Ganteng Ganteng Freak

Ganteng Ganteng Freak
Datang ke pesta


__ADS_3

Axel masih bingung dengan sikap Bryan dan Celvin yang masih tak percaya padanya. Bukan Axel yang menyebarkan video itu, bahkan ia tidak mengetahui kalau mama nya Bryan telah beralih profesi karena perusahaannya sudah bangkrut.


Namun Axel tidak tinggal diam, ia meminta pak Doni untuk menyelidiki. Hanya pada pak Doni, Axel lebih banyak terbuka dari pada orang tuanya.


Tok


Tok


Tok


Suara pintu kamar di ketuk.


"Masuk!' Sahut Axel dari dalam kamar.


Pintu kamar terbuka, nampak Starla sudah terlihat rapi dengan pakaian formal.


"Kok kamu belum siap?" Tanya Starla melihat putranya masih memakai piyama.


'Momy, memangnya kita mau kemana?" Tanya Axel malas.


"Temani, aku mau memenuhi undangan sahabat Dady mu." Kata Starla membujuk Axel supaya mau menemaninya untuk hadir di pesta ulang tahun pernikahan Berliana dan Wijaya.


"Tapi, mom.."


"Ayolah, sebentar saja.." bujuk Starla lagi.


Axel menghela napas panjang, dan mengangguk pelan.


"Baiklah.."


Starla tersenyum lalu beranjak pergi dari kamar Axel.


Tiga puluh menit berlalu, akhirnya Axel sudah selesai dan bergegas menemui Starla dan Wisnu yang sudah menunggu sejak tadi.


"Makasih ya sayang," ucap Starla.


Axel mengangguk, kemudian mereka melangkah bersama menuju rumah Berliana.


***


Di rumah Berliana.

__ADS_1


Pesta pernikahan mereka berdua sedang berlangsung. Nampak Friska tersenyum dengan wajah berseri seri bisa berdekatan dengan Axel.


Namun Berliana dan Wijaya terkejut sekaligus malu untuk menemui Axel. Mereka masih ingat kejadian tempo hari, sempat mengusir Axel dan menganggapnya anak ingusan.


"Ini putraku, Axel." Starla memperkenalkan putranya pada mereka.


Berliana tertunduk malu untuk sesaat.


"Starla, ternyata putramu satu sekolahan dengan putriku. Bukankah ini bukan suatu kebetulan?"


Starla mengerutkan dahi menatap ke arah Berliana.


"Maksudmu?"


"Ah begini Starla..." Berliana dengan tidak tahu malu membicarakan perjodohan di depan Starla dan Wisnu setelah ia mengusir dan menghina Axel.


"Perjodohan?" Ucap Starla.


Berliana mengangguk, dan di setujui Wijaya.


Starla dan Wisnu saling pandang sesaat, lalu keduanya memandang ke arah Axel yang tengah memperhatikan seseorang.


"Axel?"


"Kamu sedang lihat apa?" Tanya Starla, membuat Berliana dan yang lain ikut memperhatikan Axel.


"Tentu saja liat pacar Axel!" Sahut Axel.


"Apa?" Tanya Starla mengulang.


Axel menoleh dan tersenyum.


"Lupakan mom.."


"Axel, tante mau minta maaf soal kejadian-?" Ucapan Berliana terputus saat ponsel milik Axel berdering.


Mereka semua terdiam memperhatikan Axel yang mengangkat ponselnya saat mereka tengah berbicara serius. Tak lama Axel mematikan ponselnya, lalu mencium pipi Starla sekilas.


"Mom, dad, aku pergi dulu ada urusan yang lebih penting!" Selesai bicara seperti itu, Axel berlari keluar dari pesta.


"Maafkan putraku..." ucap Wisnu pada Berliana dan Wijaya.

__ADS_1


"Tidak masalah, namanya juga anak anak." Timpal Wijaya mencoba mengambil hati.


"Bagaimana dengan usul saya?" Tanya Berliana pada Starla dan Wisnu.


"Perjodohan?" Tanya Starla mengulang.


Berliana dan Wijaya mengangguk.


"Maaf, saya sebagai ibunya menolak perjodohan. Putraku masih kecil, dia masih butuh kebebasan untuk melakukan banyak hal tanpa terikat satu ikatan dengan siapapun." Tegas Starla.


Berliana dan Wijaya menelan ludah kekecewaan sekaligus malu. Di depan teman temannya yang lain, Starla menolak putrinya.


"Awas saja, berani menolak putriku." Batin Berliana.


"Tidak apa apa Starla, aku mengerti." Kata Berliana berusaha untuk tersenyum ramah di depan mereka.


Pesta pernikahan terus berlangsung hingga selesai, meski Berliana dan Wijaya tidak seceria di awal. Namun Starla tidak perduli, ia lebih mengutamakan masa depan dan mental putranya dari pada harus mengorbankan masa depan putranya dengan sebuah perjodohan yang menurut Starla sudah tidak layak untuk di lakukan lagi.


Sementara Axel pergi ke dapur mengikuti Bintang.


"Axel, kamu mau ngapain?" Tanyanya.


"Kamu sendiri ngapain pake baju pelayan?" Axel balik bertanya.


"Kamu tau sendiri bukan, aku memang pelayan di rumahku sendiri..." jawab Bintang.


"Nak, sebaiknya kau kembali. Nanti Bintang di marahi bu Berliana."


"Dia siapa?" Tanya Axel menunjuk pada bu Santi.


"Ibuku..." jawab Bintang.


Axel terdiam memperhatikan wajah Santi. Wanita yang sama, saat di hotel bersama Wisnu.


"Ibunya Bintang? Tapi mengapa dia jalan bersama Dad?" Batin Axel.


"Malah bengong!" Bintang menepuk lengan Axel.


"Ayo sana!" Bintang mendorong tubuh Axel menjauh dari dapur.


Axel diam cukup lama meski pintu dapur sudah di tutup Bintang.

__ADS_1


"Aku bingung..." gumamnya.


__ADS_2