Ganteng Ganteng Freak

Ganteng Ganteng Freak
Peraturan ketat untuk Axel.


__ADS_3

"Mulai sekarang, kamu harus mengikuti peraturan yang sudah di jadwalkan." Kata Wisnu, seraya meletakkan kertas di atas meja.


"Peraturan?" Tanya Axel menatap kertas di atas meja lalu mengambil dan membacanya.


"Apa apan ini dad?" Axel menatap bingung wajah Wisnu dengan beberapa poin peraturan ketat yang harus di jalankan Axel.


Wisnu mengangguk.


"Rutin ke rumah sakit, buat apa dad? Aku ga sakit." Kata Axel keberatan dengan satu poin peraturan yang di berikan Wisnu.


"Aku tidak mau tau, mulai sekarang kau harus turuti peraturan yang sudah kubuat!" Ucap Wisnu dengan nada tinggi.


"Kau jangan terlalu keras pada Axel.." bela Starla.


"Diam, kau tidak boleh ikut campur. Aku khawatir, semakin dia di bebaskan. Semakin nakal seperti teman temannya." Wisnu membungkam Starla.


"Dad, bukan salah mereka. Aku yang mau seperti itu!" Seru Axel tak mau terima begitu saja keputusan ayahnya.


"Doni!" Wisnu memanggil pak Doni menghadap.


"Saya tuan!"


"Mulai hari ini, kau jangan sampai lengah menjaga anak ini. Sekali saja kau lalai menjaganya, hukuman yang akan kau terima. Paham?!"


Pak Doni mengangguk.


"Mengerti tuan!"


"Dad!" Pekik Axel berdiri menghadap Wisnu dengan tatapan tajam.


"Apa, kau mau apa. Mau melawan, hah?"

__ADS_1


Axel diam dengan napas memburu, menatap wajah ayahnya. Ia menahan rasa kesal, karena kebebasannya di kekang.


"Mulai sekarang, fokus belajar. Perbaiki diri, dan jangan pacaran dulu." Pesan Wisnu sekaligus larangan buat Axel.


"Mom!" Axel menoleh ke arah Starla, meminta dukungannya.


Namun Starla tidak dapat berbuat apa apa karena itu juga buat kebaikan putranya.


"Mom.."


"Sayang, ikuti saja. Bukankah itu buat kebaikanmu?" Jawab Starla.


"Kebaikan, Kebaikanku yang mana?" Tanya Axel menatap kedua orang tuanya bergantian. "Bahkan kalian tidak tahu apa yang aku inginkan."


"Doni."


"Saya tuan.." sahut pak Doni.


"Dad, mom, aku bukan anak kecil lagi yang harus selalu mengikuti kemauan kalian!" Protes Axel, namun tak menolak saat pak Doni menuntunnya.


Di dalam kamar.


Axel duduk di sofa dengan raut wajah kesal. Ia masih tidak menerima peraturan yang di berikan Wisnu. Pak Doni dengan setia berdiri di sudut ruangan memperhatikan Axel.


"Mau sampai kapan duduk cemberut seperti itu?" Tanya pak Doni.


Perlahan Axel mengangkat wajahnya, menatap ke arah Pak Doni.


"Sampai ubanan!" Sahut Axel kesal.


Pak Doni tertawa kecil, lalu menghampiri Axel.

__ADS_1


"Bagaimana kalau-?" Kata kata pak Doni terputus saat pintu kamar terbuka.


Nampak Wisnu menghampiri Axel dan meminta ponsel milik Axel.


"Berikan ponselmu."


"Buat apa Dad?" Tanya Axel.


Wisnu tak menjawab pertanyaan putranya, ia mengambil paksa ponsel milik Axel.


"Dad, apa yang dad lakukan?' Axel berdiri memperhatikan Wisnu membuka kontak yang ada di ponselnya lalu menghapus beberapa kontak yang menurut Wisnu tidak penting.


"Dad, jangan lakukan itu, dad!" Seru Axel.


Namun Wisnu tidak menggubrisnya. Saat ia hendak menghapus nomer kontak Bintang, Bryan dan Celvin. Axel menjatuhkan tubuhnya memohon pada Wisnu untuk tidak menghapusnya.


"Kumohon, jangan lakukan itu dad..."


Wisnu menatap wajah Axel.


"Baik, aku sisakan 3 temanmu. Tapi ingat, jangan melanggar peraturan."


Axel mengangguk dengan berat.


"Iya..."


Wisnu memberikan ponselnya kembali pada putranya. Setelah itu beranjak pergi dari kamarnya. Axel diam dengan posisi yang sama menatap layar ponselnya.


"Dad, nggak sayangi aku.." ucap Axel pelan namun terdengar jelas oleh pak Doni.


Pak Doni juga diam, tak banyak yang bisa dilakukan untuk membela Axel. Perintah Wisnu tidak dapat di langgar, dan sudah menjadi keputusan mutlak.

__ADS_1


__ADS_2