Garis Hidup Arin

Garis Hidup Arin
Semangat


__ADS_3

" Ya Allah berikanlah hamba petunjuk Mu, Engkau Maha Mengetahui Segalanya, tanpa hamba bercerita Engkau tau apa yang ada dalam hati hamba. Berikanlah hamba Mu kemudahan aamiin." Doa lirih Arin setelah sholatnya dan pastinya dengan air mata yang berlinang membasahi pipinya. Dia trus menangis tersedu sedu, hingga kelelahan dan akhirnya lelap dalam tidurnya.


________________


" Mak aku berangkat dulu, assalamualaikum." Pamit Arin kepada neneknya.


Sambil mencium punggung tangan nenek, dan mencium pipi nya.


" Waalaikumsalam hati hati." Jawab nenek dengan berjalan ke depan rumah.


Nenek terus memperhatikan kepergian cucu kesayangan nya, hingga hilang dari pandangan.


" Ke mana aku harus cari uang itu, kasian dia, kalau sampai gak bisa ikut ujian.Ya Allah ya Gusti paringi Kulo rejeki sing katah, supoyo saget bayar sekolah Arin ( ya Allah berikanlah aku rejeki yang berlimpah supaya bisa bayar sekolah Arin) " Gumam Nenek dalam hati.


Kemudian nenek pun berlalu pergi masuk ke dalam rumah.


Di sekolah Arin sudah masuk dalam kelas, meskipun bell masuk belum berbunyi dia lebih memilih untuk duduk di bangku nya. Belum begitu banyak siswa yang datang, hanya beberapa karena ini masih terlalu pagi. Arin terus saja memikirkan tentang administrasi sekolah nya.


" Apakah aku harus berhenti aja ya, biar gak jadi beban nenek." Terlintas pemikiran di benak Arin.


" Terus apa kata temenku kalau aku gak sekolah?!! pasti mereka mengejek ku dan...." Belum selesai dia bermain dengan fikirannya, tiba kedatangan Tanti membubarkan semua..


" Kenapa pagi pagi dah ngelamun??? kesambet baru nyahok." Kata Tanti sambil mendaratkan pinggulnya di bangku.


Sedangkan Arin yang di ajak bicara pun hanya mengerutkan dahi nya tanpa menjawab.

__ADS_1


" He Rin, aku perhatikan beberapa hari ini kamu kok agak berubah, lebih banyak diem kalau ada masalah cerita dong. Siapa tahu aku bisa bantu kamu dengan jadi pendengar setia bahu ku masih kuat kok untuk menahan kepalamu." Tutur sahabatnya, dengan menepuk pundak.


" Terima kasih lain kali aja aku cerita, gak sekarang. Aku beruntung punya sahabat kayak kamu terima kasih." Ucap Arin dengan menggenggam tangan sahabat nya itu, dan tidak lupa juga senyumnya yang membuat orang bisa tertipu jika melihatnya. Sedangkan Tanti sudah mulai mewek dengan perlakuan Arin.


" Kita kan dah sahabatan semenjak SMP, aku tau pasti kamu sekarang lagi ada masalah. Kamu bisa tipu anak lain tapi bukan aku, hiks... hiks... hiks... aku tau kamu sembunyikan sesuatu dari aku. Tapi kalau kamu gak mau cerita ya udah, tapi janji ya lain kali tolong cerita sama aku..!" tanpa menjawab kata kata sahabat nya Arin langsung memeluk.


"Terima kasih sudah menjadi sahabat ku." Ucap Arin sambil berbisik di telinga sahabatnya, dia sebenarnya ingin cerita dan minta pendapat dari Tanti, namun ia tak punya keberanian.


"Kringg


kringg


kringg." Tanda masuk pun berbunyi


" Ada apa sih dengan mereka berdua kok main peluk pelukan segala???" tanya Desi kepada Yessy, yang ta lain adalah teman Arin sama Tanti satu kelas.


" Mana ketehe tempe aja pakek tahu." Jawab Yessy dengan mengangkat bahu dan kedua tangannya.


" Ihh kalau jawab tu yang bener dong. Kalau tempe sama tahu enanknya di makan tu pakek sambel pasti enak, nyamm nyamm nyamm." Bayangan makanan langsung menari nari di langit langit kelas,di pikiran mereka berdua.


" Kok jadi bayangin makanan sih? ah ini gara gara kamu tu kan aku jadi laper sekarang." Gerutu Desi pada Yessy.


" Salah sendiri, emang tadi kamu gak sarapan hm?" tanya Yessy.


" Males aja, tadi cuma ada nasi, Ibu belum masak...." Nyengir Desi sambil memegangi perutnya.

__ADS_1


Guru bahasa Inggris pun memasuki ruangan kelas, dengan langkah tegap nya dan pandangan yang menyapu seluruh kelas pun ta luput dari mata nya. Ketika sudah duduk dia menurunkan kaca mata nya tepat berada di ujung hidung, melihat satu persatu siswa nya.


" Kumpulkan tugas kalian ke depan sekarang! dan bagi siapa yang belum mengerjakan harap angkat tangan!!" tutur Pak Yusuf.


Beberapa siswa maju ke depan mengumpulkan buku tugas nya, dan hanya dua siswa saja yang kena hukuman karena belum mengerjakan.


"Buka buku soal kalian buka halaman 36 dan kerjakan, sekarang!!! saya kasi waktu 40 menit untuk mengerjakan." Tuntut Pak Yusuf dengan mata elang nya.


Semua diam membisu mengerjakan tugas mereka, 40 menit pun berlalu, semua siswa sudah menyelesaikan dan mengumpulkan tugas mereka.


" Rin.. aku boleh nanya gak sama kamu?" tanya Tanti ragu ketika mereka berempat ada di kantin sekolah, kemudian Desi dan Yessy pun ikut mendengarkan dengan wajah penasaran mereka.


" Tanya apa?" tanya Arin singkat dengan wajah santai nya menutupi kegundahan hati nya.


" Kamu mikirin administrasi sekolah ya? yang belum kamu bayar? maaf sebelumnya bukan nya aku ikut campur tapi kami sedih lihat kamu murung terus. Kalau saranku kamu gak usah mikirin itu, kamu fokus aja dengan sekolah." Bujuk Tanti yang sangat mengenal Arin, meskipun Arin ya sendiri ta bicara.


" Iya Rin, bener tu apa kata Tanti, masalah uang biar nenek aja yang mikir, kamu fokus aja dengan sekolah." Kata Desi dengan menyentuh tangan Arin.


" Aku setuju." Tambah Yessy.


Arin gak bisa bicara apa-apa, dia menatap satu persatu sahabat nya dengan senyum dan helaan nafas panjang.


" Terima kasih ya." Ucap Arin dengan mata yang mulai penuh dengan air, kemudian mereka berempat pun berpelukan untuk saling menguatkan.


# *U**ntuk readers... mohon kritik dan saran nya.. terima kasih karena sudah mampir ke cerita ku... jangan lupa komentarnya yang di tunggu dan vote 😘😘*

__ADS_1


__ADS_2