
Jendral Feng mengingat semua apa yang telah ia lakukan kepada putri bungsu dari istrinya dahulu tetapi ia masih tak terima jika istrinya mati karena melahirkan Meifeng.
"aku tak akan pernah menganggapmu anakku!!" ucap jendral Feng menatap tajam kearah Meifeng.
Meifeng marah ia kira jendral Feng akan mengerti apa yang dia ucapkan namun nyatanya tidak, ia lalu berbalik pergi sebelum itu ia memberitahukan Huli, Jingyi dan juga Bei Bian untuk tetap di ruangan itu.
setelah keluar ia langsung terbang keatas dan memasang ilusi agar kediaman Jendral feng tampak biasa saja, para prajurit di sana semua menyerang Meifeng dengan cara melempar pedang, tombak, dan panah kearah Meifeng "aku ingin kalian semua matii!!" ucap Meifeng lalu menyangkat tangannya, saat itu pula semua terngkorak dan arwah yang tidak terima kematiannya bermunculan dan membantai seluruh kediaman jendral Feng.
"bakar bangunan itu tanpa sisa sedikitpun!!" teriak Meifeng kepada pasukannya, matanyapun sudah menghitam sepenuhnya karena marah, Huli dan yang lain keluar dari ruangan dengan membawa jendral feng dan Faifeng.
__ADS_1
Jingyi ingin menghentikan kekejaman dari Meifeng namun ia tak berani, jingyi merasa tidak asing dengan gaya anggun yang di tampilkan Meifeng di atas pasalnya ia mengingat seseorang yang telah membuatnya menjadi patung batu.
Sedangkan Huli dan Bei Bian hanya diam sambil menunduk menatap tajam kearah Jendral feng dan anaknya "ini semua karena kau ********" ucap Huli memukul kepala bagian belakang jendral.
setelah lima menit berlalu sekuruh kediaman jendral feng telah rata dengan tanah, Meifeng turun dari atas dan mendara tepat di hadapan jendral feng "kau lihat pemandangan indah tadi? bagus sangat bagus" ucap Meifeng sambil menjambak rambut jendral feng.
Jendral feng hanya diam dan menutup mata membuat Meifeng kembali marah "kau tidak mau bicara?..." tanya Meifeng ia punya rencana lagi di otak cantiknya.
"kirim dia ke kekaisaran Zhang aku ingin melihat reaksi mereka" ucap Meifeng lalu duduk di kursi hitamnya, segera Huli dan Bei Bian mengirim jendral Feng ke kekaisaran Zhang menggunakan pintu dimensi tepat di depan gerbang
__ADS_1
setibanya di depan gerbang Huli langsung memberikan katana dan menyuruh Jendral feng masuk sendiri karena sudah di kendalikan oleh Meifeng "masuklah dari sini semoga kau baik baik saja" ucap Huli memegang bahu jendral Feng.
"hehe saatnya mulai" ucap Meifeng yang berada di atas bangunan yang sudah rata dengan tanah.
Jendral feng masuk dengan santainya walau sudah di halangi oleh 2 prajurit penjaga gerbang sebab pakaian jendral feng nampak kotor.
"maaf jendral anda tidak boleh masuk sembarangan harus izin terlebih dahulu" ucap prajurit itu menghadang jendral feng dengan tombaknya.
tanpa basa basi jendral feng langsung menusuk tepat di jantung prajurit itu dengan tangan kosong dan menarik jantung yang masih berdetak itu keluar, prajurit yang lainnya melihat itu syok berat ia tak bisa bergerak sama sekali, setelag menarik jantungnya jendral feng langsung membuang jantung itu tepat di samping pemiliknya.
__ADS_1
ia lalu berbalik menghadap prajurit yang melihatnya lantas menusuk matanya menggunakan jari telunjuk, setelah selesai ia lalu berkeliling memutari kekaisaran Zhang dan membunuh prajurit prajurit yang di temuinya bahkan para dayang dayang sekalipun.
ohiya aku tidak tau mau kasi nama siapa jendralnya karena...aku tidak tau nama nama cina.