Garis Hidup Arin

Garis Hidup Arin
Kemerdekaan


__ADS_3

" Aku ingin tau sejauh mana Kau akan cuek sama aku." Senyum devil sangat terlihat di ujung bibir Roni.


( Hayo Arin kamu lebih baik hati hati mulai sekarang ada yang ingin bermain dengan kamu.)


___________


Di dapur.


Tadi setelah selesai mengambil seragam Arin dan Mira mereka berdua pergi ke dapur untuk sarapan. Sedangkan Mia, dia terlebih dahulu pergi karena lapar.


Mia melambaikan tangan ketika melihat Arin dan Mira, mereka berdua pun nyamperin Mia.


" Kenapa kalian lama sih? dah hampir habis ni makanan ku." Gerutu Mia.


Tak mendapat jawaban dari Arin maupun Mira membuat Mia semakin kesal.


" Hei ... kalian gak punya telinga ya?" tegur Mia dengan nada kesal.


" Sudah jangan banyak bicara cepat habiskan makanan mu itu! sebentar lagi da waktunya mesum kelas." Sungut Mira.


Akhirnya mereka bertiga pun makan tanpa bersuara. Kini Arin sudah mulai membiasakan tenggorokannya untuk bisa menerima makanan di PT itu.


Sudah selesai makan mereka segera bergegas pergi ke kelas Praktek, karena kebetulan jadwal Arin dan Mia sama, kalau Mira itu terserah dia.


Sekilas tentang Mira dan Mia.


Mira sebenarnya berasal dari keluarga yang bisa di katakan berkecukupan. Namun karena perjodohan yang dipaksakan oleh orang tua nya, maka ia memilih kabur dari perjodohan itu dengan alasan ingin kerja. Selama ia tinggal di PT pun tidak ada keluarga yang mengunjungi. 9 bulan tinggal di PT, membuat meneger memberikan dia pekerjaan selama belum berangkat, sebagai leader. Tapi gak banyak orang yang tahu, sehingga terkadang membuat kesal. Sifat nya yang cuek, tomboy dan jarang bicara membuat yang lain enggan untuk berteman dengan Mira. Tak banyak orang tahu tentang kehidupan Mira, jadi gak ada orang yang bisa memahaminya. Dia sedikit merasa senang bisa bertemu dan mengenal Arin dan Mia, yang membuat dia sedikit lebih ceria dari yang sebelumnya.


Mia sosok yang lebih ceria dari Mira, anak nya usil, suka makeup dan juga feminim bertolak jauh dari Mira. Mia berasal dari keluarga yang kurang mampu tak jauh beda dengan Arin. Mempunyai 3 adik yang masih kecil. Setelah lulus SMP dia bekerja di toko yang ada di pasar, Mia hanya ingin membantu keuangan orang tua nya. Gaji 350 ribu sebulan dia bertahan bekerja selama 2 tahun. Dan pada akhirnya dia bertemu dengan seseorang yang menawarkan kerja ke luar negeri. Mia pun tertarik dan akhirnya mendaftar lah dia di PT. Mempunyai tekat bisa sekolah kan adik adiknya sampai SMA.

__ADS_1


Kembali lagi pada ruang praktek.


Arin, Mira ,Mia memperhatikan dengan seksama pada apa yang di terang kan oleh Guru Pembimbing. Setelah di terangkan mereka pun belajar mempraktekkan.


Kegiatan berjalan dengan tepat waktu. Sebelum mengakhiri Guru Pembimbing berbicara.


" Teman teman, setelah jam praktek ini selesai, kalian terbebas dari segala macam kegiatan. Dengan semangat kita untuk merayakan hari kemerdekaan meskipun sudah agak terlambat, tapi nuansanya dan semangat nya masih berkobar, betul tidak?"


" Betulll." sahut semua orang yang ada di ruang itu.


" Jadi pak Roni, mengadakan acara perayaan untuk meramaikan HUT RI yang ke 75 ini, di mulai jam 2 nanti di Lapangan dan juga Aula. Jadi saya sangat berterima kasih jika ada yang partisipasi dari kelas Singapura. Banyak hadiah yang sudah di persiapkan, bagi siapa saja yang mau daftar lomba di persilahkan ke pada ketua kamar masing masing. Daftar apa saja yang akan di perlombakan bisa di lihat di pintu kamar yang sudah di tempel oleh staf tadi. Cukup sekian itu saja yang ingin saya sampaikan dan saya akhiri Assalamualaikum MERDEKA MERDEKA MERDEKA." Seru Bu Ida.


Semua orang keluar dengan tenang tanpa mendahului satu sama lain. Mulai berbisik-bisik di antara mereka, beberapa orang tertarik mengikuti lomba dan sebagian orang hanya cuek melihat daftar lomba.


Setelah selesai makan siang semua calon TKW di kumpulkan di Aula.


Dalam hitungan menit semua orang sudah duduk rapi di ruang itu.


Arin, Mira dan Mia duduk di barisan paling belakang, karena sengaja. Ada suara tapak sepatu yang mendekati ruangan. Semua tertuju pada pintu Aula yang memang terbuka lebar. Masuk lah Meneger PJTKI itu, berdiri di tempat yang sudah di sediakan. Semua cewek yang ngefans sama Roni pun berteriak teriak seperti orang kesurupan.


Arin yang melihat siapa yang datang pun berdecak kesal,


"Kenapa harus dia sih? kenapa bukan yang lain, mereka satu lagi ?!! apakah gak pernah liat cowok yang lebih ganteng dari tu orang. Di lihat dari segala sisi pun bikin nekk." Batin Arin.


" Sudah sudah berhenti teriak ya ! terima kasih atas kehadiran kalian semua. Kalian pasti nya sudah di beri tahu tentang acara yang akan di adakan mulai siang ini, bukan?" tanya Meneger itu dengan sedikit menggoda nada bicaranya.


" Ok saya di sini cuma ingin agar kalian ikut berpartisipasi dalam rangka memperingati HUT RI KE 75, ini semua saya lakukan agar kalian terhibur. Acara ini akan di selenggarakan selama 3 hari, jadi selama 3 hari itu kelas Praktek dan kelas Bahasa di tiadakan."


" Horeeee," sahut para calon TKW. Melihat mereka antusias Roni pun tersenyum bahagia.

__ADS_1


" Dan satu lagi saya akan memberikan hadiah tambahan berupa uang tunai sebesar 1 juta, di setiap jenis lomba," seru Roni.


Mereka pun semakin bersorak kesenangan.


" Ok, tenang tenang ... mari kita tutup dulu pertemuan ini, setelah itu kalian bisa segara mengikuti acara." Pinta Roni.


Roni mundur kebelakang, dan satu Ustadz maju ke depan, memulai Doa, hening semua khusyuk dalam doa yang di tuntun Ustadz.


Dan ketika sudah selesai semua berantusias segera pergi ke Lapangan, hingga pintu Aula penuh sesak hingga himpit himpitan. Arin, Mia, Mira dan beberapa orang yang berada di panggung hanya berdiam ta bergerak.


Ketika semua sudah keluar tinggallah mereka berempat, Arin, Mia, Mira dan Roni.


Roni sebenarnya ingin menyapa Arin tapi ia urungkan, takut kalau Arin akan sinis lagi sama dirinya.


" Mir, tolong nanti kamu ikut aku sebentar." Titah Roni.


" Ada apa, ngomong aja di sini lagipun mereka gak akan ember!" tolak Mira.


" Kau!!!" kesal Roni.


Mira gak takut dengan Roni malah menantang Roni dengan sorot matanya yang tajam.


Arin ta memperdulikan pertunjukan yang ada di depan nya, malah dia beranjak meninggalkan Aula, tapi dengan cepat Mira menahan.


" Kamu tetap di sini Rin! " perintah Mira yang masih menatap tajam Roni.


Roni semakin geram di buatnya, diapun langsung berlalu pergi dengan emosi yang meluap.


# *M**ohon dukungannya ya dan terima kasih 🙏 ya'sudah mampir ke cerita ku jangan lupa like, komen, share dan favoritkan ya 😘😘😘😘*

__ADS_1


__ADS_2