Goddess Of Death

Goddess Of Death
CHAPTER 10


__ADS_3

Huli yang melihat itu kemudian duduk bersila di hadapan pemuda itu, sedangkan Meifeng sudah malas untuk menunjukan belas kasihnya lagi ia membuat membentuk asap hitam menjadi singgasana kecil untuk ukurannya lalu duduk disinggasananya.


pemuda itu dengan lahapnya memakan apel pemberian Meifeng ia tak menyadari tetapan penasaran dari Huli "mengapa kau terkena racun bunga tujuh rupa?" tanya Huli memecah keheningan.


sebelum pemuda itu menjawab sudah di dahului oleh Meifeng, "dia seorang pembunuh bayaran menerima tugas membunuh salah satu anggota keluarga ternama, tetapi gagal keluarga itu ternyata mempunyai racun bunga tujuh rupa sebelum ia membunuh sudah di lemparkan bubuk racun membuat dia menghirup racun tersebut" jelas Meifeng mengetahui semuanya hanya dengan tatapan mata yang di lakukan pemuda tadi.


"apa benar?" Huli memastikan


"benar tuan nona saya mengalami kejadian itu, dan setelah saya menghirupnya saya kabur entah kemana ternyata saya sampai di hutan ini" pemuda itu menjeda ucapannya "kalau boleh tau siapakah nona terhormat ini" sambungnya dengan hati hati takut gadis kecil ini marah.


"Aku Meifeng" jawab Meifeng singkat tanpa takut identitasnya sebagai putri jendral terbongkar sebab ia sudah mempercayai pemuda dihadapannya.


'apa?!! Meifeng? putri yang terkenal dengan sebutan sampah nomor satu itu?' batin pemuda itu terkejut

__ADS_1


"iya...aku putri jendral yang terkenal sampah itu" jawab Meifeng seolah tau isi hati pemuda itu.


pemuda itu terkejut sekali lagi gadis itu bisa membaca pikirannya, namun keterkejutannya hilang setelah mendengar suara Huli "siapa namamu" sedari tadi Huli penasaran akan nama pemuda itu sedangkan Meifeng sudah mengetahuinya tapi ia malas bicara.


Pemuda itu berdiri dan menundukkan badannya "perkenalkan nama hamba Bei bian tuan nona" perkenalan pemuda bernama Bei bian, Bei bian ingin melanjutkan ucapannya tetapi ia ragu.


seketika ia nekat berbicara Meifeng sengaja memberikannya waktu, "no...nona bolehkah hamba menjadi pengikut nona" tanya Bei bian ragu.


"Boleh..tapi aku punya syarat" Meifeng menyeringai entah apa yang dipikirkan.


"aku sendiri yang akan melatihmu ingat jangan menyerah karna aku tidak suka orang yang menyerah dan putus asa dengan mudah" Meifeng menjeda kalimatnya "kemarikan belati mu" perintah Meifeng.


Bei bian segera mengambil belatinya dan memberikannya kepada Meifeng, Meifeng mengambilnya dan mengiris tangannya lalu mengisyaratkan Bei bian mendekat dan duduk hadapannya "aku hanya memnyembuhkan sedikit racun di tubuhmu sekarang minum lah untuk membersihkan secara menyeluruh" Bei bian mengangguk mau nalurinya menuntunnya untuk minum.

__ADS_1


Bei bian mengisap darah Meifeng seperti anak iblis yang haus darah 'manis' kata itu kesan pertama ketika mengisap darah Meifeng. Tubuh Bei bian seperti terbakar, sakit sangat sakit yang ia rasakan namun ia tak berhenti menghisap darah Meifeng.


Bei bian melepas sendiri isapannya dan menatap Meifeng, mata Bei bian berubah merah darah seperti Meifeng dan sekejap warna itu hilang. Huli hanya menonton tanpa ekspresi ia sudah tau apa yang di lakukan Mei'er nya.


"hehe...bagus, kau sudah menjadi manusia setengah iblis sekarang aku bangga padamu" Meifeng tertawa renyah. ia kemudian berdiri dan berbalik pergi diikuti dua orang di belakangnya. Bei bian tadinya terkejut bahwa Meifeng adalah iblis dan sekarang ia adalah setengah iblis, sungguh di luar dugaan batin Bei bian.


Mereka sampai di gubuk Meifeng, segera Meifeng memegang kedua tangan mereka dan masuk kedalam cincin dimensi miliknya.


.


.


.

__ADS_1


Vote:)


__ADS_2