Garis Hidup Arin

Garis Hidup Arin
Singapura


__ADS_3

"Kamu mau makan apa Rin?" tanya Roni kala mereka berhenti di pinggir jalan.


"Aku mau makan tahu campur kak, udah lama gak makan." Ucap Arin semangat. Roni yang melihat senyum di wajah Arin, merasa sangat bahagia. "Hal sekecil ini bisa membuatmu tersenyum bahagia seperti ini Rin, kau benar benar membuat aku gemes." Gumam Roni dengan menatap Arin yang sedang tersenyum.


____________


"Kalau makan pelan pelan tidak ada yang mau ngambil dari kamu." Seru Roni melihat Arin yang makan buru buru.


"Iya kak, makasih ya. Tapi ..."


"Tapi apa?"


"Boleh bungkus nasi goreng gak? buat jaga jaga kalau lapar lagi." Pinta Arin dengan wajah memelas.


"Kamu bungkus aja apa yang kamu mau. Uangku tidak akan habis untuk membayar makananmu." Roni berlagak sombong. Arin jengah dengan kesombongan Roni.


"Besok pagi kamu akan berangkat pukul 3, jadi nanti kalau sudah sampai cepat langsung tidur!" Roni mengingatkan Arin.


Di pandangi wajah Roni, "Kak Roni kenapa? kesambet ya? kenapa perhatian dengan aku? jatuh cinta ya sama aku? urungkan saja niat kakak tu, hatiku tertutup untuk yang namanya cinta." Seru Arin dengan mulut yang tengah mengunyah makanan.


Roni mulai emosi dengan kata kata Arin.


"Jangan kepedean jadi orang, aku hanya kasian sama kamu. Aku akui... aku pernah jatuh hati sama kamu, tapi langsung lenyap begitu saja. Jadi jangan harap aku jatuh hati lagi sama kamu. Udah sekarang cepetan makannya." Roni berusaha menutupi perasaannya.


"Aku memang mencintaimu, tapi aku akan mencintaimu dengan caraku." Batin Roni, menatap lurus ke wajah Arin.


"Baguslah kak, jika kakak tidak jatuh cinta sama aku, jadi nanti aku bisa tenang di sana, karena tidak ada orang yang akan menangisi kepergianku." Ucap Arin enteng... tanpa melihat wajah Roni yang kini sudah mulai sedih. Tapi saat Arin melihatnya lagi, dengan cepat Roni memalingkan muka.


Pagi dini hari, tepat pukul 2 pagi. Arin bergegas membersihkan diri, setelah itu ia sholat tahajud memohon kepada Allah agar langkahnya di permudah.

__ADS_1


Kini Arin menunggu di ruang khusus, di tempat itu sudah ada Roni dan mbak Susi.


"Gimana Rin, kamu sudah siap?" tanya mbak Susi saat melihatku datang dengan membawa tas ransel milikku.


"Bismillah, insya Allah saya siap. Mohon doanya ya mbak. Agar saya finish kontrak."


"Iya Rin itu pasti. Kamu hati hati di sana, jika ada masalah kamu bisa lapor Kedubes ya."


"Iya mbak makasih..."


"Ini sudah jam tiga, sudah waktunya berangkat nanti takut macet di jalan."


Arin segera masuk ke dalam mobil, karena hari ini yang terbang hanya Arin seorang jadi mobil itu sepi. Arin terkejut saat melihat Roni yang masuk di kursi pengemudi.


"Loh... kok kak Ron yang antar? kan biasanya..."


"Diam! aku antar apa kami jalan kaki?" gertak Roni.


"Berani ya kami sekarang perintah aku. Bicara yang benar!" Roni sengaja memancing emosi Arin.


Arin kesal mendengar Roni, "Pak Roni yang terhormat bisakah kita jalan sekarang nanti saya bisa terlambat." Ucap Arin dengan lembut dan sedikit manja. "Ih... geramnya aku ya Allah, kok ada manusia yang menjengkelkan seperti satu ini." Gumam Arin.


Roni senyum kemenangan, dia sangat senang melihat wajah kesal Arin. Selama perjalanan Arin tertidur, dan sengaja Roni tidak membangunkan.


"Rin... bangun kita sudah sampai Rin." Roni mengguncang tubuh Arin.


Arin menggeliat, dia melihat ke sekeliling, mata Arin bulat sempurna. Dia segera turun.


Roni mengantar Arin untuk check in.

__ADS_1


"Jangan pulang kalau belum sukses ya Rin. Raih impianmu, karena aku ingin melihat kesuksesan dalam hidupmu. Semoga kamu betah disana. Dan jika ada apa apa kamu bisa hubungi Kedubes atau Agency ya." Seru Roni.


"Ok siap kak Roni. Saya juga mau ngucapkan terima kasih atas semua kebaikan dari kak Roni. Saya minta jika saya ada salah selama ini dan tidak sengaja menyakiti hati, saya minta maaf."


Setelah selesai bicara, Arin langsung masuk ke dalam.


"Ini adalah langkah ku, menuju kesuksesan. Bismillah..."


*****


Kini kaki Arin menginjak Singapura, negara tujuan Arin.


Saat sampai Arin di jemput perwakilan Agency. Beberapa hal yang harus di lewati Arin terlebih dahulu sebelum di ambil majikan. Tes kesehatan, jika tes kesehatan selesai dan lolos maka Arin akan di arahkan ke tes soal. Soal bahasa Inggris, soal soal itu berkaitan dengan pekerjaan dan bahasa sehari hari, berisikan 50 pertanyaan. Jika dalam tes pertama tidak lolos, maka di beri kesempatan sekali lagi. Jika lolos langsung pergi Agency menunggu majikan ambil, dan jika sudah dua kali tidak lolos maka tidak di perbolehkan untuk di ambil majikan. Mereka yang gagal akan di beri waktu lagi untuk belajar.


Alhamdulillah Arin lulus kedua tes, kesehatan dan soal. Kini dia sudah berada di kantor Agency, menunggu majikan datang.


Waktu sudah menunjukkan pukul 8 malam, majikan Arin baru sampai di kantor Agency. Hampir setengah jam majikan dan Agency menyelesaikan administrasi.


"Rin, ini majikan kamu. Ibu harap kamu bisa menyelesaikan kontrak kamu dengan baik." Ucap Staf Agency bernama Syira. Arin hanya mengangguk, mengiyakan setiap kata dari Syira.


Arin dan majikannya meninggalkan kantor Agency. Mereka naik taksi untuk pulang. Selama perjalanan mereka tidak bicara sama sekali.


Saat sudah sampai rumah majikan, Arin langsung di beri pengarahan.


"Selamat datang di rumah kami, kami harap kamu betah tinggal di sini. Ini adalah majikan kamu panggil Mam, dan majikan laki laki kamu harus panggil Sir, dua pemuda di sini kamu bisa panggil Tuan, yang paling kecil kamu panggil Nona dan terakhir panggil saya Miss. Setiap pagi kamu harus bangun jam 4 pagi. Siapkan baju kerja kami, setelah itu buatkan sarapan dan bekal. Meskipun baju sudah di setrika, tapi setrika lagi saat kami mau kerja. Pisahkan baju kami saat mencuci dan satu lagi jangan gunakan mesin cuci, gunakan tangan jika mencuci. Berhubung kamar tidak ada yang kosong maka kamu bisa tidur di situ, maaf karena hanya tempat itu yang ada. Sekarang sudah malam, cepat istirahat kamu tentu capek." Instruksi anak kedua majikan.


Arin melangkah ke tempat yang ditunjuk oleh Miss, Arin terperangah melihat tempat yang di maksud. "Di mana aku bisa tidur?" Gumam Arin. Di balkon itu terdapat sebuah lemari khusus sepatu dan sandal, ada tempat pembuangan kotoran kucing. Di atasnya banyak baju yang sedang di jemur. Dan masih banyak lagi barang yang hampir memenuhi balkon. Tak terasa air mata Arin menetes, dadanya tiba tiba sesak.


"Bi... " teriak Miss dari tangga, dengan terburu buru Arin menghapus air matanya, dan lari mendekat.

__ADS_1


"Kamu tadi lihat di balkon ada kursi lipat pantai kan?" Arin mengangguk. "Gunakan itu buat tempat tidur." Perintah Miss, tanpa menunggu jawaban dia langsung pergi.


__ADS_2