
Mo Chou dan Fei Hung mengikuti pangeran, mereka menggunakan Qing gong namun Fei Hung dan Mo Chou lebih cepat tiga kali lipat dari Lie Tian.
Lie Tian kewalahan mengejar mereka "mereka sebenarnya berguru dimana, dari klan apa?" tanya Lie Tian pada diri sendiri.
Tak lama Mo Chou dan Fei Hung tiba di gerbang kekaisaran Tian "huh mana pangeran tadi?" ucap Fei Hung sambil tangannya diletakkan di atas kening untuk melihat Lie Tian.
setelah itu muncullah Lie Tian dari kejauhan yang masih melompat dari rumah kerumah "lemah" ucap Mo Chou dengan suara kecil.
"aduh...kalian sebenarnya orang atau bukan" ucap Lie Tian yang langsung terduduk di tanah, mereka berdua yang melihat itu ikut duduk di tanah agar menghormati pangeran.
"huh sudahlah ayo masuk kedalam" ucap pangeran yang langsung masuk kedalam diikuti Mo Chou dan Fei Hung, setibanya di aula disana tidak ada siapa siapa, Lie Tian pun izin untuk memanggil ayahnya.
selang beberpa waktu akhirnya kaisar datang dengan gerombolannya "wow...kita ternyata tamu istimewa" bisik Fei Hung mendekat di telinga Mo Chou.
__ADS_1
Mo Chou hanya terawa geli ia langsung mengingat nonanya yang sudah menjadikan mereka seperti ini.
Kaisar kemudian duduk di singgasana nya dan menatap Mo Chou dan Fei Hung dengan penasaran begitu juga dengan para tetua di kekaisaran itu "nama kalian siapa" tanya kaisar yang menggema suaranya di ruangan itu.
"nama hamba Fei Hung dan ini Mo Chou" ucap Fei Hung sambil menundukkan kepala nya sedikit diikuti Mo Chou.
"kalian dari perguruan mana, dan siapa guru kalian" tanya kaisar lagi setelah mendengar nama marganya berbeda yang berarti mereka bukan dari suatu klan.
Kaisar penasaran dengan wanita yang mengajari Mo Chou dan Fei Hung "apakah marga wanita itu adalah Yin?" tanya seorang tetua yang sudah sangat tua itu tiba tiba.
semua mata tertuju pada tetua itu "tetua apakah kau mengetahui wanita itu" tanya kaisar dengan mata berbinar, sedangkan Mo Chou dan Fei Hung bingung sebab nonanya bukan bermarga Yin tapi Feng.
"marga nona kami bukan Yin tetua" ucap Fei Hung bingung.
__ADS_1
tetua itu hanya melamun sambil mengingat sesuatu 'kalau bukan Yin lalu siapa, cerita wanita itu persis seperti wanita legenda itu tapi marganya beda' batin tetua itu bingung ia berpikir kalau Mo Chou dan Fei Hung menyembunyikan marga nonanya.
tetua itu lalu melihat kaisar "hamba tidak tahu kaisar, hamba hanya menebaknya" ucap tetua itu kemudia duduk di kursi yang ada di belakangnya.
Kaisar hanya mempercayai saja tidak menaruh curiga sama sekali "apakah niat nona kalian baik untuk melatih kalian?" tanya kaisar pada Mereka berdua.
"kaisar kami tidak akan bertindak buruk jika tidak ada yang mengganggu" ucap Mo Chou seperti memperingati.
"apa kau bisa memanggil kawananmu" tanya pangeran penasaran dengan seberapa banyak mereka.
Mo Chou dan Fei Hung saling berpandangan lalu menyetujui keinginan pangeran namun akan sedikit memberikan kejutan, sebelum memanggil Mo Chou meminta untuk pergi kelapangan kaisar menyetujuinya, mereka semua menuju lapangan orang orang di luar ruangan juga mengikuti.
Setibanya di lapangan semua orang berdiri di dekat tempat duduk kaisar kecuali Mo Chou dan Fei Hung yang sudah berdiri di tengah lapangan.
__ADS_1