
" Ya Allah ku serahkan semua kepadaMu, mudahkan lah langkahku untuk mencari kebahagiaan buat mereka." Doa Arin yang tulus.
" Aku yakin semua pasti akan indah pada waktunya... dan Allah pasti mengiringi di setiap langkahku...." Gumam Arin dalam hati.
---------
Rumah nenek.
" Assalamualaikum." Salam Arin dengan melangkahkan kaki masuk rumah.
" Waalaikumsalam." Jawab Mak dari dalam rumah, dan melihat cucu yang ia rindukan berdiri di depan nya sekarang, rona bahagia pun terpancar dari wajah yang sudah di penuhi dengan garis keriput, tapi masih terlihat kecantikan nya. Arin terus memeluk neneknya...dan tidak lupa menciumi pipi orang tua renta itu.
" Kenapa baru pulang sekarang?" kesal Nenek.
"Apa kamu gak merindukan Mak ? kamu sangat membuatku khawatir!" tambah Mak.
" Kamu berangkat jam berapa tadi?? kok jam segini da nyampek sini?" luahan hati nenek yang tanpa jeda, dan membuat Arin semakin memeluknya erat.
Arin pun sangat merindukan neneknya, karena baru sekarang ini dia pergi lama jauh dari Nenek.
" Oh kamu ni gak punya telinga atau gak punya mulut?? di tanya sama orang tua kok gak di jawab" kata Mak sambil memukul lengan Arin. Spontan saja itu membuat Arin melepaskan pelukannya.
" Sakit tau Mak... suka sekali sih mukul aku!" ucap Arin dengan memasang muka cemberut.
" Siapa suruh tidak menjawab pertanyaan Mak, hmhmmm !" memukul sekali lagi pada tempat yang sama.
" Mak." Teriak Arin yang merasa di kerjain ama Mak nya. Mereka berdua pun akhirnya saling melepaskan rindu satu sama lain dengan bercerita.
" Gimana, apa kamu sudah mendapat kerja?" tanya Mak.
" Belum Mak, tapi sekarang aku udah mendaftar di PJTKI, Arin mau kerja ke luar negeri" kata Arin.
" Kamu yakin mau kerja ke luar negeri?" Mak mencari keseriusan di mata cucu kesayangan itu.
Arin mengangguk.
" Arin yakin Mak, dan Arin minta tolong sama Mak... selalu doakan Arin ya!" pinta Arin serius.
" Ya' terserah kamu aja, yang penting jangan pernah melupakan kewajiban mu dan selalu jaga diri baik-baik." Ucap Mak.
" Terus kapan kamu akan berangkat?" tanya Mak.
" Rin tinggal menunggu kabar dari PL Mak. Rin pulang mau ambil baju. Rin akan berangkat dari rumah Bapak, biar mudah apalagi rumah PL nya kan gak jauh dari rumah Bapak, jadi sewaktu waktu ada informasi tinggal langsung pergi..." jelas Arin.
"Ya Mak akan selalu berdoa yang terbaik buat kamu."
" Sekarang kamu ganti baju dulu, dan langsung pergi sarapan," perintah Mak.
" Siap... komandan," sahut Arin yang berdiri memberi hormat kepada nenek seperti memberi hormat pada Polisi.
" Udah jangan bercanda, cepetan sana. Mak juga belum sarapan tadi," beranjak pergi ke dapur mengambil Nasi goreng yang baru di masaknya.
Arin pun langsung masuk ke kamar nya dan ganti baju, tak butuh waktu lama ia pun keluar kamar, langsung ke meja makan.
__ADS_1
" Waooohh nasi goreng?" celetuk Arin dengan penuh semangat melihat nasgor dan telur ceplok. Segara ia melahap makanan itu, nenek yang di depannya pun hanya geleng geleng saja melihat tingkah Arin.
" Pelan pelan saja Rin kalau makan! gak ada yang mau merebutnya."
" iya Mak."
-----------------
Malam hari.
Arin di kamar mulai memilih milih baju yang akan ia bawa. Tak butuh baju banyak, Arin hanya membawa 1 tas ransel dan itupun gak penuh.
" Ini dah cukup..." batin Arin.
Arin ke luar kamar melihat nenek sedang nonton TV. Ia pun duduk di sebuah kursi panjang, sambil mencari posisi yang enak buat rebahan.
" Dah selesai kemas kemasnya??" tanya Mak.
" Sudah... "
" Arin gak membawa baju banyak kok Mak, hanya beberapa pasang baju." Jelas Arin.
tak tak tak...tak
Suara derap langkah kaki masuk rumah.
" Oh kamu. Sejak kapan kamu pulang?
Arin hanya diam saja... sambil melirik sang empunya suara.
Mendekat ke Arin terus menjewer kuping Arin.
" Kalau ada orang nanya itu jawab! jangan diam aja!" tutur Om.
" Aaarrggh..." teriak Arin.
" Sakit tau!!" kesal Arin.
" Kebiasaan... kalau ketemu mesti jail..." gumam nenek yang merasa sedikit terhibur dengan tingkah 2 orang yang sangat di sayangi.
" Kamu tu dari mana aja sih Gus...? jam segini baru pulang." Tanya Mak.
" Ya kerja Mak... " jawab Om santai sambil minum kopi Nenek yang ada di depan nya.
" Kalau kerja mana uang nya??" mengulurkan tangan meminta. Tanpa ragu Om memberi 50 ribuan 3 lembar sama nenek.
Spontan Arin pun mengulurkan tangannya juga minta bagian.
" Aku mana???" Arin.
" Ikut ikutan aja!?" memberi uang 50 ribu.
" Makasih...!" memasang senyum manis nya.
__ADS_1
" Ya Allah mimpi apa aku semalam dapat rejeki segini dari Om?" ucap Arin.
" Kalau kamu banyak bicara sini balikkan uang nya," perintah Om.
" Ooo hooo.. .. uang yang sudah di kasih tidak bisa di minta lagi," cetus Arin.
Malam semakin larut namun mereka bertiga belum ada yang mau tidur, masih asik saling bercerita dan sesekali melihat serius ke alur cerita di TV.
Pukul 1 dini hari.
Arin yang tanpa sadar tertidur di kursi, Nenek tertidur di kasur yang ada di depan TV.
Om pergi ke kamar Arin mengambilkan selimut, tanpa punya niat untuk membangunkan Arin untuk pindah tidur ke kamar.
Dan tidak lupa juga menyelimuti Nenek, setelah itu mematikan TV, dan lampu ruangan.
Setelah itu Om pun pergi ke kamarnya untuk istirahat juga.
------------
Sudah jadi rutinitas Arin bangun awal, dia terus membersihkan diri dan terus pergi ke Mushola yang dekat dengan rumah untuk melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim.
" Hai Rin ..." sapa mbak Evi tetangga yang juga selalu rajin ke Mushola.
" Hai ... kak... apa kabar?" balas Arin.
" Baik.... kamu kok lama gak keliatan, kemana saja?" tanya Evi.
" Aku ke rumah orang tua ku kak." Jawab Arin.
Suara khomat terdengar, dan mereka pun melaksanakan sholat.
Selesai sholat ... Arin langsung bergegas pergi dari Mushola.
" Rin kenapa keburu buru?" tanya kak Evi,
meraih tangan Arin.
" Eh... kak Evi, mau segera masakkan air buat Mak," mencoba mencari alasan.
" Ya udah, kamu gak main ke rumah ku?" tanya Evi.
" Lain kali aja kak, lagi pun ini masih terlalu pagi bertamu ke rumah orang..."
" Ok lah kalau gitu bye."
" Bye kak Evi."
" Huuhh selamat... bukannya apa aku gak mau nanti dia banyak tanya lagi, dan pasti ujung ujungnya bahas masalah sekolah." Gumam Arin dalam hati sambil terus berjalan pulang.
# Mohon dukungannya ya dan terima kasih sudah mampir ke cerita ku 🙏🙏🙏
jangan lupa like dan komen nya ya di tunggu... 😘😘
__ADS_1