Ganteng Ganteng Freak

Ganteng Ganteng Freak
Gagal tawuran


__ADS_3

Tepat di persimpangan rel kereta api, tak jauh dari pasar lokal. Geng Axel dan geng nya Gema, sudah bersiap dan saling berhadapan untuk menyerang satu sama lain.


Masing masing membawa tongkat dan ada juga yang membawa batu berukuran sedang di tas nya masing masing.


Para pejalan kaki sudah mulai resah dan mereka memperhatikan anak anak remaja yang hendak tawuran. Tiba tiba, dari arah pasar, seorang wanita tambun datang menghampiri sambil membawa sapu lidi dan berteriak mengumpat pada anak anak remaja itu. Ada juga yang berusaha menghubungi Polisi untuk membubarkan mereka.


"Anak anak gendeng! Bukannya sekolah malah tawuran. Ngga mikir apa ya, gimana orang tua nyekolahin kalian!"


Puk


Puk


Puk


Sapu lidi di ayunkan ke arah Gema dan Axel secara tak beraturan.


"Bubar! Bubar!"


Puk


Puk


Puk


Gema mundur dan melindungi tubuhnya dari serbuan sapu lidi perempuan tambun itu. Tak lama wanita lainnya yang berjualan di pasar menghampiri dan membubarkan anak anak itu.

__ADS_1


"Bubar!' Seru dua wanita itu sambil mengacungkan sapu ke arah Axel dan dua sahabatnya.


Gema mulai mundur bersama gengnya dan lari kocar kacir saat beberapa wanita paruh baya mengejar dan memaksa mereka untuk bubar.


"Bubar!"


Celvin dan Bryan menarik paksa tangan Axel, lalu mereka berlari menghindari emak emak yang berusaha mengejar mereka.


"Ayo cepetan, kita nggak bakalan menang lawan emak emak!" Seru Celvin.


Suasana di jalan persimpangan berubah ramai para pejalan dan pedagang sayuran di pasar. Mereka ikut membubarkan dari kedua belah pihak yang hendak tawuran. Tak lama terdengar suara sirine mobil patroli, mendekat.


Bryan, Celvin dan Axel semakin berlari menjauh. Namun sayang, dua anggota Polisi berhasil menangkap ketiganya dan di amankan.


***


Sesampainya di kantor polisi. Ramdan, ayah tiri Celvin juga sudah datang menjemput putranya.


Setelah di proses dan di berikan arahan oleh pihak berwajib. Polisi pun mengizinkan mereka membawa putranya masing masing.


Di halaman kantor Polisi. Ramdan mencari cari alasan dan keributan dengan Wisnu.


"Anakmu membawa pengaruh buruk, Celvin menjadi anak yang membangkang dan tidak tahu diri!" Tuduh Ramdan pada Wisnu.


"Apa, kau menyalahkan putraku. Kau tidak salah bicara?" Jawab Wisnu tidak terima.

__ADS_1


"Jangan nyalahin orang lain, liat diri lo sendiri. Lo aja ga pantes jadi ayahku!" Seru Celvin pada Ramdan.


Plakkk


Satu tamparan dari Ramdan sebagai jawaban untuk Celvin.


"Diam kau, aku juga tidak sudi punya anak tidak berguna sepertimu. Hanya jadi beban keluarga!"


"Sikapmu sungguh tidak terpuji pak Ramdan." Kata Wisnu.


"Jangan ikut campur, urus saja anakmu yang cuma bawa pengaruh buruk!"


Setelah bicara seperti itu, Ramdan menarik kerah baju Celvin lalu masuk ke dalam mobil.


Wisnu dan Starla menghela napas panjang melihat kekasaran Ramdan pada putranya.


"Sayang, ayo kita pulang." Ajak Starla pada Axel.


"Bryan mom," kata Axel.


"Bryan mau ikut ke rumah tante, atau mau pulang?" Tanya Starla pada Bryan.


"Pulang saja tante..' sahut Bryan.


"Ya sudah, kita antarkan Bryan pulang dulu." Usul Wisnu.

__ADS_1


"Tidak usah om, aku pulang naik taksi." Tolak Bryan.


Namun Axel mencegahnya, ia tidak mau terjadi apa apa pada sahabatnya. Atas desakan Axel, akhirnya Bryan mau di antarkan pulang oleh mereka.


__ADS_2