Garis Hidup Arin

Garis Hidup Arin
Lapar...


__ADS_3

" Pak Ron.... Pak Ron, hai sadar ... bos." Guncangan dari satpam bisa membuat Roni tersadar dari hipnotis cinta Arin.


Dengan jalan cepat Arin sekarang sudah sampai kamar. Ia sangat senang dapat kado dari Mak, dengan semangat ia membuka kado itu. Air mata berlinang di pipi Arin kala ia tau isi dari kado itu.


__________


Arin bersemangat untuk membuka hadiah dari Mak. Di bukannya kotak pink, mata Arin berbinar binar setelah tau apa yang ada di dalam kotak itu. Sebuah mukenah warna tulang... air mata Arin langsung tumpah.


" Terima kasih Mak, sudah memberikan bekal yang paling berharga buat aku." Batin Arin.


Mukena yang ia bawa mukenah lama, mukenah waktu Arin masih SD. Jadi agak kekecilan jika ia gunakan, dan sekarang ia sangat bahagia mendapatkan mukenah baru.


Di peluk erat mukenah itu, ia tumpahkan segala rasa bahagia di hatinya.


Besok Arin sudah harus pergi, jadi hari ini dia tidak mempunyai tugas apa apa. Bahkan dia juga tidak ikut kelas. Arin mengemasi semua barangnya... jadwal Arin pergi dari PT, pukul 5 pagi.


" Hai Arin, selamat ya kamu bisa berangkat dulu. Semoga kamu bisa sukses kontrak 2 tahun dan doakan aku supaya bisa cepat nyusul kamu." Seru Anik.


"Terima kasih doanya ya... semoga mbak Anik bisa cepat berangkat."


"Ada yang bisa aku bantu Rin?"


"Nggak ada Mbak semua sudah aku siapkan. Kenapa mbak Anik gak ikut kelas hati ini?" Arin merasa heran di waktu seperti ini seharusnya Anik ada di ruang kelas.


"Tadi sakit perut, trus sama Cece suruh minum obat dan istirahat."


"Terus sekarang apa masih sakit?"


"Puji Tuhan sudah baikan, ok lah kalau memang tidak ada yang bisa aku bantu, aku pergi tidur dulu."


"Iya buat istirahat saja, biar cepat sembuh."


Sore hari Arin di panggil ke kantor untuk tanda tangan beberapa berkas. Dengan langkah semangat 45 Arin pergi ke kantor.

__ADS_1


" Mbak Susi manggil aku?" aku bertanya pada mbak Susi saat masuk ruang kantor.


" Eh...Arin. Duduklah dulu, aku ambil surat suratnya." Arin pun langsung duduk di hadapan mbak Susi.


"Ini Rin kamu tanda tangan di sini sama di sini." Tunjuk mbak Susi pada beberapa lembaran. Tanpa ragu Arin membaca dan langsung menandatangani.


" Sudah ya Mbak...? saya bisa pergi?"


" Kamu temui dulu kak Roni dia ada di ruangannya." Kata mbak Susi dengan tangan menunjuk ke ruang direktur.


"Apalagi yang di rencanakan orang aneh itu?" batin Arin.


"Ok aku pamit dulu." Dengan langkah berat aku mengajak tubuhku kakiku menemui Roni.


Tok tok tok.


"Masuk." Sahut Roni.


Arin masuk ruangan, dan. berdiri tepat di hadapan Roni. Roni seakan cuek sama kehadiran Arin.


"Kalau kau berani keluar dari sini, maka aku akan batalkan keberangkatanmu." Roni bersuara, dan memberi ancaman pada Arin.


Mendengar ancaman itu Arin langsung berhenti bergerak, bola matanya berputar jengah dengan tingkah Roni.


"Bisakah kamu duduk kamu duduk dulu, dan menunggu aku selesai?" Perintah Roni.


Arin langsung berbalik, dan duduk di kursi depan Roni. Tanpa menoleh ke Arin, Roni tersenyum miring.


"Maafkan aku Rin, aku akan menahanmu di sini sampai nanti malam. Karena ini adalah malam terakhir kamu di sini. Biarkan aku puas bersamamu, meski aku hanya bisa melihat kekesalan di wajah cantikmu. Ingin rasanya aku meluahkan semua rasa yang menggangu di hati ini. Tapi aku bingung harus memulainya gimana." Keluh Roni.


Satu, dua, dan tiga jam Arin di biarkan jadi patung oleh Roni. " Dia ini manusia atau apa sih? apa dia gak sadar hahh sudah menahan ku lebih dari tiga jam di sini. Seandainya kau bukan direktur di sini, sudah ku jadikan mendol gosong." Gerutu Arin.


" Kak Roni yang terhormat sampai kapan aku harus di sini?" ucap Arin di buat semanis mungkin. Ingin rasanya Roni tertawa sepuasnya mendengar kata Arin, tali dia berusaha untuk tidak tersenyum dan dia memasang wajah garang.

__ADS_1


"Bisakah kamu diam dulu Arintika..!!" tegas Roni yang di buat buat. Seketika Arin tersentak kaget, dan dia pun langsung memasang wajah memelas untuk membuat Roni luluh.


"Kak... aku lapar, sedari tadi aku belum makan. Aku cuma makan pagi tadi. Apakah aku boleh keluar sebentar untuk makan. Aku benar benar lapar Kak." Arin mengeluarkan aksinya." Amit amit aku, seandainya aku tidak terperangkap seperti ini. Aku tidak akan merengek minta belas kasihan orang aneh ini." Gumam Arin.


"Kenapa kamu gak bilang dari tadi, hah? kenapa kamu menyiksa dirimu sendiri? kalau terjadi apa apa dengan kamu gimana? siapa juga yang akan repot?" Roni kaget dengan kata Arin, hingga ia tak sadar memberi pertanyaan yang bertubi tubi ke Arin.


Arin kaget dengan reaksi yang di berikan Roni. Ia hanya mengedip ngedipkan mata, tak percaya saat pertanyaan di layangkan pada Arin.


Roni langsung menutup layar tipis itu, beranjak dari duduknya. Tangan Arin di tarik paksa oleh Roni. Roni memaksa Arin untuk mengikutinya, mereka berjalan ke tempat mobil Roni di pakirkan.


" *Dasar orang aneh, tadi menahan ku. Sekarang malah mengajakku makan. 1001 orang di dunia ini yang mempunyai sifat aneh sepertimu Ron." Gumam Arin.


"Maafkan aku Rin, gara gara aku kamu jadi kelaparan. Maafkan aku sayang*..."


" Kamu mau makan apa? pilih saja apa yang kamu mau." Pinta Roni, dengan menyerahkan buku menu.


Arin membolak balikkan menu makanan, tidak ada yang bisa membuat Arin tergiur.


" Kenapa Rin? apakah kamu tidak menemukan makanan yang kamu mau?" tanya Roni yang melihat Arin sedikit cemberut.


"Iya... di sini makanannya aneh aneh aku gak pernah makan," jawab Arin polos.


Roni gemes dengan kepolosan Arin, akhirnya dia mengajak Arin keluar dari restoran itu.


Sepanjang jalan, banyak orang menjual makanan di pinggir jalan. Berbagai menu yang sangat akrab di lidah orang Indonesia.


"Kamu mau makan apa Rin?" tanya Roni kala mereka berhenti di pinggir jalan.


"Aku mau makan tahu campur kak, udah lama gak makan." Ucap Arin semangat.


Roni yang melihat senyum di wajah Arin, merasa sangat bahagia. "Hal sekecil ini bisa membuatmu tersenyum bahagia seperti ini Rin, kau benar benar sangat membuat aku gemes." Gumam Roni dengan menatap Arin yang sedang tersenyum.


#Terima kasih 🙏 ya'sudah mampir ke cerita ku jangan lupa like dan komen 🙏 vote dan favoritkan ya 🙏😘🌹💋 dan jangan lupa mampir juga ke ceritaku yang lain.

__ADS_1


- Misteri di balik arwah


- Perjuangan Cinta Seorang Chef


__ADS_2