
pada saat yang sama, seluruh benua didunia langit sudah sangat hitam dan bergemuruh seperti akan datangnya badai besar, petir berdatangan terus menerus.
Di kekaisaran Zhang salah satu peramal tua segera berlari keluar dengan terburu buru, kaisar Zhang dan semua yang melihat itu segera menyusul peramal kerajaan dengan perasaan bingung.
Setibanya di lapangan tempat latihan para prajurit peramal itu berhenti dan memandang langit dengan ekspresi terkejut, kaisar yang melihat itu menghampirinya "ada apa peramal Lu?" tanya kaisar kepada peramal yang bernama Xuan Lu.
"hormat hamba yang mulia" ucap peramal lu dengan bersujud di depan kaisar zhang
"jawab" tegas kaisar merasa kesal kerna pertanyaannya di abaikan.
"ya...yang mu..mulia sang penguasa baru te...telah lahir" jawab peramal itu dengan gugup.
__ADS_1
kaisar dan yang lainnya terkejut bukan main, ia tiba tiba mengingat perkataan dari istri kepala klan iblis yang pernah ia bunuh 12 tahun yang lalu. Seketika wajah kaisar berubah jadi pucat pasi dan pergi kedalam paviliun naga miliknya.
permaisuri yang melihat ekspresi suaminya menghampiri peramal Lu "ada apa sebenarnya peramal Lu?" tanya permaisuri Gu
"Begini permaisuri, dulu kaisar Zao, Kaisar Tian, dan Kaisar Zhang bersatu untuk menghapus klan Azura dari benua Hua xia karna dituduh telah membunuh permaisuri Kaisar zhang yang sebelumnya, tapi entah kenapa satu iblis bisa lolos dari serangan tiga Kekaisaran, sekarang hamba merasa iblis yang lolos itu adalah iblis yang akan membalas dendam klan azura" penjalasan peramal Lu membuat permaisuri terkejut, itu artinya tiga kekaisaran akan hancur di tangan iblis itu batin permaisuri.
semenjak itu tiga kekaisaran menjadi heboh dengan berita tersebut yang cepat menyebar.
Ketika ia membuka mata, iris matanya merah darah tapi warna mata itu cepat kembali ke asalnya yaitu hitam legam begitu juga dengan lambang tanduknya, meifeng berjalan kearah gurunya dan membungkukkan tubuhnya sedikit "guru" kata meifeng.
"mei'er aku bangga padamu" ucap xiao tian sambil mengusap kepala gadis kecil di depannya.
__ADS_1
Meifeng yang mendengar panggilan gurunya pun terkejut pasalnya gurunya selalu memanggilnya gadis kecil atau Meifeng "guru...apa aku tidak salah dengar" ucap meifeng masih tidak percaya.
"hahahaha....kau tidak salah dengar mei'er" xiao tian tertawa gemas melihat raut wajah keponakan satu satunya itu, xiao tian kemudian membawa meifeng kembali ke goa.
"istrahatlah aku ada urusan sebentar" kata xiao tian dengan lembut, meifeng yang mendengar itu hanya mengangguk karena mengingat betapa lelahnya setelah menghadapi petir dewa.
Xiao tian kemudian berjalan mendekat setelah melihat Meifeng tertidur "mei'er maafkan aku, aku akan menghapus ingatanmu tentang ranah dewa dan bagaimana kau sampai disini tapi kau tidak akan melupakan jati dirimu" setelah mengatakan itu xiao tian memegang kepala Meifeng dan cahaya hitam muncul di sekitar tangannya, setelah itu ia menghilang entah kemana.
setelah seharian tertidur Meifeng bangun dari tidurnya "ukh...kenapa badanku pegal begini, guru kemana...kurasa ia sudah pergi" kata meifeng berjelan keluar dari goa.
"segarnya" ia meregangkan badannya tiba tiba muncul seekor rubah jantan yang menghampirinya, "oh kau rubah kecil...mengapa kau kemari?" kata Meifeng sambil mengangkat rubah itu kedalam gendongannya.
__ADS_1