
Tiga jam pun akan menjadi hal yang menyenangkan dan menghibur buat Arin. Apalagi kalau harus duduk bersebelahan dengan seorang cowok, ia merasa canggung. Dan alhasil dia harus menatap ke luar jendela. Hahahaha.
_________________
Matahari pun sudah menyingsing menandakan waktu udah sore, tapi Bus yang di naikki Arin masih belum sampai ke tempat tujuan nya.
20 menit telah berlalu begitu saja,
" Terminal terminal, ayo siap siap jangan lupa barang bawaan nya." Seru kenek Bus sambil mengetuk ngetik pintu dengan uang koin.
Akhirnya tepat pukul 15.47 Arin menginjakkan kaki di kota kelahiran ibunya.
" Mbak ojek mbak." Tanya beberapa ojek yang selalu standby di terminal. Arin tidak menjawab namun ia hanya menggelengkan kepalanya.
" Lebih baik aku jalan kaki aja meskipun lumayan jauh." Suara hati Arin dengan melangkah kan kaki nya meninggalkan terminal.
Perjalanan dari terminal ke rumah membutuhkan sekitar 30 menit, lumayan jauh tapi buat Arin itu bukan lah hal yang berat untuk di jalani. Keindahan alam yang ada selama perjalanan sudah bisa membuat Arin merasa senang, jalan yang naik turun karena memang jalan pegunungan membuat Arin tidak merasakan kelelahan.
__ADS_1
Tak hanya itu, ketika sudah hampir dekat dengan rumah, dia selalu menyapa saudara saudaranya, yang tanpa sengaja ia jumpai, maklum di desa itu hampir sebagian besar adalah masih ada hubungan keluarga atau hubungan darah dari sebelah Ibu Arin.
Ketika sudah memasuki pekarangan rumah, dia mulai gugup, dengan pelan ia menarik nafas dalam-dalam.
" Assalamualaikum Bu,Pak." Ucap Arin sambil melangkah kan kaki nya masuk ke dalam rumah yang tidak tertutup.
Dengan wajah bingung ia terus mencari keberadaan orang tua nya. Rumah yang tidak begitu besar,dan hanya terbuat dari bambu yang di anyam, lantai rumah yang hanya beralaskan tanah. Tidak begitu memerlukan waktu lama untuk mencari orang tua nya. Namun ia tidak menemukan siapapun. Dia kemudian menuju kamar adiknya, untuk berganti baju.
Lama menunggu di teras rumah dan pandangan yang terus mencari sosok yang ingin ia temui akhirnya senyum di bibirnya mengembang.
" Low kok kamu di sini sama siapa?" tanya Ibu dengan heran sambil memeluk anak sulungnya itu.
" Bapak tadi ada di rumah, maka dari itu ibu pergi sebentar lihat orang sakit, eee gak tau nya malah ngilang." Tutur Ibu dengan membawa diri dan ananknya masuk ke dalam rumah mereka terus ngobrol bercerita panjang lebar, hingga tanpa sadar ada sepasang mata memperhatikan mereka.
" Mbaaaaaakkkkkk." Teriak Ana sambil berlari memeluk tubuh kakaknya. Ia memang sangat merindukan kakak yang sangat ia sayangi. Buat Ana seperti mimpi bisa bertemu dengan Arin.
Mereka berdua langsung masuk ke kamar Ana, maklum di sini Arin tidak punya kamar, karena di rumah bambu itu hanya memiliki dua kamar tidur, satu untuk orang tua mereka dan satu lagi kamar Ana.
__ADS_1
Mereka berdua kini sudah duduk di atas ranjang yang gak begitu besar hanya 120cmx 200cm. Mereka saling memandang, yang satu dengan wajah penuh tanya, dan yang satu lagi dengan wajah letihnya.
" Ini kan bukan libur sekolah, kok mbak bisa ke sini apa gak di marah sama nenek???" Tanya Ana yang sangat penasaran dengan alasan keberadaan kakaknya di sini.
" Ingin tahu saja apa ingin tahu banget??" Arin yang berbalik bertanya pada adiknya.
" Ih belum di jawab, malah balik tanya, apaan sih mbak gak asik tau!!! " jawab Ana dengan wajah keselnya.
Dengan sedikit memanyunkan bibirnya. Dan sontak itu membuat Arin jadi geli melihatnya.
" Apa kamu bahagia aku ada di sini???? atau sebaliknya???" tanya Arin dengan wajah serius menatap Ana.
" Aku bahagia Mbak, tapi aku merasa aneh aja' kok Mbak bisa ke sini padahal ini kan bukan libur sekolah. Apa Mbak ok..??" tanya Ana dengan semakin mendekatkan wajahnya ke wajah kakaknya.
" Insya Allah ok." Jawaban singkat dari Arin membuat Ana semakin panasaran.
" Bohong." Kilah Ana dengan mata tajam memandang kakaknya. Ia tahu walaupun yang punya hati belum bercerita, tapi mata Arin sudah mengatakan kesedihan yang ada di dalam hatinya.
__ADS_1
## Mohon dukungannya ya dengan like dan komen 🙏😘🙏 dan lupa komentar dan votenya , agar menjadikan semangat untuk terus menulis 🙏🙏