Goddess Of Death

Goddess Of Death
CHAPTER 31


__ADS_3

Setelah berada di tengah lapangan Fei Hung kemudian memegang tato kecil di keningnya, hal itu tak luput dari pandangan kaisar dan para rombongannya.


Tak lama para bawahan Meifeng semuanya berkumpul di tempat sinyal yang mereka rasakan sambil memegang senjata 2000 orang berada di depan dan 50 orang berada di atas pohon tidak jauh dari lapangan, Mo Chou melihat semuanya telah berkumpul kemudian menjentikkan jarinya semua kawanan nya mereload senjata dengan serentak.


kaisar pun tertegun dan sedikit merinding ia melihat semua benda aneh yang di pegang oleh mereka, sedangkan Lie Tian merasa tertantang ia meminta untuk satu dari mereka bertarung melawan jendral ayahnya.


"bagaimana jika kalian melawan satu jendral kerajaan Tian" ucap Lie Tian ingin bermain main.


"kami tidak bisa pangeran" ucap Mo Chou ketus.


"kenapa tidak mau? atau kalian takut?" balas Lie Tian menantang Mo Chou.


"apakah boleh pertarungan hidup dan mati?" ucap Mo Chou yang ragu akan keputusan Lie Tian.

__ADS_1


"kami bukannya takut pangeran karena kami tidak akan mencari masalah, saya memanggil semua ini itu atas perintah kaisar jika kami menolak permintaan pangeran kami dianggap lemah dan kalau kami menerima lalu membunuhnya kalian akan menyalahkan lagi kami?" ucap Fei Hung yang membuat semua anggota kerajaan itu tak banyak bicara.


prok...prok...prok...suara tepuk tangan dari belakang anggota Meifeng, mata mereka semua tertuju pada bunyi tepuk tangan tadi.


"Bagus Fei Hung bagus, kau mengerti juga kelicikan kerajaan ini" ucap Meifeng yang muncul dari belakang bawahannya dan ia terbang dengan sayap, ia menapakkan kakinya dengan halus di lapangan tepat di antara Mo Chou dan Fei Hung.


"Siapa kau?" tanya Lie Tian Meifeng sebab Meifeng menggunakan topeng yang hanya menutupi setengah bagian kiri mukanya.


"Siapa aku? heh....jelaskan kalian semua!" ucap Meifeng tertawa sinis lalu berteriak dengan kencangnya.


"kau nona dari mereka ini" tanya pangeran lagi tak percaya.


"lalu yang kau lihat itu apa?" balas Meifeng dengan angkuhnya.

__ADS_1


jendral kaisar yang melihat itu marah "dasar kau keparat!! kau harus hormat dengan pangeran!!" ucap jendral itu dengan lantang lalu berlari menerjang Meifeng.


Meifeng kelihatan santai dan itu adalah peluang bagus untuk membunuhnya, saat tiba di depan Meifeng ia tiba tiba terjatuh dengan darah yang keluar sangat banyak di lantai lapangan, kaisar kaget bukan main ia melihat semua anggota Meifeng tidak ada yang bergerak sama sekali.


"hahahaha.." tawa Meifeng melihat mayat jendral Itu, lalu mengangkatnya menggunakan kekuatan dan menegakkannya.


Meifeng lalu mengeluarkan cahaya hitam dari tangannya dan mengarahkannya pada dada jendral tersebut "apakah kau bisa mendengarkan ku?" tanya Meifeng pada jendral yang sebenarnya sudah mati namun dijadikan boneka oleh Meifeng.


"siap melayani perintah nona" ucap jendral itu sambil berjongkok dengan satu lututnya menyentuh tanah.


semua orang disana melongo tak percaya dengan apa yang dilihatnya, jendral yang sudah mati bisa hidup kembali "heh...dia bukan hidup kembali, dia hanya ku jadikan boneka, dan dia tidak akan mengingat kalian sedikit pun" ucap Meifeng yang membaca pikiran kaisar.


"kaisar mengapa kau memanggil para bawahanku? apakah kaisar ingin mereka membantai seluruh kerajaanmu? saya tahu bawahan saya di panggil saya juga bisa merasakan mereka kemana" ucap Meifeng yang kembali santai

__ADS_1


"maafkan saya nona, saya ingin melihat saja" ucap kaisar yang sudah merasakan firasat buruk.


"kalian ingin bawahanku melawan jendral ini? dia bahkan hanya satu kali tembakan sudah mati" ucap Meifeng merendahkan jendral yang sudah menjadi babu nya.


__ADS_2