Goddess Of Death

Goddess Of Death
CHAPTER 21


__ADS_3

"mengapa kalian pulang putraku" tanya kaisar Zhang berubah menjadi tenang setelah melihat putranya "kami mendengar kalau disini terjadi pembunuhan ayah" balas Zhang Li dengan raut wajah tidak tenang.


Jendral feng yang melihat interaksi itu hanya menatap bosan dari dalam paviliun kaisar Zang, sampai ia sengaja menjatuhkan vas bunga di paviliun itu.


kaisar Zhang yang mendengar itu seketika kembali ketakutan sedangkan Zhang Li ia penasaran siapa yang ada di dalam paviliun ayahnya.


"siapa yang berada di paviliun ayah" tanya Zhang Li sambil melihat kedalam paviliun ayahnya. Kaisar Zhang hanya menggeleng tak tahu.


"akan aku periksa" ucap Zhang Li langsung mendobrak pintu dan mengeluarkan pedangnya untuk berjaga jaga.


saat pandangan matanya menyusuri ruangan itu ia terkejut melihat sesosok orang yang berdiri di sudut ruangan yang gelap "siapa kau" tanya Zhang Li waspada.

__ADS_1


jendral feng tidak menjawab ia hanya mengulur tangannya agar di kenai cahaya bulan dan mengisyaratkan Zhang Li agar maju mendekatinya, Zhang Li yang melihat isyarat itu awalnya ragu kemudian ia memberanikan diri demi kerajaannya.


setelah mendekat jendral feng memberikannya secarik kertas, Zhang Li menangkap dan membacanya ia bingung pasalnya surat itu berbunyi "tebak siapa aku, jika benar kau bebas dan jika salah aku akan membunuhmu, ingat jika kau berani kabur nyawa seluruh istana ini ada di tanganku termasuk ayahmu, aku berikan 3 kali tebakan".


"apa ini....siapa kau sebenarnya" tanya Zhang Li yang mulai gemetar ketakutan ia menyesal telah mendekat ke orang di depannya.


sedangkan kaisar Zhang ia khawatir dengan keadaan putranya ia berjalan bolak balik di tempatnya sampai akhirnya ia memutuskan untuk masuk kedalam dan memeriksa putranya "Zhang Li apa kau baik baik saja" teriak kaisar Zhang yang berdiri diambang pintu.


kaisar Zhang melihat putranya bersama orang misterius itu tidak berani berbuat macam macam ia hanya berdiri disana dan secara perlahan mundur menjauh.


"apa kau adalah salah satu orang di istana" tanya Zhang Li mulai menebak, dan dilihatnya jendral feng mengangguk.

__ADS_1


Zhang Li semakin berhati hati untuk menebak "apa kau orang yang dekat dengan kaisar" tebak Zhang Li lagi dan sekali lagi jendral feng nengangguk.


'ayo kau tinggal punya 1 tebakan lagi' Batin Zhang Li menyemangati dirinya sendiri "kau adalah mentri keuangan" tebak Zhang Li sekali lagi dan ia melihat jendral feng tidak mengangguk ataupun menggeleng ia yakin jawabanya salah.


jendral feng perlahan keluar dan menampakkan mukanya, Zhang Li terkejut bukan main ia melihat jendral setia ayahnya "kau penghianat!!!!" teriak Zhang Li mengacungkan pedangnya kearah jendral feng, tanpa basa basi jendral feng lalu merobek perut Zhang Li dengan pedangnya "dengar pengeran...aku bukan jendral feng ingat baik baik nama ini setelah kau mati Meifeng" ucap jendral feng berbisik di telinga Zhang Li dan detik itu juga jantungnya sudah tidak berdetak lagi dengan mata yang masih melotot.


jendral feng mengangkat Zhang Li dan membaringkannya di kasur lalu menyelimutinya "tidurlah" ucap jendral feng sambil menutup mata Zhang Li yang masih terbuka.


jendral feng ingin beristirahat sampai fajar tiba semalaman itu ia hanya duduk di kasur dan menatap mayat Zhang Li yang seolah tertidur.


"pangeran lebih baik tidur dari pada menghadapi dunia yang kejam ini" ucap jendral feng sambil menancapkan kukunya di kaki Zhang Li.

__ADS_1


Haii:) maafkan typonya ya


__ADS_2