
Sejak meninggalnya Claudia. Bryan mengalami depresi, kehadiran Celvin dan Axel tak mampu merubah apapun.
Perubahan perilaku dan mood yang tidak stabil terkadang dianggap wajar di masa pendewasaannya oleh kakeknya. Bryan sering terlihat murung atau sedih.
Bahkan Bryan banyak berubah.
Mudah menangis, tersinggung, dan marah karena hal-hal yang sederhana. Kehilangan minat dalam melakukan aktivitas sehari-hari
Menyalahkan diri sendiri, Sulit berkonsentrasi, sering bolos, dan prestasi di sekolahnya menurun
Sulit tidur dan insomnia, mudah merasa lelah, sering sakit kepala atau sakit perut. Tidak nafsu makan atau justru makan berlebihan.
Depresi yang di rasakan Bryan awalnya tidak terdeteksi. Namun dari hari ke hari, perubahan itu jelas terlihat oleh Bryan dan Celvin. Bahkan, Celvin dan Axel berkali kali menemukan Bryan dalam kondisi sangat buruk. Bryan berusaha melukai dirinya sendiri.
"Bryan, gue pulang bareng lo ya?" Celvin meminta izin, biasanya ia tidak perlu melakukan itu. Namun sejak Bryan berubah, Celvin lebih menjaga suasana hati Bryan.
"Ga, gue mau balik sendiri." Tolak Bryan.
"Oke deh!" Sahut Celvin sedikit kecewa.
Bryan langsung ngeloyor begitu saja dari hadapan Celvin dan Axel. Kemudian Bryan masuk ke dalam mobil miliknya sendiri dan melajukannya meninggalkan sekolah.
"Lo ikut bareng gue, gimana?" Tawar Axel.
Celvin menoleh ke arah Axel, menggelengkan kepala.
__ADS_1
"Makasih, gue takut bokap lo marah." Tolak Celvin menatap tajam Axel.
"Gue ga ngerti, sekarang gue merasa sendirian. Lo dan Bryan berubah, ga asik lagi kaya dulu!" Protes Celvin.
"Lo, kok ngomong gitu sih?" Tanya Axel. "Lo bilang bakalan dukung apapun, kenapa lo yang kaya gini?"
"Ah sudahlah, gue balik dulu!" Celvin berlari menuju tepi jalan raya.
Axel menghela napas dalam dalam. Rasa sesak di dalam dadanya, persahabatannya terasa hambar tak sehangat dulu.
Sementara Bryan yang melajukan mobilnya di jalan tol dengan kecetana tinggi. Ia menyetir mobil sambil melamun, ia terus merutuki kesalahan dan penyesalannya. Bryan masih belum terima kalau mamanya sudah tiada.
"Kenapa harus gue..." batinnya seraya meneteskan air mata hingga mengaburkan pandangannya.
Tiba tiba Bryan membanting stir ke kiri untuk menghindari mobil yang berada di depan.
BRAKKK
BRAKKK
Mobil milik Bryan terbalik dan terjepit diantara dua bus pariwisata. Jalan tol berubah macet dan tak lama kemudian terdengar suara ambulan dari kejauhan. Suara sirine mobil patroli terdengar semakin dekat.
Evakuasi di lakukan, korban meninggal di tempat dan yang masih hidup segera di bawa ke rumah sakit terdekat.
Tubuh Bryan paling sulit di keluarkan karena terjepit badan mobil. Butuh beberapa waktu untuk mengeluarkannya dan membawanya ke rumah sakit dalam keadaan tak bernyawa.
__ADS_1
Anggota keluarga segera di hubungi, berita tabrakan beruntun di jalan tol di siarkan di media online.
Axel dan Celvin yang mendapatkan info tentang meninggalnya Bryan karena kecelakaan langsung bergegas ke ru.ah sakit.
Tubuh Axel gemetar melihat darah di kain yang menutupi tubuh Bryan. Ia tidak ada keberanian untuk melihatnya. Jantungnya berdebar dan pikirannya kacau, begitu juga dengan Celvin.
Mereka berdua saling berpelukan, saling menguatkan satu sama lain.
Sahabat adalah ia yang mengenal kebaikan dan keburukanmu, namun tetap menerima dengan apa adanya. Hubungan antar teman atau sahabat bisa begitu kuat karena bisa memaknai hubungan .
Selain keluarga, biasanya sahabatlah orang terdekat dalam hidup, tak jarang ia menjadi satu-satunya tempat pelarian tak hanya saat kita merasa Bahagia.
Tetapi juga disaat kebingungan mencari solusi atas masalah yang sedang dihadapi, merasa sedih, cemas dan menghadapi berbagai situasi berat lainnya. Dengan begitu besarnya peran sahabat.
Semua perasaan bahagia yang telah di lalui bersama. Suka dan duka, tangis dalam kebersamaan dan keseharian.
Brya dan Celvin tak mampu mengungkapkan, persahabatan sejati, terlalu indah di masa itu.
Sahabat, satu lembaran penuh tak mampu menggambarkan bagaimana tentang kamu. Semua tetsimpan dalam angan dan memori.
Sahabat sejati tercipta bukan karena sering bersama. Bahkan pertemuan yang biasapun bisa menyimpan sejuta makna.
Sahabat sejati tak dapat terpisahkan, dan kini. Maut lah yang memisahkan persahabatan tiga anak remaja.
Celvin semakin terisak dan mengeratkan pelukannya pada Axel. Begitu juga sebaliknya.
__ADS_1
Sahabat, terima kasih. Selain orang tua, sahabat adalah rumah kedua untuk berkeluh kesah.