Goddess Of Death

Goddess Of Death
CHAPTER 38


__ADS_3

"siapa?" tanya Chen Gong seolah tidak tau.


"saya Jingmi bawahan Meifeng sekaligus sahabatnya" balas Jingmi seadanya.


Chen Gong mempersilahkan Jingmi masuk dan membangunkan Meifeng yang masih bergelayut manja dengan tempat tidurnya.


Setelah bangun Meifeng mendengar kalau ada Jingmi diluar ia langsung bangun dan berlari mencari Jingmi.


"oh my beloved dragon" ucap Meifeng saat tiba di ruang tamu dan langsung duduk di dekat Jingmi.


Jingmi yang mendengar perkataan Meifeng bingung dengan bahasanya sebab ia baru pertama kali mendengarnya.


"bahasa apa itu Meifeng?" tanya Jingmi penasaran.


"itu bahasa yang aku ciptakan sendiri" balas Meifeng dengan entengnya.


Jingmi hanya mengangguk saja tanda mengerti, Chen Gong datang dari dalam dan membawa handuk kecil, dilemparkan nya pada Meifeng untuk menyuruhnya cuci muka.


"cuci muka" ucap Chen Gong kemudian duduk di kursi yang sedikit jauh dari Jingmi.

__ADS_1


Meifeng berlari ke kamar mandi dan mencuci muka, sedangkan di ruang tamu Chen Gong duduk seperti seorang raja dan Jingmi adalah bawahannya, Jingmi melihat itu hanya menatap tajam ia tak berani memprotes karena ia merasa pria ini bukan sembarangan.


Selesai mencuci muka, Meifeng lalu duduk di tempatnya tadi ia merasa aura di ruangan itu agak berbeda dengan tadi, saat menyadari apa yang terjadi ia hanya menatap malas pada Jingmi lalu membisikkan sesuatu.


"jangan dihiraukan pria itu yang aku pungut di hutan" bisik Meifeng pada Jingmi.


Jingmi langsung menahan tawanya sekuat tenaga, Chen Gong yang melihat itu menatap Jingmi galak.


berkali kali Jingmi menahan tawanya sampai ia lemas dan bersandar di kursi, namun saat melihat wajah Chen Gong ia kembali menahan tawanya.


"apa yang kau tertawakan!!" ucap Chen Gong dengan kesal melihat Jingmi menahan tawa saat melihatnya.


"Meimei kita...haha...pulang" ucap Jingmi yang masih belum bisa melupakan hal kecil itu.


Meifeng diam lalu menatap Chen ia berpikir bagaimana cara agar pria itu pulang.


"Chen apakah kau tidak ingin pulang?" ucap Meifeng memanggil Chen Gong dengan sebutan Chen.


Chen Gong merasa akrab dengan panggilan itu namun ia tak tau siapa yang memanggilnya "aku.....baiklah aku pulang" tapi aku akan terus mengawasimu lanjut Chen dalam hatinya.

__ADS_1


Meifeng tidak banyak bicara ia lalu pergi meninggalkan rumah itu sebab ia sudah memanggil bawahannya untuk mengurus rumah itu.


"Meifeng ya? seperti tidak asing nama itu tapi dimana" pikir Chen mengingat nama Meifeng.


Meifeng tiba di istana nya, ia lalu pergi ke balkon kamarnya "ck...sangat membosankan jika seperti ini" gerutu Meifeng ia ingin mencari mangsa untuk kesenangannya.


"Huli" ucap Meifeng pelan namun suaranya seperti berjalan sampai ketelinga Huli.


"ada apa?" balas Huli saat sampai dikamar Meifeng.


"carikan aku mangsa"


"kenapa kau tak cari saja di para bawahan mu itu mungkin mereka mempunyai musuh atau dendam" balas Huli.


Meifeng berpikir sejenak "rubah pintar" ucap Meifeng sambil menepuk bahu Huli.


Ia langsung mengumumkan jika ada yang mempunyai dendam atau musuh beritahu kan padanya, saat itu datang banyak bawahan Meifeng yang punya musuh Meifeng sangat gembira dengan itu.


"hehe saatnya bersenang senang"

__ADS_1


__ADS_2