Goddess Of Death

Goddess Of Death
CHAPTER 32


__ADS_3

Kaisar yang mendengar itu hanya diam saja ia tau anaknya yang salah, selir kaisar yang paling sombong itu tak terima jika kerjaannya di hina "heh!! gadis busuk aku peringatkan ya tunduk atau kepalamu hilang!!" ucap selir tersebut, selir An.


"aku? kepalaku hilang?" ucap Meifeng seakan tidak percaya, "ya kau dasar tidak tau diri, gadis gila" balas selir An secara terang terangan menghina Meifeng.


saat itu semua senjata di tujukan pada selir An namun Meifeng mengangkat tangannya tanda berhenti "semua yang kau ucapkan aku terima selir An" ucap Meifeng yang tiba tiba mengetahui nama selir itu.


"tunggu aku" ucap Meifeng lagi lalu pergi dari lapangan itu dengan lorong dimensi menuju kerajaan nya diikuti seluruh bawahannya.


"kurang ajar!!!" ucap Meifeng yang sudah tiba di cincin dimesinya sambil membanting gelas dihadapannya, "tunggu saja...tunggu kejutan dariku, akan ku buat kau sengsara" ucap Meifeng ia sudah merencanakan sesuatu diotak kecilnya.


Hari terus berlanjut, hingga pagi menjelang tiba menampakkan sinarnya namun di istana nya hanya ada kegelapan dan kegelapan saja.


"Huliiiii!!!!" teriak Meifeng menggema di seluruh ruangan, yang dipanggil hanya lari seperti orang kesetanan.

__ADS_1


"A-ada apa M-Meimei.." ucap Huli saat tiba di depan Meifeng dengan nafas tertahan di ucapannya.


"aku akan pergi, kau dan yang lainnya tidak perlu ikut" ucap Meifeng lalu pergi terbang dengan sayapnya.


Huli hanya bisa pasrah dan menghela nafas ia tau Meifeng sedang dendam dengan seseorang.


sementara selir An sedang berendam dan bersantai ria, tiba tiba ada sepucuk surat yang datang entah dari mana selir An membacanya, surat itu hanya bertuliskan kata 'hai' yang membuat selir An bingung "apa apaan yang tulis ini sangat tidak berguna" ucap Selir An lalu menyimpan surat itu dibelakangnya.


Setelah selesai mandi ia memanggil pelayan dan membantu nya memakai baju, saat ia keluar menuju kamarnya ada tulisan dicermin yang masih terbuat dari perunggu, tulisan itu hanya kata "hai" namun terbuat dari darah, selir An kaget dan berteriak.


"ada apa nyonya" tanya pelayan tersebut


"disitu ada darah cepat hapus" ucap Selir An sambil menunjuk cerminnya.

__ADS_1


"nyonya disini tidak ada darah, semuanya bersih" balas pelayan itu kebingungan.


"apa?! mana mungkin tadi aku melihat ada darah disini" ucap Selir An yang kembali melihat cerminnya namun tidak ada apa apa.


Selir An tak berani lagi berkaca disana, ia hanya membelakanginya menyisir rambut di bantu para pelayannya.


saat keluar untuk menemui kaisar, ia merasa ada yang mengikutinya sepanjang perjalanan, di jalan ia bertemu dengan putri keempat kaisar dari selir kelimanya.


"bibi" sapa sang putri yang bernama Ai su Tian.


"ah putri Ai" balas Selir An ramah pada orang yang satu pemikiran dengannya.


Selir An dan Putri Ai su berbincang bincang sebentar dan memutuskan untuk pergi dengan arah yang berlawanan, tanpa di sadarinya putri Ai su berbalik dan menyeringai kejam melihat selir An, setelah selir An sampai ia mendapati semua orang menangis termasuk kaisar yang sedang bersedi, "ada apa tuanku kenapa semuanya menangis" tanya selir An bingung.

__ADS_1


"ini semua karena kamu!! karena kamu putriku mati!!" ucap selir Su Ling sambil mengguncang dan menampar selir An.


__ADS_2