Ganteng Ganteng Freak

Ganteng Ganteng Freak
Kecewanya Bryan


__ADS_3

Bintang tengah duduk di bangku taman sekolah sendirian pas jam istirahat. Tiba tiba Axel datang dan langsung rebahan di pangkuan Bintang.


"Gue capek banget, tadi habis latihan basket," ucapnya seraya memejamkan mata.


Mata Bintang melebar menatap wajah Axel yang tertidur di pangkuannya. Menarik napas panjang lalu tangannya bergerak untuk mengusap noda kotor di wajah Axel.


"Gue pengen tidur sebentar, jangan bangunin gue," ucapnya lagi sambil menarik tangan Bintang dan mendekanya erat di dada.


Bintang kembali terdiam dengan ekspresi wajah datar memperhatikan wajah Axel seperti tanpa beban tertidur dengan tenang.


"Bangun, malu di liatin teman teman."


"Ga mau!" Sahut Axel.


"Katanya tidur, kok nyahut!" Bintang berdiri begitu saja hingga tubuh Axel teejatuh ke bawah.


"Aww, sakit tau!" Seru Axel lalu bangun sambil membenarkan rambutnya.


"Salah sendiri, hobinya modus!"


"Itu bukan modus, lo nya aja yang ga peka!" Balas Axel kesal.


"Ngga peka gimana, jelas jelas kamu-?" Ucapan Bintang terputus saat mendengar suara Celvin memanggil nama Axel.


"Axel!"


Bintang dan Axel menoleh ke Celvin.


"Ada apa, lari lari kaya di kejar setan." Kata Axel kedua alisnya bertaut.


"Gawat Xel!" Jawab Celvin dengan napas terengah engah.

__ADS_1


"Gawat apanya, ngomong tu yang bener!" Seru Axel.


"Bryan!" Pekik Celvin lalu menarik tangan Axel dan setengah berlari mereka menjauh dari taman di ikuti Bintang dari belakang.


"Lihat!" Tunjuk Celvin ke arah Bryan yang tengah di permalukan oleh teman teman sekelasnya.


"Stop!!" Teriak Axel.


Semua teman temannya mundur ke belakang dan berhenti tertawa.


"Ada apa ini?" Tanya Axel pada mereka semua.


"Gue ga nyangka, lo setega itu sama gue!" Pekik Bryan marah pada Axel.


Axel menautkan kedua alisnya, ia bingung mengapa sahabatnya marah padanya.


"Maksud lo apaan?"


"Gue kecewa sama lo, Xel. Pengkhianat!" Pekiknya lagi seraya berlalu dari hadapan Axel yang masih termangu menatapnya bingung.


Axel merebut ponsel salah satu teman kelasnya. Ia menatap tak percaya, melihat Video tentang ibunya Bryan tengah merayu seorang pria asing yang di unggah oleh akun Facebook milik Axel.


"Video itu sudah terseber di sekolah ini, dan semua orang tahu. Kalau nyokap Bryan menjadi seorang wanita malam kelas atas." Jelas Celvin.


"Dan video itu yang pertama kali nyebarin, itu lo," katanya lagi.


"Dan, lo percaya?" Tanya Axel menatap tajam Celvin.


Celvin menggelengkan kepala seraya berjalan mundur.


"Gue ga tau."

__ADS_1


"Celvin!" Axel memanggil sahabatnya yang berlari menjauh dengan raut wajah kecewa.


"Celvin!"


"Lo, percaya gue?' Tanya Axel pada Bintang.


"Aku percaya kamu, aku yakin ada seseorang yang coba fitnah kamu," jawab Bintang.


"Kalau sahabat gue saja ga percaya, bagaimana mungkin lo bisa percaya sama gue?" Ucap Axel ragu.


"Axel!" Panggil Bintang menatap kepergian Axel begitu saja.


Sementara Bryan yang sedang bersama Celvin di luar gerbang sekolah. Tiba tiba memukuli salah satu murid sekolah itu karena berani mengusik Bryan yang tengah di kuasai amarah.


"Berani lo bicara begitu di depan gue, mati lo!" Ancam Bryan.


"Gue ga salah kan, gue cuma tanya memang berapa tarif nyokap lo semalam? Lagian semua orang tahu, kenapa lo harus malu?"


"Bangsat!"


Buk


Buk


Buk


Bryan memukuli wajah teman sekolahnya tanpa ampun. Beruntung pak Juki cepat datang dan melerai Bryan. Sementara Celvib mendukung apa yang di lakukan Bryan.


"Ayo cabut!' Ajak Celvin pada Bryan.


Bryan menendang kaki temannya sekali lagi mesti sudah ada pak Juki. Setelah itu ia beranjak pergi bersama Celvin

__ADS_1


__ADS_2