Garis Hidup Arin

Garis Hidup Arin
Minta Restu


__ADS_3

" Maksudnya gimana ya?" Tanya Bapak.


" Maksud saya jadi TKW saja, kalau negara tujuan itu tergantung Arin. Lumayan kan gajinya juga besar." Terang Pak Prapto.


Arin yang sejak dari tadi duduk di tepi ranjang sambil mendengarkan pembicaraan Bapak dan tamunya Arin sudah mulai tertarik dengan penawaran pak Prapto.


________________


" Tapi kan umur Arin masih belum cukup untuk pergi jadi TKW. Apalagi Ibunya belum tentu akan ngijini dia pergi." Kata Bapak Arin.


" Kalau masalah umur tenang saja pak, masa Bapak gak ngerti juga, ini kan Indonesia semua akan mudah, pokoknya serahkan semua kepada saya, Insya Allah Arin aman dan sukses." Detail Pak Prapto.


" Saya gak mau memaksakan ini pada dia, semua perlu waktu. Apalagi dia masih kecil buat kami." Jawab Bapak dengan wajah tenangnya.


Pak Prapto sudah kehabisan akal untuk membujuk.


" Ya saya sih cuma nyaranin saja Pak, tapi saya akan membuka pintu rumah saya jika nanti Bapak atau Arin berkeinginan. Saya permisi dulu dan maaf pagi pagi sudah bertamu seperti ini." Pamit Pak Prapto.


" Jangan sungkan seperti itu Pak, saya malah berterima kasih karena masih ada yang perhatian sama Arin dan ingin membantu." Belum selesai Bapak berbicara, Ibu keluar dari dapur membawa minuman. Maklum lama buatnya karena harus merebus air menggunakan kayu bakar dulu.


" Loh pak, kok keburu buru sih ini minumnya sudah di buatkan, maaf lama, silahkan di minum dulu." Ucap ibu dengan meletakkan 2 gelas kopi dan sepiring singkong rebus.


Kemudian ibu pun duduk bergabung dengan mereka.


" Kok repot sih Bu, saya jadi malu kalau kayak gini." Jawab Pak Prapto dengan wajah sumringah.


"Gak repot kok pak cuma air.


Emmm sebenarnya kok tumben pagi pagi ke sini? atau hanya sekedar mampir?" Tanya Ibu basa basi karena sebenarnya Ibu sudah mendengar pembicaraan mereka.

__ADS_1


" Ehhh gak ada apa apa kok Bu, cuma pengin main ke sini saja. Sekalian jalan sehat kan lumayan dari rumah kesini. Dan mau tau kabar Arin yang katanya pulang ke sini, itu saja." Kata Pak Prapto sambil makan singkong yang ada di tangan nya.


" Sebenarnya Pak Prapto kesini untuk menawarkan kerja buat Arin jadi TKW." Jelas Bapak ke ibu.


" Ya kalau saya pribadi, saya tidak mau anak saya mengalami apa yang pernah saya rasakan, sudah cukup rasanya biar saya sendiri, bagaimana rasanya jadi pembantu dan hidup jauh dari keluarga." Ungkap isi hati Ibu dengan nada suara sedih, karena terkenang masa di mana ibu kerja jadi TKW di Arab Saudi.


Tanpa terasa air mata yang bening itu mengalir di pipi Ibu dengan cepat pun ibu menghapus.


" Maaf kan saya bila kedatangan saya kesini hanya membuat sedih." Desih Pak Prapto dengan rasa bersalah nya karena membuat Ibu menangis.


" Sudah sudah gak perlu sungkan gitu Pak. Lanjutkan saja minumnya nanti dingin gak enak." Kata bapak yang berusaha merubah suasana.


Sedangkan Arin yang di dalam kamar ikut menangis dan merasa sesak di dadanya, dia menutup mulutnya dengan bantal agar suara tangisnya tidak terdengar ke luar.


Ta berapa lama Pak Prapto pulang. Arin terus berusaha menghapus air mata agar tak tersisa di pipinya. Karena dia tak mau ibunya sampai tau kalau dia habis nangis. Ketika di rasa sudah ta terlihat sedih, ia pun keluar kamar sambil pura pura menguap.


" Kamu tadi tidur lagi? hmm?" tanya ibu, yang merasa heran.


Di keluarga Arin sudah jadi kebiasaan dan aturan jika bila ada tamu yang bukan pihak keluarga dekat, maka anak harus pergi dari ruang tersebut tidak boleh ikut nimbrung, kecuali kalau mereka di panggil karena keperluan.


" Ibu mau pergi dulu ya ke rumah Mak Ati." Ucap ibu.


Rumah Mak Ati yang tidak jauh dari rumah, dan ketika ibu sudah pergi.


" Pak aku mau jadi TKW, siapa tau di situ lah jalanya aku bisa meraih impianku, aku mohon Pak ijinkan aku untuk pergi." Pinta Arin yang duduk di sebelah bapak nya.


Bapak seperti mencari keseriusan di mata anaknya, memandangi manik yang di dalamnya.


Hela'an nafas panjang dan wajah sedih yang terpancar. Dengan lembut Bapak mengusap puncak kepala Arin.

__ADS_1


" Kamu masih belum cukup umur, lagipun Ibumu belum tentu akan memberikan ijin ke kamu."


"Tapi Pak kan data bisa di rubah, seperti yang di katakan oleh Pak Prapto tadi, boleh ya."


" Boleh apa?" tiba tiba Ibu datang dari belakang. Bapak dan Arin pun sempat kaget dengan suara Ibu yang tiba-tiba muncul, serempak mereka pun menoleh. Ibu pun langsung ikut bergabung duduk di ruang tersebut. Dengan wajah takut Arin pun mulai bicara.


" Bu emm--"


" Emmmm anu..." dia bingung harus memulai menjelaskan pada ibunya.


"Iya, bicara saja ada apa? "


" Tolong ijinkan Arin kerja jadi TKW bu, biar Arin bisa bahagia kan kalian, karena cuma itulah impian Arin. Aku hanya ingin melihat orang orang yang aku sayangi bahagia, aku mohon Bu." Ungkap Arin dengan memandang wajah ibunya, yang sedari tadi hanya menatap tak berkedip.


Tanpa memberikan jawaban Ibu langsung bangkit dari duduknya dan pergi ke kamar.


Bapak pun menepuk pundak Arin dan melangkah pergi ke luar rumah, bahkan Bapak pun tak ada niat untuk membujuk Ibu. Kini tinggal Arin yang ada di ruang itu, air mata yang terus mengalir, dia menyeka. Dan bangkit menuju kamar depan. Arin tau untuk saat seperti ini akan percuma jika dia memaksa minta ijin Ibu. Dia terus termenung duduk di atas ranjang dengan memeluk kedua lututnya untuk penyangga dagu.


Lama mereka berdiam diri di dalam kamar masing-masing hingga hampir sore.


" Assalamualaikum." Suara Ana menggema.


Ana heran dengan suasana sepi di dalam rumah.


" Kemana mereka semua? pasti di kamar." Terka ana yang berjalan menuju kamar nya.


Arin yang tau akan gerak gerik Ana, ia pun langsung membaringkan tubuhnya dan pura pura tidur.


" Ihhh dah sore gini kok tidur sih! emmmm mungkin masih capek kali ya. Ya udah aku biarkan tidur nyenyak kali ini, tapi lain kali jangan harap." Gumam Ana tapi masih di dengar Arin dan ibu yang ada di kamar sebelah.

__ADS_1


Sedikit terhibur Arin pun tersenyum ketika Ana sudah keluar kamar, Ia pun melanjutkan pura pura tidur nya.


# *T**erima kasih 🙏 ya' sudah mampir ke cerita ku. Mohon dukungannya dengan like dan komen 🙏😘🙏*


__ADS_2