
Hari sudah sore, aku baru saja turun dari sebuah bus kota yang mengantar ku kesebuah tempat.
"Hai, Mikha itu kah kau?" ucap Kak Judan dari dalam cafe.
"Pinjamkan aku gitar, aku kan bermain malam ini." ucap ku santai.
"Kau dapat memainkan musik apapun yang kau mau disini Mikha kau bebas." ucapnya senang dengan tawa khasnya.
Aku naik keatas panggung, mulai memetik gitar.
Intro] C Am Em G (2x)
C G Am
Di malam yang sesunyi ini
G F
Aku sendiri
Em Dm
Tiada yang menemani
F Em
Akhirnya kini ku sadari
Am Dm
Dia telah pergi
G
Tinggalkan diriku
C G Am
Adakah semua kan terulang
G F
Kisah cintaku
Em Dm
Yang seperti dulu
F G Em Am
Dm
Di dalam hatiku
Em
Takkan pernah hilang
F
Bayangan dirimu
G
Untuk selamanya
Reff.
C G
Mengapa terjadi
Am Em
Kepada dirimu
F
Aku tak percaya
Dm G
Kau telah tiada
C G
__ADS_1
Haruskah ku pergi
Am Em
Tinggalkan dunia
F Dm G C
Agar aku dapat berjumpa denganmu
C G Am
Di malam yang sesunyi ini
G F
Aku sendiri
Em Dm
Tiada yang menemani
F Em
Akhirnya kini ku sadari
Am Dm
Dia telah pergi
G
Tinggalkan diriku
C G Am
Adakah semua kan terulang
G F
Kisah cintaku
Em Dm
Yang seperti dulu
F G Em Am
Dm
Di dalam hatiku
Em
Takkan pernah hilang
F
Bayangan dirimu
G G
Untuk selamanya, hoo...
Reff.
C G
Mengapa terjadi
Am Em
Kepada dirimu
F
Aku tak percaya
Dm G
Kau telah tiada
C G
Haruskah ku pergi
__ADS_1
Am Em
Tinggalkan dunia
F G C G
Agar aku dapat berjumpa denganmu
[Interlude] C G Am Em
F Dm G
Reff.
C G
Ooh Mengapa terjadi
Am Em
Kepada dirimu
F
Aku tak percaya
Dm G
Kau telah tiada
C G
Mengapa terjadi
Am Em
Kepada dirimu
F
Aku tak percaya
Dm G
Kau telah tiada
C G
Haruskah ku pergi
Am Em
Tinggalkan dunia
F G C
Agar aku dapat berjumpa denganmu
Setelah selesai aku mendapat kan sebuah kopi hangat ditemani oleh sepotong kue.
"Terimakasih." ucap ku pada Judan.
"Aku yang seharusnya mengucapkan begitu, oh ya kemana saja selama ini?"
"Menikmati waktu."
"Hari sudah mulai malam, kau mau pulang? aku kan mengantar mu." tawar Judan pada ku.
"Boleh jika tidak merepotkan, ka Judan berapa usia mu tahun ini?"
"15, kenapa?"
"Kau lebih dewasa dari ku, namun beban mu lebih ringan dari ku, terkadang aku iri pada mu."
"Kenapa?"
"Entahlah, aku hanya bosan seperti ini, kalau aku sudah besar aku akan pergi jauh dari negri ini bahkan aku bercita-cita tidak ingin bertemu dengan semua orang yang ku kenal di sini."
"Kau sedang banyak masalah ya Mikha?"
"Ya... begitu, aku seorang anak durhaka sekarang, membuat ayah ku jatuh miskin dan membuatnya tak bisa berkutik, dan sekarang aku ingin mencari kakak ku yang entah dimana dia kini, aku rindu padanya."
"Mikha, jangan pernah merasa sendiri ada aku yang selalu menemani mu, jangan jadi menyedihkan hanya karena dunia tak berpihak pada mu, kau harus tunjukan bahwa tanpa mereka kau bisa."
Aku hanya diam sampai akhirnya Judan mengantarkan ku pulang, dan kami berpisah.
__ADS_1