
Jia menelan salivanya ia menganggap Meifeng membunuhnya karena berkhianat.
"sudahlah kau istirahat saja ini sudah hampir malam" ucap Meifeng lalu menuju kamarnya namun di kejar cepat oleh Huli dengan wujud rubahnya, semua para bawahan Meifeng hanya mengetahui jika Huli adalah rubah namun Jingyi dan Jingmi tidak.
"Mei'er aku ingin tidur bersamamu" ucap Huli yang sudah melompat dan ditangkap Meifeng.
Meifeng tidak banyak bicara ia lalu membawa Huli masuk dan tidur sedangkan jia hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Huli.
Hari terus berlanjut para bawahan itu sesekali keluar untuk berjalan jalan di pasar dengan penutup muka, tak terasa tinggal sehari lagi latihan menembak mereka dimulai.
"besok persiapkan diri kalian aku akan melatih 2000 orang yang aku pilih sendiri" ucap Meifeng setelah selesai makan malam yang disiapkan 100 bawahan wanita.
"baik nona" ucap mereka serentak kemudian pergi menuju kamar setelah Meifeng pergi, para wanita lantas membereskan piring kotor yang berjumlah ribuan piring.
__ADS_1
Pagi telah tiba seperti biasa Bei Bian lah yang mengatur mereka mulai dari membangunkan memberi informasi dari Meifeng dan lain lain selama mereka ada.
Meifeng lalu menuju lapangan dan memilih 2000 orang yang tepat, setelah lama memilih akhirnya ia menemukan 2000 orang yang pas dengan kriteria untuk memegang senjata.
setelah terpilih Jingmi lalu mengatur mereka dan membagikan satu persatu senjata yang akan dipakai, setelah memberikan Jingmi memperingati untuk jangan menarik pelatuknya sesuai dengan anjuran Meifeng.
Meifeng lalu mempraktekkannya dengan meminjam salah satu senjata dari mereka "cara memegangnya seperti ini, simpan di bahu, bahu manapun asal kalian nyaman kedua tutup mata lalu arahkan pandangan lewat bidikan ini, jika sudah kalian tinggal arahkan saja targetnya.....sampai sini ada pertanyaan?" ucap Meifeng menjelaskan secara perlahan namun jelas.
"nona target itu apa" ucap salah satu dari mereka yang berada paling dekat dengan Meifeng.
semua orang mengangguk mengerti, Meifeng memberikan senjata yang ia pinjam dan menyuruh memegang nya "kalian coba" ucapnya lalu mencoba sebagian besar dari mereka sempurna memegangnya dan yang lain belum.
Meifeng terus melatih mereka memegang nya jika sudah sempurna semua ia menyuruh mereka untuk menembak target, senjata yang mereka pegang tidak berisik alias mempunyai peredam suara agar tidak ada yang tau jika menjalankan misi apalagi yang akan memegang sniper nanti.
__ADS_1
sedangkan 50 orang hanya melihat mereka menembak dengan kagumnya, sampai ada yang ingin belajar juga.
Tidak butuh waktu lama hanya satu minggu satu hari mereka sudah mahir dalam menembak dengan berbagai cara dan gaya.
"hmm...bagus semuanya bagus kalian memang yang terbaik aku bangga pada kalian" ucap Meifeng dengan bangganya
"selanjutnya 50 orang lagi" ucap Meifeng lalu memanggil Bei Bian untuk memanggil 50 orang tersebut.
Tak lama datanglah yang diminta Meifeng, mereka lalu diatur oleh Bei Bian dengan bentuk melingkar, Jingyi lalu memberikan sniper yang ia simpan di dalam cincin penyimpanan pemberian Meifeng begitu juga dengan Huli, Bei Bian, Jingmi, dan Jingyi yang akan belajar juga.
"Dengarkan!! pertama kalian harus menahan senapan dengan sekuat tenaga agar tembakannya memuaskan jika tidak peluru yang kalian tembakan akan menyasar atau meleset, kedua Melemaskan tangan atau jangan di tahan dengan tenaga pada sa'at menembak, menembak menggunakan cara ini biasanya di lakukan untuk tembakan jarak jauh sekitar 25-55 meter, ingat menjadi seorang sniper tidaklah mudah kalian juga bisa membidik dari jarak 900 meter, mengerti?" ucap Meifeng menjelaskan teknik untuk menjadi sniper.
"oh iya satu lagi Bagi para sniper tidak ada istilah tembakan ke-2 untuk satu sasaran, atau biasanya para sniper menyebutnya one shoot one kill jika sniper menembak ke-2 kalinya untuk satu sasaran, sama saja membunuh dirinya. Jadi, para sniper bisanya menggunakan senapan yg berkalliber besar agar dapat membunuh sasarannya dengan satu kali tembak. Senjata yg berkalliber besar, basanya MOA ( minutes of accuration ) lebih kecil dari pada senjata yg menggunakan kalliber lebih kecil, selain MOA lebih kecil, senjata berkalliber besar dapat membunuh sasaran yg lebih jauh dan stabil. Dalam arti lain senjata berkalliber besar tidak mudah terbawa oleh angin. Jika sniper menggunakan menggunakan senjata berkaliber kecil sama saja membunh dirinya sendiri." jelas Meifeng memperingati mereka.
__ADS_1
semuanya kagum dengan penjelasan mereka, dengan begini mereka tidak perlu kultivasi untuk bertarung.
Meifeng mengajari mereka selama satu bulan lebih mereka sudah hampir mendekati kata sempurna bagi Meifeng.