Goddess Of Death

Goddess Of Death
CHAPTER 17


__ADS_3

Meifeng dan yang lainnya terbang menuju gerbang kediaman jendral feng dan masuk seperti orang baru tak lupa Meifeng menggunakan topeng di setengah wajahnya agar tidak ada yang mengenali begitu juga dengan jingyi terkecuali Huli dan Bei Bian.


sesampainya di aula kediaman jendral feng Meifeng melihat raut terkejud dari jendral dan juga yang lainnya melihat Meifeng adalah anak yang berusia 11-12 tahun.


"gadis kecil apa yang kau lakukan disini" ucap Fengyin putra pertama jendral Feng maju setelah menangkap wajah gelap ayahnya. Meifeng marah di panggil gadis kecil sebab jiwanya sudah berumur 30 tahun.


Dengan kesal Meifeng meninggalkan Fengyin dan membuat kursi dari asap hitamnya lalu menatap kearah Faifeng yang sudah ketakutan sedari tadi.


semua orang disitu wajahnya tampak gelap setelah tau orang yang mereka takutkan adalah seorang anak kecil terlebih lagi selir Nuan yang sudah sangat marah telah di permainkan.


"heh!!...dasar kau ****** beraninya memukul putriku memangnya kau siapa hah?!!" ucap selir Nuan dengan suara tinggi dan menampar Meifeng.

__ADS_1


semua orang kaget atas tindakan selir Nuan, Meifeng sudah menyuruh Huli dan yang lain untuk tidak ikut campur walau sempat berdebat karena Huli tidak mau terjadi sesuatu dengan Meifeng. "kau saja tidak bisa membalas tamparanku, putriku memang pantas untuk memukulmu" pakk...suara tamparan itu terdengar lagi Huli masih menahan diri untuk tidak ikut campur saat melihat darah yang berceceran dari mulut Meifeng.


perlahan mengangkat kepalanya dan menatap tajam kearah selir Nuan, ia berdiri setelah melihat selir Nuan berlajan mundur karena ketakutan, Meifeng lalu menatap kearah Jendral feng dan mengeluarkan 100% auranya yang membuat semua orang disana jatuh akibat tekanan yang diberikan Meifeng bahkan tetua disana pun jatuh, ada yang mengalami kerusakan roh yaitu putra pertama Fengyin yang berarti ia hanya akan menjadi sampah.


"aku kesini dengan maksud baik baik tapi begini selirmu memperlakukanku?" ucap Meifeng suaranya berubah berat dan serak karena marah.


Faifeng dengan segala keberaniannya maju mendekati Meifeng dan bersujud di depannya "maafkan hamba nona tolong jangan bunuh anggota keluargaku" ucap Faifeng dengan suara rendah.


"a..yah ma..afkan a..ku te..lah menjadi budak da..ri nona i..ni" ucap Faifeng kesakitan di lehernya. Jendral feng terkejut atas perkataan anak keduanya itu matanya sudah berkaca kaca karena tidak bisa menjaga keluarganya.


Meifeng yang melihat itu jijik dan melempar Faifeng kesamping lalu mengeluarkan sulur hitam dan dengan cepat menghampiri selir Nuan, sulur itu mengikat dan menghisap darah selir Nuan sampai tandas.

__ADS_1


"apa kau puas jendral" ucap Meifeng lalu mengerahkan lebih banyak sulur dan menghabisi semua anggota keluarga terkecuali Faifeng dan jendral feng, setelah puas ia lalu maju perlahan sambil membuka topeng kearah jendral feng "apa kau sudah melihatku ayah" ucap Meifeng setelah membuka topengnya.


"Me..Meifeng" balas jendral feng dengan raut wajah terkejut setengah mati "mengapa kau tega melakukan itu semua hah!! dasar anak durhaka" teriak jendral feng menggema di seluruh ruangan.


"aku jadi seperti ini karena kau mencampakanku, membuangku, dan memukulku apa itu tidak kejam terhadap anak di bawah umur, hm?" ucap Meifeng mengangkat dagu Jendral feng yang masih terduduk di lantai.


.


.


.

__ADS_1


Muehehehe Makasih udah luangkan waktu ke novel abal abal ini (TºT)


__ADS_2