Garis Hidup Arin

Garis Hidup Arin
Kabar baik.


__ADS_3

" Bagaimana mungkin kamu masih menutupi kesalahan ku di depan Mira, padahal engkau tau bahwa ini semua salahku. Aku semakin mengagumimu." Gumam Roni yang masih melihat rekaman cctv di kamar direktur tadi.


Tok tok tok


" Permisi Kak Ron."


___________


" Masuk."


Sisil masuk ke ruangan Roni dengan membawa tiket pesawat. Keberangkatan ke Hongkong tidak bisa di tunda lagi. Jadi besok pagi Roni harus segera berangkat. Akhirnya Roni pun menyetujui, dan ini akan ia pergunakan untuk menjauhi Arin. Atau lebih tepatnya lari dari perasaannya sendiri.


" Sil, gimana masalah Arin?"


" Masalah yang mana satu Kak?"


" Bisakah kamu menjawab pertanyaan ku dulu! sebelum kamu memberi pertanyaan balik."


"Maaf kak. Masalah Arin kan banyak plot nya hahaha"


" Hahaha pandai juga kamu menjawab. Maksud ku, apa dia sudah punya majikan belum?"


" Untuk sementara ini belum ada interview untuk nya Kak."


" Kamu kirim file nya ke agen apa?"


" Agen muslim Kak."


" Medical sudah?"


" Belum, jadwalnya baru minggu depan."


" Ok, terima kasih kamu boleh pergi."


Sisil pun segera keluar, Roni menatap tiket yang di atas meja itu. Dia pun beranjak untuk pulang karena harus mempersiapkan keperluan nya.


Di rumah Arin.

__ADS_1


Sore itu semua kumpul di rumah termasuk Mak dan Om yang datang. Mereka sedang makan bersama. Senda gurau pun tercipta di antara mereka.


" Apa ada kabar dari Arin?" tanya Mak pada Bapak.


" Kabar yang terakhir dia sudah mulai beradaptasi dengan lingkungan yang di sana. Tapi sekarang aku belum dapat kabar lagi. Ya kita doakan saja biar dia cepat dapat majikan. Yang baik dan bisa menerima nya. Mak gak usah khawatir kita serahkan semua pada Allah."


" Kau benar... tapi aku merindukan Arin, kau tau sendiri bahwa aku ta pernah jauh dari nya. Dari kecil lagi aku selalu menjaganya, kemana pun aku pergi aku selalu membawa Arin. Tak pernah ku biarkan dia sendiri, tapi sekarang lihatlah dia sudah beranjak dewasa. Dia bisa menentukan pilihannya sendiri. Rasanya baru kemarin aku menggendong dia membawanya ke pasar. Banyak pembeli yang selalu mengagumi kecantikan Arin, bulu matanya yang lentik, mata yang menawan.


Setiap pagi semua orang berebut ingin mengajaknya, semua pada iri dengan kecantikan Arin, mereka bilang seperti boneka. Tapi sekarang ia pergi berjuang ke luar negeri hanya untuk meraih mimpi." Ungkap Mak yang benar benar merasa rindu pada sosok cucu kesayangan nya. Hingga ta terasa air mata itu berlinang di pipi Mak.


" Sudah lah Mak, ini sudah keputusan Arin, jangan bersedih seperti ini Mak! kalau Arin tau dia akan lebih sedih." Bujuk Ibu Arin, dengan membelai punggung Mak.


Di PT


Semua sudah ada pada kamar masing masing setelah makan malam. Ada sebagian yang langsung tidur dan ada pula yang sedang ngobrol, seperti Arin dan kedua sahabatnya itu. Mereka asyik ngobrol, sama sama merangkai khayalan kelak jika sudah sukses.


Mia yang ingin menyekolahkan adik adiknya sampai tinggi, dan yang terakhir ingin menikah dengan seorang cowok yang selama ini ia impikan.


Mira, dia hanya ingin kebebasan, dengan dia pergi keluar negeri dia bebas dari tekanan keluarga nya. Impian Mira hanya simpel saja dia ingin pendapat nya di hargai di dengar.


Arin, dari awal dia ingin membahagiakan orang orang yang ia sayangi. Hanya itulah impiannya, dan dia akan terus berusaha. Entah jalannya seperti apa, tapi dia yakin pasti bisa melakukannya dan melaluinya.


Keesokan harinya.


Semua pada kumpul di aula, setelah sarapan. Mereka menunggu pengumuman yang akan di sampaikan pada mereka. Ya hari ini adalah hari yang mereka tunggu, hari pengumuman pemenang dalam lomba HUT RI kemarin.


Pak Tohir naik ke atas panggung, membuka acara.


" Selamat pagi teman teman. Hari ini sudah di rencanakan untuk apa?"


" Pengumuman hasil lomba." Jawab serempak mereka yang di aula.


" Ok... tidak usah menunggu waktu lama ya, mari kita memulai acara." " Silahkan mulai acara nya, karena seperti nya mereka tidak sabar menunggu siapa yang mendapat hadiah 1 juta itu." Perintah Pak Tohir.


" Selamat pagi semua, mari kita awali dengan doa dulu agar semua berjalan dengan lancar tanpa rintangan. Berdoa menurut agama dan kepercayaan masing masing di persilahkan."


Hening selama beberapa saat.

__ADS_1


" Selesai. Ok kita mulai ya persiapkan diri kalian. Lomba yang di bagi menjadi 2 yaitu group dan perseorangan. Kita bacakan dulu yang group. Lomba Voli, pemenang ke tiga adalah kelas... Malaysia. Mendapatkan hadiah lima ratus ribu. Pemenang kedua di raih oleh kelas... Taiwan. Mendapatkan hadiah tujuh ratus lima puluh ribu. Dan pemenang pertama di raih oleh kelas... jeng jeng jeng Brunai. Mereka mendapatkan uang satu juta rupiah.. untuk para pemenang mohon perwakilan naik menerima hadiah."


Semua bersorak gembira, tanpa terkecuali. Pembagian hadiah berjalan dengan penuh kegembiraan tanpa ada yang merasa tidak adil. Arin, Mira dan Mia yang tidak ikut lomba pun ikut merasa bahagia.


Satu bulan kemudian.


Semuanya telah berubah, Mira dan Mia kini sudah terbang tiga minggu yang lalu kini tinggallah Arin. Bagi Arin semua terasa sepi tanpa kedua sahabat nya itu.Tapi dia ta begitu sedih karena sebentar lagi dia pun akan segera terbang ke Singapura.


Roni pun berusaha menjauhi Arin, karena ia tak mau jika Arin terluka lagi karena ulahnya. Tapi meskipun begitu ia terus memantau setiap gerak gerik Arin melalui layar ponselnya, yang terhubung langsung dengan cctv di PT tersebut.


" Rin, aku begitu merindukanmu, rindu hinaan darimu, rindu akan kemarahan mu... rindu akan semua tentang dirimu. Semakin aku ingin melupakan mu, entah mengapa aku semakin merindukan mu. Aku berharap suatu hari nanti kita akan bertemu kembali." Gumam Roni yang duduk di meja kerjanya.


Roni menghubungi Sisil.


Kriiing


Kriiing


Sisil pun mengangkat telfon yang berdering itu.


" Halo."


" Sisil... beri tau aku kapan Arin terbang?"


" Kak Ron, di sini sudah di jadwalkan empat hari lagi Arin akan flight."


" Ok terima kasih." Roni mematikan sambungan. Dan dia langsung menghubungi pak Prapto.


" Halo"


" Iya Pak, ini saya Roni. Saya mau beri tau kan bahwa 4 hari lagi Arin akan terbang. Jadi besok atau lusa keluarga dari Arin boleh menjenguk dia."


" Oh terima kasih informasinya, aku akan segera menyampaikan kabar baik ini pada keluarga Arin."


" Baiklah pak, sampai bertemu lagi."


"Iya ... sekali lagi terima kasih."

__ADS_1


Pak Prapto yang sedang di pasar pun langsung mengambil kunci motornya, pergi ke rumah Arin.


# Terima kasih 🙏 ya'sudah mampir ke cerita ku jangan lupa like dan komen 🙏 vote dan favoritkan ya 🙏😘🌹💋


__ADS_2