Goddess Of Death

Goddess Of Death
CHAPTER 19


__ADS_3

setelah selesai mengelilingi kerajaan itu jendral feng lalu memasuki paviliun demi paviliun termasuk paviliun para putri di kekaisaran Zhang.


setibanya ia di paviliun salah satu selir kesayangan kaisar, selir ping. selir tersebut adalah sahabat dari istri jendral feng yang kedua selir tersebut juga bekerja sama untuk menyingkirkan istri dari jendral feng yang pertama.


saat jendral feng maju untuk melihatnya tidur, selir ping terlanjur bangun "siapa kau?" ucap selir ping sambil mengucek matanya.


jendral feng menunduk untuk memperlihatkan wajahnya, selir ping terkejut melihat jendral feng ada di kamarnya dengan pakaian yang begitu kotor dan penuh darah "je..jendral apa yang kau lakukan?" tanya selir ping ragu namun berusaha untuk tetap tenang.


selir ping dulunya menyukai jendral feng dan ingin menjadi istrinya namun ibu dari Meifeng lah yang terpilih, ia dan sahabatnya bersikeras untuk menjadi selir dari jendral feng lalu menyingkirkan istri pertama jendral, namun selir ping tidak diangkat jadi selir karena jendral feng tidak menyukainya.


selir ping terpaksa menjadi selir kaisar Zhang dan mengetahui seluruh rahasia kaisar.

__ADS_1


"pray when pain fetches you" ucap Meifeng jauh di kediaman jendral feng.


jendral feng berjalan mendekat kearah selir ping sambil mengeluarkan katananya "ap..apa yang kau inginkan..menjauh!!!" teriak selir ping melihat katanya yang sangat mengkilat dan tajam di tangan jendral feng, dengan tergesa-gesa selir ping lari dari jendral feng.


ia ingin lari keluar namun di hadang oleh jendral feng, selir ping tak punya pilihan lain ia lalu masuk kedalam lemari baju untuk menghindar dari orang yang ingin membunuhnya.


jendral feng tak berbuat apa apa ia hanya menunggu di depan pintu lemari sampai incarannya keluar, selir ping sangat ketakutan di dalam sana sesekali ia mengintip lewat celah lemari dan jendral feng masih setia berdiri di sana menunggunya dengan tenang.


setelah lama berdiam di dalam lemari selir ping sekali lagi mengintip di celah lemari dilihatnya sudah tidak ada lagi jendral feng disana, ia perlahan keluar dari lemari ketika sudah keluar sepenuhnya tiba tiba perutnya di tusuk menggunakan kayu runcing yang sudah di potong jendral feng dari kaki kursi.


jendral feng melepas pegangan tangannya dari kayu itu dan duduk di kasur menyaksikan rasa sakit yang menimpa selir ping.

__ADS_1


setelah bosan menonton jendral feng lalu menarik katananya dan mengarahkannya tepar di jantung selir ping, perlahan demi perlahan ia memasukkan ujuk katana itu ke dada selir ping "berhen..ti menyik..saku kumo..hon bunuh sa..ja aku" ucap selir ping sangat merasa sakit di dada dan di perutnya.


"teriak sekencangnya!! aku menyukainya hahaha" jendral feng tertawa menggelegar di sekuluruh ruangan, ia berhenti sejenak untuk mendengar teriakan selir ping.


setelah tak ada lagi suara ia lalu melanjutkan memasukkan katananya dan selir ping pun kembali berteriak kesakitan "to..long bunuh sa..ja aku!!!!" ucap selir ping lalu menghembuskan nafas terakhirnya, jendral feng kecewa dengan kematian selir ping ia lalu berjalan lagi mencari yang lebih enak untuk di bunuh.


"this is just the beginning"


.


.

__ADS_1


.


tokoh tokoh yang tidak penting aku tidak kasi nama ya Happy reading(:


__ADS_2