.
"Mengapa kamu menangis, padahal Aku tak sedang menangis
Betapa menyedihkannya diriku, bahkan Aku tak tahu apa yang salah dengan diriku
Hari yang buruk pun asal kita berdua akan menjadi kenangan yang berharga
Kuingin bersamamu, Apa yang dapat kulakukan agar bisa selalu didekatmu
Selalu dan selamanya, Aku hanya ingin kamu tertawa
Bagai bunga matahari yang tulus seperti kelembutan dan segala kehangatannmu
Satu hal yang ingin kusampaikan padamu, bahwa Aku bahagia berada di sini
Seandainya kita berpisah dan masa depan kelak memisahkan kita
Kupercaya langkah-langkah ini akan membawaku tuk dapat menemuimu lagi
Langkah kita yang kacau dan berbeda akan mempersatukan kita lagi
__ADS_1
Saat-saat Aku berada di sampingmu, Aku tidak akan melupakannya
Kuingin ketika kita berpisah, kau melambaikan tangan dengan wajah tersenyum
Bagai bunga matahari yang tulus seperti kelembutan dan segala kehangatannmu
Ingin kumembalasnya, tetapi Aku yakin "Cukup sudahlah" yang pasti akan kau ucapkan
Kuingin bersamamu, Apa yang dapat kulakukan agar bisa selalu didekatmu
Selalu dan selamanya, Aku hanya ingin kamu tertawa
Bagai bunga matahari yang tulus seperti kelembutan dan segala kehangatannmu
Satu hal lagi yang ingin kusampaikan padamu, telah kutemukan arti kebahagiaan sesungguhnya."
Aku turun dari atas panggung aku diam menatap wajah kak Juddan.
"baiklah, hati hati."
Aku pergi bersama Bass, ada rasa yang mengganjal di hati namun aku tak mengerti apa ini? apakah dampak dari perginya ibu atau entahlah, yang jelas aku hanya ingin berlari.
Aku memejamkan mata dan bersandar pada bangku taman, keringat membanjiri wajah ku, aku tak sadar jika aku berlari begitu jauh meninggalkan Bass di halaman parkir taman ini.
Tuhan mengapa kau ambil ibu ku secepat ini! apakah kau tau kak Prama dan ayah sudah tidak perduli lagi pada ku, kak Prama jarang pulang, bahkan aku juga jarang berjumpa atau pun sekedar pesan di ponsel ku saja kak Prama tidak pernah mengirimkan nya.
Ayah sepertinya sudah tertarik dengan wanita lain, aku faham kebutuhan orang tua ku, tapi haruskah secepat ini.
__ADS_1
Seorang tangan pria terulur memberikan sebotol air mineral kepada ku.
"Untuk mu!" ucapnya lalu duduk di sebelah ku.
Siapa pria ini? dia tinggi berkulit putih dengan rambut hitam tebal dan dengan sedikit Pomade.
"Terimakasih, tapi aku tidak butuh ini." tolak ku dan memberikan botol itu kembali.
"Tidak papa, minum saja, aku tidak akan meracuni mu dengan air itu."
"baiklah, terimakasih."
Aku meminumnya dan bersandar kembali.
"Radika, siapa nama mu?" ucapnya secara tiba tiba dan mengulurkan tangannya.
"Mikhayla, senang bertemu dengan mu."
"Sering lari disini? tapi baru kali ini ku melihat mu?"
"Ini kali pertama, aku berlari."
"Kau terlihat sangat lelah, kau ada masalah sehingga memutuskan untuk berlari?"
"Hanya masalah kecil, dan aku butuh sedikit pelarian agar sedikit rileks."
"Berlari memang bisa membawa mu ke sisi lain kepuasan diri, namun sebaiknya berbagi lah masalah mu pada seseorang yang tepat, agar kamu bisa menemukan solusi dan beban mu sedikit berkurang." dia menasehati ku seperti itu, dia terlihat serius dengan penjelasannya.
__ADS_1
"Baiklah, aku akan mencoba saran mu, sampai bertemu lagi, ini sudah sore aku harus kembali ke rumah." pamit ku,
Dia mengantar ku sampai ke halaman parkir dan kami pergi kearah masing masing.