Goddess Of Death

Goddess Of Death
CHAPTER 29


__ADS_3

Pada akhirnya semua orang disana sudah mahir dalam memegang senjata api, Meifeng juga menyuruh jika ada yang ingin berkultivasi ia akan memberinya ilmu untuk dipelajari jika tidak, itu tidak masalah.


Mereka semua dibebaskan Meifeng untuk berkeliaran dimanapun mereka mau asal menutup muka mereka, Meifeng juga memberikan cincin penyimpanan kepada mereka, semua cincin itu ia ambil dari orang orang besar di dua kekaisaran isinya ia ambil dan memberikannya tak lupa ia mengubah bentuk dan warnanya.


"sekarang aku akan menguasai benua ini" ucap Meifeng sambil bersantai di cincin dimensinya.


sedangkan di luas hutan kematian para warga sibuk membicarakan orang yang memakai tato hitam di dahinya, dan bukan hanya satu tapi beribu ribu orang mereka lihat melewati pasar setiap harinya, sehingga berita itu sampai di kekaisaran Tian.


"siapa orang orang itu sebenarnya" tanya kaisar Tian yang bernama Liu Tian dengan putra mahkota, Lie Tian.


"Saya juga kurang tau ayah" ucap Lie Tian jika hanya berdua dengan ayahnya jika tidak ia akan memanggilnya kaisar.


"jika kamu berhasil menangkap salah satu dari mereka ayah tidak akan memaksamu mempunyai selir" ucap Liu Tian ia tau anaknya adalah orang yang setia sama seperti ibunya.

__ADS_1


"benarkah ayah?" balas Lie Tian dengan mata berbinar senang.


Liu Tian hanya mengangguk saja, setelah mendapat anggukan Lie Tian keluar dari ruangan ayahnya dan langsung mencari orang yang bertato bulatan merah di dahi, dengan ditemani tangan kanannya.


disaat yang sama dua orang bawahan Meifeng yang bernama Mo Chou dan Fei Hung sedang berjalan santai di pasar dengan melihat lihat barang, semua mata tertuju pada mereka berdua.


tanpa mereka sadari dari atas pohon ada yang mengincar mereka berdua, orang itu kemudian mengeluarkan pedangnya siap untuk melumpuhkan lawannya.


"tuan itu kan orang yang akhir akhir ini menggemparkan satu benua" ucap bawahan orang tersebut.


"iya aku diperintahkan untuk menangkap salah satunya" ucap orang itu yang ternyata adalah Lie Tian sang.


Lie Tian langsung melemparkan jarum kecil yang sudah dilumuri obat bius, jarum itu hampir mengenai Mo Chou jika saja dia tidak menunduk, Lie Tian tidak tahu jika ada yang membidiknya dari ujung pasar ia sudah mengetahui kalau ada yang mengincar saudaranya.

__ADS_1


"Lie Tian aku tidak akan membunuhmu tapi aku akan membunuh tangan kananmu" ucap pria itu yang juga bawahan Meifeng, setelah mengucapkan itu ia menembakkan peluru dan langsung mengenai leher orang tangan kanan Lie Tian.


seketika itu dia jatuh dari atas pohon dan mati, kejadian itu di lihat Mo Chou dan Fei Hung mereka segera menghampiri Lie Tian "putra mahkota?" ucap Mo Chou ia tidak tahu jika ada putra mahkota disini.


Lie Tian sibuk membangunkan bawahannya tanpa mempedulikan ucapan Mo Chou, ia membuka penutup mulut bawahannya dan betapa terkejutnya ia melihat leher bawahannya telah hancur, ia berpikir apa yang telah terjadi ia merasa ada yang aneh pasalnya ia melihat Mo Chou dan Fei Hung sedang asik memilih barang lantas siapa yang membunuh bawahannya.


"kalian tahu siapa yang bunuh?" Tanya Lie Tian pada Mo Chou.


"pangeran jika ingin kami ikut kalian ke istana, bicarakan lah baik baik kami juga akan ikut jika niat pangeran baik" ucap Fei Hung telah membaca pikiran Lie Tian, ia meminta ilmu itu pada nonanya yang ternyata tidak sia sia.


"akuu..." ucap Lie Tian kembali melihat bawahannya "baiklah kalian ikut aku ke istana aku tidak akan menyakiti kalian berdua" lanjut Lie Tian setelah lama berpikir.


__ADS_1


__ADS_2