Gak Jelas

Gak Jelas
Camilla Kecil


__ADS_3

Lagi dan lagi, Camilla harus diantar oleh Tantenya bernama Diana untuk pergi ke TPA, TPA(Taman Pendidikan Al-Qur'an) itu adalah milik dari teman ibunya Camilla.


Mengapa Camilla harus diantar Tante Diana?


karena ibu Camilla saat ini harus menjauh dari Camilla selama beberapa bulan, radang paru-paru yang di deritanya semakin parah, hasil terakhir dari MCU dan juga Rontgen di bagian dadanya, paru-paru nya mengalami kerusakan yang cukup parah, sehingga Quartarina harus menjauh, agar Camilla tidak tertular.


Enam bulan berlalu, keadaan Quartarina semakin membaik, tadinya Quartarina hampir saja kehilangan semangat hidupnya.


"Yah?" begitulah Quartarina memanggil suaminya dengan sebutan ayah dan ibu.


"kenapa Bu?"


"Saya takut."


"takut apa? semuanya sudah berjalan seperti semula, berjalan dengan baik."


"yah, berjanjilah, saat aku pergi meninggalkan kalian berdua, jaga harta kita yang paling berarti, didik dia menjadi anak yang baik, seperti impian kita, yah saya takut jika Allah mengambil saya lebih dulu."

__ADS_1


"Bu, kita rawat dan sayangi Milla berdua, aku gak bisa menjaganya sendiri, aku gak sanggup kehilangan kamu, yang selalu ada di samping aku, merawat anak bukan hal yang mudah, namun jika semua kehendak Allah, aku tidak bisa menolak, aku akan ikhlas dengan semuanya."


Hari- hari berlalu, Camilla kecil sudah memakai baju sekolah dasar, dia tumbuh menjadi anak yang pemberani, cerewet dan percaya diri.


"ibu, Milla mau es cream." rengek Milla, Quartarina hanya bisa mengiyakan apa yang Camilla mau, Camilla tidak pernah jajan makanan sembarangan, dia hanya mau jajan es cream saja itu pun hanya rasa vanila.


Camilla tinggal di sebuah kontrakan bersama ayah dan ibunya dimana tetangga sekitar saling akrab satu sama lain, Pak Ali, dia dan istrinya mengganggap Camilla sebagai anak perempuan nya, setiap hari setelah pulang dari narik taksi pak Ali selalu membawakan ice cream untuk Camilla, Camilla sangat senang.


Setiap akhir pekan Camilla selalu berlibur, entah itu dengan pak Ali atau dengan ayahnya terkadang bersama ibunya, pergi ke rumah om atau pakdenya.


Kenapa?


Karena kenapa harus ada kebahagian, padahal ke pediahan akan terjadi setelahnya.


Camilla menikmati masa kecilnya, sangat sangat.


Saat menangis dengan keras, darah segar keluar dari mulut dan hidung Camilla, seluruh tubuhnya terasa sakit, namun tak berlangsung lama, besoknya dia telah sembuh dan ceria kembali.

__ADS_1


Camilla sudah kelas dua SD sekarang para orang tua mengantar anaknya, namun Camilla, hanya sendirian, dia harus kuat dan tangguh, saat menatap ibunya penuh dengan rasa kecewa.


Quartarina dinyatakan mengidap Diabetes Militus tipe 2, dimana tubuhnya tidak bisa mengolah karbohidrat menjadi glukosa, karena tubuhnya menolak, kadar insulin dalam tubuhnya juga terbatas.


"Bu, Milla pulang." Camilla berlari menghampiri sang ibu mencium dan memeluknya.


ibunya saat ini sedang berada di dapur, memasak untuknya, walau dirinya tidak mampu berdiri lagi.


kaki kanannya mengalami pembusukan, luka terbuka dengan nanah, abses atau Ulkus.


Camilla kecil harus belajar, mandiri, ikhlas, terpaksa dan kecewa.


Saat semua anak di antar atau di jemput orang tuanya, Camilla hanya bisa memandangi saja.


Camilla menyusuri jalan pulang, sambil bernyanyi, dia tertawa riang, seakan punya dunia sendiri.


Di luar dia bisa berekspresi apapun yang ia mau tanpa perduli orang lain mencemooh dirinya.

__ADS_1


__ADS_2