
Di sekolah.
Bintang sengaja tidak langsung masuk ke dalam kelasnya. Ia menunggu Axel tepat di depan pintu gerbang sekolah.
Bintang langsung berlari kecil menghampiri Axel yang baru saja keluar dari dalam mobil.
"Axel!"
Axel menoleh, menyilangkan kedua tangannya di dada.
"Apa, mau alasan apalagi?"
"Dih pagi pagi udah manyun," jawab Bintang.
"Memang iya kan, semalam lo kemana?" Tanya Axel, padahal sudah mengetahui alasan Bintang tidak membalas chat dari Axel.
"Kamu pasti sudah tau, apa perlu aku jelaskan lagi. Udah dong, jangan manyun terus. Aku bingung kalau kamu kaya gitu." Jelas Bintang sembari membujuk Axel.
"Ya sudah, tapi lain kali lo harus bilang. Jangan diem aja, bikin kesel!"
"Aku nggak enak sama kamu, sama momy kamu juga." Kata Bintang.
Namun Axel tidak mau mendengarkan apapun alasan Bintang.
"Gue ga mau tahu, lo harus ikutin apapun kemauan gue. Paham?!"
Bintang mengangguk menyerah, dari pada Axel harus ngambek berhari hari.
"Iya!" Sahutnya.
"Ya udah masuk ke kelas, tapi tu mata di jaga ya. Jangan lirik sana sini, apalagi lirik cowok." Pesan Axel pada Bintang.
"Astaga, iya nggak!" Sahut Bintang.
Axel tersenyum smirk melihat Bintang berlalu dari hadapannya.
__ADS_1
"Axel!"
Axel menoleh ke arah dua sahabatnya. Meski Bryan masih merasakan sakit di tubuhnya akibat pemukulan Edo dan Gema. Tapi ia memilih untuk pergi ke sekolah dari pada harus di rumah.
"Lo ga apa apa?" Tanya Axel melihat cara berjalan Bryan masih pincang.
"Santai, gue masih bisa jalan kok." Kata Bryan.
"Gimana, kita jadi buat perhitungan?" Tanya Celvin.
"Pasti!" Sahut Axel.
Celvin menganggauk, lalu mereka bertiga melangkah bersama menuju halaman belakang sekolah.
"Aku sudah siapkan motor buat kita bertiga." Kata Axel.
"Cabut yuk!" Ajak Axel.
Axel duduk di atas motor, kemudian Celvin dan Bryan satu motor berdua. Mereka menghidupkan motornya lalu melaju meninggalkan sekolah. Di persimpangan, geng nya Axel sudah menunggu. Ketika Axel melewatinya, mereka mengikutinya dari belakang menggunakan motor layaknya konvoi membuat jalanan semakin macet.
Wisnu dan Starla memenuhi undangan Dr, untuk mengetahui hasil kesehatan Axel yang sudah di tunggu mereka.
"Gimana hasilnya Dok?" Tanya Wisnu sudah tidak sabar.
"Silahkan duduk dulu pak Wisnu." Kata Dr.
Starla menoleh ke arah Wisnua yang masih berdiri lalu memukul lengannya.
"Duduk." Ucapnya pelan.
"Ah iya aku hampir lupa." Jawab Wisnu mendadak gugup.
"Putra saya tidak apa apa Dok, syukurlah." Kata Wisnu lagi sambil mengusap dadanya.
Starla yang berada di sebelahnya, menatap horor ke arah suaminya. Namun Wisnu tak menyadarinya.
__ADS_1
"Belum pak, saya belum menjelaskan." Kata Dokter menatap wajah Wismu terlihat gugup.
"Hah, belum. Saya pikir barusan Dokter sudah menjelaskan. He he he, maaf Dok."
"Astaga!" Starla menepuk keningnya sendiri.
"Pak Wisnu tenang, tarik napas lalu hembuskan perlahan." Perintah Dokter.
Tanpa aba aba lagi, Wisnu mengikuti apa yang di perintahkan Dokter. Starla menggelengkan kepala sambil menutupi wajahnya dengan tas kecil di tangannya.
"Bagaimana pak, sudah baikan?" Tanya Dokter.
"Lumayan Dok," sahut Wisnu.
"Baik, ini hasil pemeriksaan sampel darah, putra pak Wisnu dan bu Starla."
Wisnu dan Starla memperhatikan Dokter membuka dokumen dan membacakan hasil tes kesehatan putranya.
Seketika sunyi, sesaat setelah Dr membacakan hasil tes kesehatan Axel. Wisnu memejamkan matanya, Starla mengusap dadanya pelan.
"Pak Wisnu, bu Starla. Kalian baik baik saja?" Tanya Dokter menatap keduanya.
"Dr bercanda bukan?" Tanya Wisnu.
Dokter menghela napas panjang lalu menggelengkan kepala pelan.
"Aah, Dokter bisa saja bercandanya. He he he." Wisnu berdiri dan terus tertawa menghampiri Dokter.
"Tenang pak, putra bapak pasti bisa sembuh asalkan mendapatkan penanganan dan perawatan yang tepat." Kata Dokter berdiri dan menenangkan Wisnu.
Wisnu terus tertawa kecil dan sampai akhirnya terdiam dan kembali duduk di samping Starla.
"Tenanglah.." ucap Starla pelan.
Wisnu mengangukkan kepalanya dan merangkul bahu Starla. Kemudian Dr menjelaskan kembali apa yang mesti di lakukan Wisnu dan Starla, mengenai metode pengobatan untuk putra mereka.
__ADS_1