Gak Jelas

Gak Jelas
Teman


__ADS_3

"Selamat pagi Mikha?" ucap salah satu teman di kelas ku yang tidak ku ketahui namanya, beberapa bulan sekolah namun aku tak jua mengenal mereka.


"Hai... selamat pagi." jawab ku ramah.


"Perkenalkan nama ku Kamila, panggil saja Mila." Dia tersenyum ramah, wajah imutnya sangat teduh seolah dia orang paling bahagia.


Kemudian Cantika datang dan duduk tepat di sebelah ku.


"Hi... Mila, tumben kamu ngobrol sama Mikha." tanya Cantika dengan ramahnya.


"Iya, aku penasaran dengan Mikha, dia begitu pandai, namun sepertinya enggan untuk berteman dengan kami, dan ternyata Mikha cukup ramah."


Jawab Kamila dengan membuka kotak makan sarapannya.


"Mila, please kamu itu emang selalu begitu melihat orang hanya dari sampulnya saja."


Dan Kamila hanya tersenyum malu.


"Mikha? kau sudah sarapan?" tanya Mila.


"Aku sudah sarapan."

__ADS_1


"Em... Mila, boleh rotinya buat aku aja ya... aku lapar.


"No... aku gak mau berbagi sama kamu."


"Kenapa?" tanya Cantika dengan wajah herannya.


"Karena kamu juga gak mau berbagi Yusril sama aku." dan Kamila memainkan alisnya.


"Oh... jadi gara² Yusril, makan tuh Yusril... aku harus bilang berapa kali sih sama kamu Mil, Yusril itu udah jadi milik orang, masa ia kamu mau ngerebut dia dari pacarnya." ujar Cantika.


"Ya gak papa, lagian juga baru pacaran, belum nikah kan?"


"Tau ah... pusing ngomong sama lu."


"Mila naksir Yusril, tapi Yusril sudah punya pacar, aku gak mau Mila dekat dengan Yusril aku takut kalau nanti malah Mila yang tersakiti." jelas Cantika.


"Siapa Yusril." tanya ku yang memang tidak tau siapa dirinya.


"Yusril anak kelas 12 IPA³ , dia sepupu ku, kapten basket sekolah kita." Jelas Cantika lagi.


"Mila? what do you think about Yusril?" tanya ku spontan, aku pun tidak tau rasanya orang yang di mabuk cinta seperti apa.

__ADS_1


"I do not know, for me, yusril was in my dreams, in my daydreams, even in the morning when I was lazy to come to school, yusril was like the center of my attention." ucap Kamila dengan cepat.


"Sehebat itu Kamila?"


"Iya Mikha? apa kamu belum pernah jatuh cinta atau menyukai seseorang."


Aku hanya bisa tersenyum, pertama kali aku jatuh cinta ya pada Bass aku takut kehilangan. Bass iya motor ku yang ku titip pada kak Amar beberapa hari yang lalu.


"Mila, I've fallen in love, it feels good, even afraid of losing."jawab ku.


"Is it true? Is that guy handsome? then does he fall for you too? Who is he?" tanya Cantika.


"Dia tampan, keren dan dia Bass... motor kesayangan ku." Jawab ku dan hanya di tatap horor mereka berdua.


"Sungguh Mikha kau tidak lucu." ucap Kamila.


"Hey ... I'm only 13 years old, what can I do, I'm too young for that?"


"Ya... Cantika, kita lupa jika kita berteman dengan anak kecil, yang dimana dunianya hanya rumus dan kalimat² membingungkan yang harus dicari jawabannya."


Aku hanya tersenyum kearah mereka berdua dan mendengarkan segala cerita mereka, memang memiliki teman lebih baik dari pada sendiri.

__ADS_1


Jika kau jenuh dan frustasi, ketika ada satu teman dalam hidup mu, maka kau selamat, kau bisa berkeluh kesah padanya meringankan sedikit beban pada perasaan mu.


__ADS_2