Goddess Of Death

Goddess Of Death
CHAPTER 8


__ADS_3

"oh seperti itu" tampak Meifeng biasa saja, ia segera menyimpan pedang itu didalam cincin dimensi yang tergantung dilehernya, ia tidak memakai cincinnya melainkan menjadikannya kalung.


Huli kesal dengan tanggapan yang diberikan Meifeng menurutnya itu adalah keberuntungan terbesar dalam hidup.


"aku rasa harus kembali ke hutan tempat pengasinganku" Meifeng mengingat waktu hukuman pengasingannya tinggal 3 hari, ia akan menghabiskan saja waktu disana.


Meifeng berbalik dan terbang di bawah pohon agar tidak terlihat oleh orang orang, sesampainya di hutan pengasingan itu Meifeng segera mencari sungai untuk mandi.


Huli yang melihat itu lantas bertanya "apa kau tinggal disini Mei?" Huli bingung dengan gubuk kecil dan tua tempat tinggal nonanya.


"Tidak, ini tempat pengasinganku" jawab Meifeng sambil berendam tanpa mengkhawatirkan ada yang melihat, sebab hutan itu adalah hutan terpencil di benua Hua xia.


"pengasingan?" beo Huli.


"ayahku yang mengasingkanku disini, mereka tidak menganggapku ada, aku diasingkan disini karena anak selir jal**g itu, aku dulu bahkan sering dipukul oleh mereka" ucap Meifeng mengingat memori yang masuk dikepalanya.

__ADS_1


Huli marah dengan apa yang dilakukan para ******** itu, namun marahnya reda setelah mendengar ucapan nonanya "Huli bisakah kau tunjukan wujudmu" "bisa mei'er" jawab Huli antusias.


Huli kemudian merubah wujudnya menjadi rubah biru yang cantik, Meifeng yang melihat itu kagum dengan wujud Huli "wah...kau sangat cantik huli" ucap Meifeng dengan senangnya sesaat telah berganti menjadi ekspresi dinginnya.


Huli dibuat kesal sekali lagi, kemudian ia teringat sesuatu "mei'er aku bisa merubah wujud jadi manusia" ucap Huli dengan bangga.


Meifeng yang mendengar itu menyeringai "kalau kau merubah wujudmu jadi manusia kau akan melihatku sedang mandi" Huli yang mendengar itu terkejut ia baru sadar jika nonanya sedang mandi mengingat dia adalah jantan.


"tapi aku sudah melihatmu mandi dari tadi" elaknya


"huh!" Huli tidak bisa berkata kata lagi, Meifeng yang melihat itu tersenyum.


sepuluh menit berendam, Meifeng segera memakai bajunya dan berjalan menuju gubuk tuanya, "huh..aku akan tinggal di cincin dimensi saja" ucap meifeng kemudia masuk kedalam dengan menarik Huli secara paksa.


"Mei'er ini dimana?" Huli takjub dengan pemandangan di depannya, ia terkejud melihat mata air surgawi "mei'er ini..ini.." "air mata surgawi" potong Meifeng, kemudian memberikan Huli pil kultivasi tingkat tinggi dengan esensi kemurnian mencapai seratus persen yang ia buat.

__ADS_1


"gadis kecil kau benar benar iblis" ucap Huli sambil menatap pil tingkat tinggi itu terkejut.


Pil di bagi jadi tiga tingkatan, tingkat rendah, tingkat menengah, dan tingkat tinggi. Namun esensi kemurniannya berbeda walaupun pil tingkat rendah tapi esensi kemurniannya seratus persen bisa dicap alkemis senior.


Meifeng tidak menghiraukan perkataan Huli ia membuat boneka dari air surgawi dan menghidupkannya menggunakan kekuatannya, "kalian semua pergi buatkan aku paviliun sederhana namun mewah" Meifeng memerintah 50 boneka air itu.


Para boneka itu hanya mendengar perintah Meifeng saja.


Sedangkan Huli ia memakan pil dan mulai berkultivasi dengan wujud manusianya, Meifeng yang melihat itu terpesona tetapi hanya sesaat, ia melihat wujud manusia yang sangat tampan, wajahnya seperti diukir oleh dewa.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Makasih sudah meluangkan waktu baca cerita abal ini๐Ÿ˜‚


Jika kalian suka, boleh dong minta vote dan komen untuk menghargai penulis amatir ini:')

__ADS_1


S****ekali lagi terima kasih telah mampir ke work ini๐Ÿ˜Š


__ADS_2