Ganteng Ganteng Freak

Ganteng Ganteng Freak
Ketiduran


__ADS_3

Hari ini, Celvin dan Bryan tidak masuk sekolah. Detik demi menit, Axel lalui tanpa kedua sahabatnya terasa sangat lama. Pikirannya kacau dan suasana hatinya tidak karuan.


Berkali kali ia menghubungi dua sahabatnya namun tak satupun yang menjawabnya.


Di tengah pelajaran, Axel tidak fokus dan sibuk mengirim pesan singkat pada dua sahabatnya tapi hasilnya tetap nihil.


Arrrrghhhhh!!


Brakkkk!


Axel berteriak sembari menggebrak meja, membuat pak Salim dan teman temannya terkejut, spontan mereka menatap ke arah Axel.


Sebenarnya hal seperti itu sudah biasa, Axek selalu berbuat gaduh. Tapi kali ini, tanpa adanya dua sahabatnya.


'Axel!" Panggil pak Salim.


Namun Axel hanya diam dan mengacuhkan panggilan pak Salim.


"Axel!"


Pak Salim mendekati Axel dan menatapnya tajam.


"Kamu bisa tenang tidak?" Tanyanya.


"Gak pak!" Sahut Axel lalu berdiri dan melenggang meninggalkan kelas begitu saja. Membuat pak Salim kesal, namun harus tetap melanjutkan pelajarannya dari pada harus mengejar atau memarahi Axel, bisa kacau.


Sementara Axel memilih pergi ke kantin dan masih tetap sibuk dengan ponselnya.


Tak lama terdengar suara bel berbunyi, pertanda jam istirahat. Axel mematikan ponselnya lalu di masukkan ke dalam saku bajunya.


"Aku butuh Bintang." Gumamnya lalu beranjak pergi mencari Bintang ke taman tempat biasa gadis itu menghabiskan waktu istirahat.


Namun sesampainya di taman, Bintang tidak ada. Axel kembali ke kelas, Bintang juga tidak ada.

__ADS_1


"Bintang!" Panggil Axel membuka kelas yang lain namun hasilnya sama.


Berkali kali Axel menghubungi nomer ponsel Bintang. Sama sekali tidak diangkat hingga puluham kalinya. Axel mulai kesal dan berteriak.


"Bintang!"


Axel mulai kesal, bertanya kepada teman temannya di mana Bintang berada. Namun tak satupun yang mengetahuinya.


"Arrrgghhh!"


Axel berteriak dan menendang bangku yang ada di luar kelas. Membuat semua temannya menepi dan memilih diam dari pada kena semprot Axel.


"Menyebalkan!" Rutuk Axel seraya berlari meninggalkan sekolah.


"Den, mau kemana?" Sapa pak Juki.


Namun Axel tidak menjawab, dengan raut wajah cemberut melewati pak Juki.


"Ada apa sayang?" Tanya Starla.


"Aku mencari Bintang, tapi ga ada." Sahutnya lalu masuk ke dalam mobil.


Starla masih menatap raut wajah putranya dengan kedua alis bertaut. Belum pernah sekalipun, Axel menyebut nama perempuan di hadapannya. Membuat Starla penasaran, kemudian ia menutup pintu mobil lalu memasuki pintu gerbang sekolah.


Starla bertanya pada pak Juki.


"Bantu aku mencari Bintang."


"Baik bu!" Sahut pak Juki.


Starla dan pak Juki menelisik seluruh ruangan dan bertanya di mana Bintang pada semuanya. Akhirnya ada salah satu siswa yang memberitahu Starla, kalau Bintang ada di ruang perpustakaan. Starla bergegas menuju ruang perpustakaan di temani pak Juki.


Sementara Bintang yang berada di perpustakaan baru saja bangun dari tidurnya. Ia melihat ponselnya dan ada banyak panggilan tak terjawab dari Axel.

__ADS_1


"Bintang?" Sapa Starla.


Bintang menoleh lalu berdiri.


"Saya..!' Sahut Bintang.


'Axel, putraku mencarimu." Kata Starla memperhatikan wajah Bintang terlihat masih mengantuk.


"Maaf tante, tadi saya ketiduran." Jawab Bintang.


"Ayo ikut saya."


Bintang mengangguk, kemudian mereka melangkah bersama meninggalkan perpustakaan untuk menemui Axel.


Sesampainya di luar sekolah. Starla meminta Axel keluar dari dalam mobil untuk menemui Bintang. Sementara Starla masuk ke dalam mobil dan memperhatikan mereka berdua lewat kaca jendela mobil.


"Lo dari mana?!" Tanya Axel kesal.


"Aku minta maaf, tadi aku ketiduran.." jawab Bintang.


"Halah alesan!" Bantah Axel yang sudah terlanjur kesal.


"Aku ga bohong, tadi aku ketiduran. Udah dong, jangan marah marah mulu."


Axel diam dan tak membantah lagi. Ia melirik tajam ke arah Bintang.


"Ya sudah, lain kali jangan begitu lagi!"


"Iya nggak.." sahut Bintang. "Aku malu tau, mama kamu sampai harus nyariin aku."


"Bodo amat, aku mau pulang!" Pungkas Axel masih kesal dengan Bintang.


"Dikit dikit marah, ini salah itu salah." Gerutu Bintang memperhatikan Axel masuk ke dalam mobil. Namun dalam hatinya, Bintang tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2