Garis Hidup Arin

Garis Hidup Arin
Seragam


__ADS_3

" Terima kasih Mia, Mira untuk hari ini yang banyak menuntunku dan mengajariku" ucap Arin sebelum melanjutkan kembali langkahnya.


Mereka bertiga pun berjalan menuju kamar.


' sungguh melelahkan ' batin Arin yang merebahkan tubuhnya.


_____________


Pagi harinya.


Semua calon TKW melakukan aktivitas seperti biasa sebelum kelas mulai yaitu jam 8. Arin yang sudah mulai adaptasi pun mulai mengikuti apa yang mereka lakukan.


" Kok semua pakek seragam? kenapa hanya aku saja yang gak pakek seragam?" batin Arin.


Dia mengedarkan pandangannya, Arin sekarang berada di luar kamar setelah selesai membersihkan diri. Dia melihat semua anggota negara tujuan yang juga berada di teras kamar


" O jadi mereka di bedakan dengan warna baju dan ada nama negara yang tertera di punggung, jadi mungkin dengan begitu lebih mudah menghafal mungkin." Lagi lagi batin Arin berbicara.


" Arinnnn...." Mia tiba mengejutkan Arin dengan menepuk pundak Arin.


" Ih, ngagetin aja sih kamu." Kata Arin, dan saat itu pula Arin melihat penampilan Mia yang tak jauh beda dengan yang lain.


" Kenapa ngeliatin aku kayak gitu sih?? ada yang salah ya dengan baju ku?" tanya Mia yang merasa risih karena Arin memperhatikan secara teliti.


Mia pun langsung bercermin memutar balikkan badannya.


" Dasar lebay." Gerutu Arin yang merasa Mia berlebihan.


" Arin ..." panggil Mira.


Arin pun menoleh pada sumber suara.


" Yuk ikut aku," ajak Mira yang langsung menarik tangan Arin.


" Heiii... tunggu aku..!" teriak Mia yang menyadari Arin di bawa Mira.


Mia pun lari mengejar mereka.


Mia sumringah ketika tau hendak ke kantor.


Sampai di kantor belum banyak staf yang datang.

__ADS_1


" Tunggu di sini!" kata Mira. Arin dan Mia pun menurut. Mira mendekati seseorang staf, keduanya seperti serius berbicara. Arin hanya memperhatikan tanpa bisa mendengar apa yang mereka bicarakan.


Mia yang sedari tadi berusaha mencari seseorang. . . tiba tiba kaget saat ada seseorang orang yang memukul lengan nya.


" Sak---" belum sempat menyelesaikan kalimatnya, dia terpesona dengan sosok yang di hadapannya itu. Mia terus lemes kakinya ta kuat menopang gejolak hatinya.


Refleks Roni membantu nya biar tidak terjatuh, dan itu membuat Mia semakin terbuai.


" Mimpi apa aku semalam ya Allah, hingga pagi ini sang Pangeran ku menyentuh tubuh ini," gumam hati Mia yang terus menatap Roni.


" Aku ingin berada dalam pelukan nya terus seperti ini jangan biarkan ini berakhir." Terus menggumam.


Sedangkan Roni tadi hanya punya maksud ingin bertanya kenapa ngintip ngintip ke dalam kantor dan gak ingin terjebak dalam drama India yang dia alami saat ini, merasa jengkel akhirnya Roni melepaskan tangan dari tubuh Mia dan akhirnya.


Bruuukk


Mia terjatuh dan dia pun akhirnya tersadar dari mimpi panjangnya. Mia mencoba berdiri.


" Kak Roni jahat banget sih jadi Orang." Gerutu Mia yang memegang pantatnya yang sakit.


" Salah sendiri siapa suruh kamu halu kayak gitu," jawab Roni jutekk.


Berjalan hendak masuk ke dalam kantor dia melihat Arin, seketika ia hentikan langkahnya.


"Tenang Ron, kau pasti bisa." Suara hati Roni.


" Hai Rin apa kabar kamu...?" Roni menyapa dengan wajah yang penuh dengan senyum yang menggoda.


Arin yang di panggil pun menoleh, sekilas melihat, dan terus mengalihkan pandangannya kembali.


" Pagi pak Roni, Alhamdulillah saya baik." Jawab Arin tanpa memandang Roni.


" Sejelek itu kah muka ku hingga dia gak mau memandang ku?" tanya Roni dalam hati.


" Rin gimana betah kamu tinggal di sini?" basa basi Roni.


" Nggak," jawab Arin singkat, sambil menggeleng.


" Lo emang kenapa? apa ada yang jahat sama kamu?" tanya Roni agak serius.


" Karena muka Pak Roni yang membuat saya gak betah tinggal di sini!!" kata Arin santai dan masih tetap mengalihkan pandangan dari lawan bicaranya.

__ADS_1


" WHATTTTT." Teriak Roni yang kaget dengan jawaban Arin.


"Wahahhabaha hahaha."


Suara ketawa semua staf yang ada di dalam kantor termasuk Mira, bahkan sampai ada yang sakit perut melihat muka pucat dari putra pemilik PJTKI itu.


Arin yang merasa bingung pun hanya bisa melihat mereka yang tertawa.


" Apa aku salah bicara?" tanya Arin lugu pada Mira.


" Sama sekali gak salah Rin, kata kata mutiara mu tadi sangat indah di dengar," puji Mira yang semakin terkekeh melihat ekspresi muka Roni.


" Benar kan pak Roni yang terhormat?" tanya Mira yang sedikit meledek.


" Apakah anda tersanjung dengan kata Arin." Lanjut Mira dan tanpa ragu mengalungkan tangan pada pundak Roni.


Kelakuan Mira semakin membuat Roni kesal.


Roni pun langsung bergegas pergi.


" Arin ayo masuk ke dalam," ajak Mira ke dalam.


Staf yang ada di depan nya ini senyam senyum melihat Arin.


" Hebat kamu Rin,bisa bikin Roni kayak gitu. Slama ini belum ada yang berani berkata kasar seperti itu, ini adalah perdana. hahahahhah." Kata staf bernama Susi di ikuti dengan ketawa, Arin hanya menanggapi dengan senyum kecut.


" O ya Rin tolong kamu tanda tangan di sini." Pinta Susi, dengan memberikan buku tebal, yang bertuliskan. ' Daftar pengambilan Seragam '


Setelah selesai Arin di tuntun Mira untuk pergi ke bagian seragam, mengambil beberapa seragam yang tertulis pada lembaran yang di berikan oleh Susi tadi.


Di tempat lain.


Roni berada di ruang istirahat yang di khususkan untuk staf, dan karena kebetulan ruangan itu kosong.


" Apes banget sih aku hari ini." Roni frustasi sambil mengacak ngacak rambut nya.


" Tapi baru kali ini ada cewek yang gak tertarik padaku, bagus deh, ini tantangan baru buat aku. Aku jadi penasaran sama Arin, tunggu aja apa yang akan aku lakukan." Niat jahat melintas di otak Roni.


" Aku ingin tau sejauh mana kau akan cuek sama aku." Senyum devil sangat terlihat di ujung bibir Roni.


( Hayo Arin kamu lebih baik hati hati mulai sekarang ada yang ingin bermain dengan kamu. )

__ADS_1


# *M**ohon dukungannya ya dan terima kasih 🙏🤗 sudah mampir ke cerita ku jangan lupa like,komen dan juga favoritkan ya 😘😘 di tunggu ya 🙏*


__ADS_2