Ganteng Ganteng Freak

Ganteng Ganteng Freak
Perubahan hidup Axel.


__ADS_3

Ke-esokan paginya Axel berangkat di kawal ketat oleh 4 bodyguard. Wisnu khawatir kalau Axel akan melanggar peraturannya dengan berbagai cara. Apalagi kenakalan remaja yang sering Wisnu lihat di media televisi sangat mengkhawatirkan. Wisnu tidak menginginkan putranya menjadi berandalan.


Sesampainya di sekolah, Axel merasa kurang percaya diri saat dirinya di kawal. Ia menjadi sangat marah saat teman teman sekolah memperhatikannya.


Pergerakan Axel menjadi terbatas, karena ke 4 bodyguardnya selalu mengikuti kemanapun Axel pergi. Bahkan saat di dalam kelaspun mereka tetap mengawasi Axel hingga membuat rasa percaya dirinya berkurang.


Namun bagi teman teman sekolah yang melihat Axel di kawal dan diantarkan mobil mewah, bukan hal yang aneh. Karena mereka semua tahu, Axel adalah anak pemilik sekolah tersebut.


Saat jam istirahat, Axel mengajak Bintang pergi ke taman sekolah diam diam dan berbicara serius.


"Mulai hari ini, gue nggak bisa nganterin kemanapun lo mau. Gue juga nggak bisa lagi nemenin lo seperti biasa. Semua aktifitas gue terbatas. Gue harap lo ngerti." Jelas Axel.


"Kamu ngga usah khawatir, itu juga buat kebaikanmu. Aku tetap akan menemani kamu." Jawab Bintang.


"Selama gue jauh dari lo, gue harap lo setia. Jangan dekat dekat dengan cowok lain, karena lo tau kan. Gue nggak suka lo dekat dekat dengan siapapun.' Pesan Axel.


"Iya aku janji..."


"Makasih, gue percaya sepenuhnya sama lo."


Setelah mereka bicara serius, Axel dan Bintang kembali ke kelasnya masing masing dan melanjutkan perbincangan mereka lewat pesan singkat.

__ADS_1


Waktu terus bergulir, jam pelajaran telah usai. Bryan dan Celvin mengajak Axel pergi ke markas karena mereka sedang suntuk. Namun Axel tidak bisa ikut bersama mereka.


"Gue minta maaf, kali ini gue nggak bisa." Kata Axel dengan nada kecewa.


"Gue ngerti kok, lo ikutin aja apa mau bokap lo." Ujar Bryan.


"Tapi gue bisa, kalian tunggu di markas. Gue nyusul belakangan." Kata Axel lagi.


"Lo jangan macam macam, Xel. Jangan sia sia-in perhatian dan kepedulian orang tua lo." Timpal Celvin.


"Tapi gue-?'


"Gue paham, lo nggak perlu jelasin apa apa." Bryan coba menenangkan sahabatnya.


"Kalau ada apa apa kasih kabar ke gue."


Bryan dan Celvin mengangguk, seraya menepuk bahu Axel.


"Gue cabut dulu!" Seru Bryan.


Axel menatap sedih kedua sahabatnya. Dunianya berubah sejak peraturan ketat di berikan untuk dirinya. Axel yang dulu ceria berubah menjadi murung.

__ADS_1


"Tuan muda, saatnya kita ke rumah sakit." Kata salah satu bodyguard.


Axel mengangguk, lalu ia masuk ke dalam mobil dan duduk dengan tenang meski pikirannya mulai kacau.


***


Sesampainya di rumah sakit, Starla dan Wisnu sudah menunggunya.


"Ayo sayang, bukan apa apa kok. Hanya pemeriksaan kecil saja." Bujuk Starla.


"Mom..aku nggak sakit kan?" Tanya Axel mulai curiga.


"Nggak sayang, kamu nggak sakit. Cuma cek kesehatan saja." Jawab Starla.


"Tapi kenapa ada jadwal rutin berobat?" Tanya Axel lagi.


"Kamu jangan banyak tanya, ikuti saja apa yang sudah menjadi peraturan." Timpal Wisnu.


Axel langsung diam dan tak bertanya lagi. Tak lama kemudian seorang Dokter datang menemui mereka dan meminta Axel untuk masuk ke ruangan tanpa di temani Starla dan Wisnu.


"Aku takut..." ucap Starla pelan.

__ADS_1


"Jangan khawatir, anak kita akan baik baik saja." Pungkas Wisnu membesarkan hati Starla.


__ADS_2