
Sore hari ini aku bersama Bass mengitari kota, selain rasa bosan setelah pulang sekolah, ternyata Bass ingin ganti oli.
Aku sampai di bengkel milik salah satu teman kak Prama.
"Hai... Mikha long time no see? how are you?"
"Fine, oh ya... Kak tolong servis Bass untuk hari ini, dan aku mau kau menjaganya sampai satu bulan kedepan."
"Kenapa? bukankah kau tidak bisa berjauhan dari Bass?" Ucap kak Amar.
"Aku banyak urusan, lagi pula aku belum punya SIM, jadi aku titip dia ya...☺️"
"Baiklah, oh ya... keluarga mu baik² saja bukan, aku sudah beberapa bulan ini tidak melihat Prama di basecamp?" Jelas kak Amar.
"Kami baik, untuk beberapa waktu dan akan memburuk jika semua ini berlanjut."
"Maksud mu?"
__ADS_1
"Lain kali akan ku jelaskan, aku permisi ya kak, tolong jaga Bass."
"Baiklah Mikha, semoga kau selalu bahagia😃"
Aku pun melambaikan tangan dan menyusuri jalan ibu kota, suara deru kendaraan bermotor mengusik pendengaran ku, aku terdiam di pinggir trotoar jalan, hati ku seperti tercabik mengingat kejadian semalam.
Tante Marwah mengajak ku untuk makan malam di luar bersama om David, malam itu om baru saja mendarat di Jakarta.
Tante Marwah memesan ruangan VIP di sebuah restoran, makan malam yang ku kira hanya makan malam biasa, ternyata berdampak besar bagi ku.
"Nona Mikha, pasti sudah mengenal saya bukan?" tanya pengacara keluarga ku.
"Jelas saya tau Tuan Rendy?"
"Ya, benar saya pengacara keluarga yang di percayai tuan Jhonny Andrean, untuk mengurus semua hak waris atas nona Mikhayla Andrean." ucapnya dengan formal.
"Seperti yang nona dan semua pihak ketahui bahwa nona Mikhayla Andrean adalah cucu sah dari tuan Andrean, nyonya Quartarina memiliki 70% aset dari seluruh harta kekayaan yang dimiliki keluarga Andrean, namun menurut data yang saya dapatkan dan saya buat bersama kedua pihak yang bersangkutan, nyonya Quartarina dan tuan Andrean, menyerahkan seluruh hak waris setelah nona Mikhayla berusia 20 tahun, selama usianya masih di bawah itu seluruh tanggung jawab di pegang oleh pamannya yaitu tuan David."
__ADS_1
"Bagaimana bisa?" ucap ayah yang berada di sudut ruangan itu.
"Begitulah keseluran data yang kami ketahui dan itu legal dan telah di sahkan oleh pengadilan." ucap tuan Rendy kembali.
"Tuan Rendy, boleh saya meminta sesuatu?"
"Ya tentu nona Mikha."
"Saya mau orang² ini keluar dari rumah milik ibu, saya tidak mau rumah itu tersentuh oleh penghianat seperti mereka."
"Baik nona, saya akan melakukan semua yang nona perintahkan, ada lagi yang nona inginkan."
"Tuan Rendy, saya juga minta tuan Antoni meninggalkan perusahaan secepatnya, berikan ia dana pensiun sebesar 300 juta, dan beri tau seluruh pemilik saham bahwa dia tidak ada hubungan apapun dengan keluarga Andrean lagi." Aku berusaha menahan emosiku.
"Mikha!!!" teriak ayah ku yang tak terima.
"Kau yang menghancurkan dirimu sendiri, jangan kau pikir aku tidak tau apapun tentang kau dan wanita murahan itu, dan satu hal lagi, jaga anak mu baik² jangan sampai sama seperti mu." ucap ku kasar dan keluar dari ruangan itu.
__ADS_1