Goddess Of Death

Goddess Of Death
CHAPTER 11


__ADS_3

"kau menetap disini dan berlatih, tiga hari lagi aku akan di jemput oleh keluarga jendral itu" setelah mengatakan itu Meifeng berlalu melihat paviliunnya yang sudah selesai, desain paviliunnya mirip dengan bangunan yang ada di dunianya dulu.


setelah 3 hari berlalu Meifeng keluar dan dimensinya dan merubah pakaiannya jadi pakaian kumuh agar tidak di curigai dan membuat ilusi agar orang melihat wajahnya kotor. Tidak lama kereta kuda dari kediaman jendral Meifeng sudah siap di depan gubuknya dan memandang dengan datar.


"heh sampah ayo cepat naik...menyusahkan saja" ucap pelayan itu datang menghampiri Meifeng. 'rendahan' batin Meifeng ia menatap dua pengawal yang mengendarai kuda memperingati agar tidak macam macam padanya, satu pengawal ketakutan dengan tatapan itu sedangkan satunya memandang rendah Meifeng.


Meifeng kesal ia akan mengingat wajah pengawal itu, ia naik di dalam kereta dan duduk sopan memberikan pelayan itu rasa bahagia.


Setelah berjalan sekitar 4 jam perjalanan akhirnya mereka sampai di kediaman jendral feng, tidak ada penyambutan sama sekali yang menyambut Meifeng hanyalah seorang pelayan yang hampir seumuran dengannya tapi lebih tua sedikit.


pelayan itu menghampiri Meifeng dengan bahagia, Meifeng bingung pasalnya ia sama sekali tak mengingat pelayan yang satu ini "nona muda" panggil pelayan itu saat sampai di depan Meifeng.


para pengawal dan pelayan yang menjemput Meifeng tadi sudah pergi, Meifeng memandang pelayan itu dengan raut kebingungan, pelayan itu mengerti akan ekspresi nona mudanya. "Nona hamba adalah pelayan ibu anda sampai beliau meninggal saya di pindahkan ke dapur sejujurnya saya ingin meminta jendral feng untuk menjadi pelayan anda tapi saya tidak berani" jelas pelayan itu.


"siapa namamu" tanya Meifeng.

__ADS_1


"nama hamba jiao nona" jawab pelayan yang bernama Jiao.


Meifeng tidak bicara lagi ia berlalu meninggalkan jiao mencari kediamannya dulu berdasarkan ingatan yang ada di kepalanya dan diikuti jiao di belakang, setiba di kediamannya Meifeng masuk dan melihat kediaman itu penuh dengan debu yang sangat tebal, Meifeng menghela nafas segitu miskinnya kah kediaman jendral ini batin meifeng sarkastik.


Jiao yang melihat itu bersedih atas nasib nonanya "nona hamba bisa membersihkan ini semua" tanpa disuruh Jiao mulai membersihkannya Meifeng hanya membiarkannya ia terlalu malas mengeluarkan kekuatannya.


Hari sudah menjelang malam, Jiao sudah selesai membersihkan kediaman itu "nona...nona bisa membersihkan diri dulu airnya sudah saya siapkan" ucap Jiao menghampiri Meifeng yang bersandar di pintu. Meifeng tak ingin berlama lama ia berjalan kebelakang dan membersihkan diri, selesai membersihkan diri ia lalu membaringkan tubuhnya ke tempat tidur yang keras rasanya ia ingin mengamuk tapi ditahannya.


Bukannya tertidur Meifeng justru masuk kedalam cincin dimensinya dan tidur di paviliun miliknya, Huli yang melihat itu tau sebab ia dapat melihat apa yang terjadi di luar cincin dimensi.


"Tenang lah tuan..nona akan mengurusnya, nona bisa marah jika tuan menghancurkan pohonya" terang Bei bian menenangkan Huli.


"ohh..betul juga" Huli seakan sadar apa yang ia lakukan Mei nya akan marah jika melihat pohon pohonnya rusak, dalam satu kibasan tangan pohon pohon itu kembali seperti semula Bei bian terpana melihat hal itu.


Matahari sudah menampakkan sinarnya Meifeng bangun dan mencuci mukanya, kemudian ia keluar dari paviliun mendapati Bei bian dan Huli sedang memetik apel. di dalam cincin dimensi selain tanaman obat dan air mata surgawi juga terdapat sungai yang banyak ikannya, bahan makanan lain serta buah buahan langka seperti apel merah.

__ADS_1


"Bian selesai makan aku akan melatihmu" ucap Meifeng, Bei bian terkejut dengan panggilan yang Meifeng berikan ia sangat senang. "baik nona" balas Bian.


Setelah makan Bian dilatih oleh Meifeng dengan pelatihan Militer di dunianya, ia sudah berlatih hampir satu minggu Meifeng tidak khawatir dengan di dunia mengingat waktu di dunia dengan cincin dimensi berbeda satu jam didunia sama dengan satu hari di cincin dimensi.


"ini sudah hari keberapa Huli" tanya Meifeng sambil melihat Bian berlatih.


"ini sudah hari kesepuluh Mei'er" Huli dengan sibuk menangkap ikan disungai untuk dibakar.


"berarti besok aku kembali di dunia" gumam Meifeng, ia lalu menghampiri Bian meletakkan jari telunjuknya di antara kening Bian, bian hanya mengikuti dan menerima ilmu yang di berikan Meifeng "pelajari itu kapanpun besok aku mau keluar" ucap meifeng diangguki Bian.


.


.


.

__ADS_1


Favorit;)


__ADS_2