Goddess Of Death

Goddess Of Death
CHAPTER 25


__ADS_3

"M-Meimei apa aku tidak salah lihat" ucap Jingyi tidak percaya benda kecil itu dapat menembus pohon.


"Kau tidak salah lihat itu namanya senjata api, kau lihat ujungnya berasap" ucap Meifeng sambil menunjukan ujung sniper nya, "sudahlah temani aku ke pasal penjualan budak" lanjutnya lalu keluar dari cincin dimensi dan diikuti Jingyi dan Huli.


Meifeng masih melihat wajah kedua orang itu masih ketakutan "itu hanya senjata buat apa di takutkan, nanti aku akan mengajari kalian" ucap Meifeng lalu memegang tangan Huli dan Jingyi di masing masing tangannya.


mereka tiba di tempat perbelanjaan, disana Meifeng melihat banyak sekali orang orang yang di jual 'Kenapa aku merasa kasihan sama mereka' batin Meifeng setelah melihat para budak yang di perjualbelikan namun ia membantah perasaannya itu kemudian pergi di salah satu toko yang paling besar.


saat masuk ia di sambut oleh para pelayan, sebenarnya di depan Meifeng sempat di larang masuk sebab umur Meifeng masih 13 tahun tetapi Huli punya cara, ia berpura pura menjadi ayah dari Meifeng sedangkan Jingyi adalah sepupunya.


Dengan rencana itu akhirnya mereka bisa masuk kedalam, "ada yang bisa saya bantu tuan" tanya salah satu pelayan pria pada Huli, pelayan wanita tidak ada yang mau mendekat karena melihat wajah tampannya.

__ADS_1


"ah..iya anakku mau membeli 2000 budak disini" ucap Huli dengan santai nya, pelayan itu terkejut dan langsung izin memberitahu pemilik toko.


Tidak lama terlihat sang pemilik toko yang kelihatan sudah tua, ia menunjukkan jalan kemana para budak itu berada, mereka melewati lorong yang sangat gelap dan pengap saat tiba di ujung Meifeng melihat sebuah penjara yang di tempati para budak tersebut.


Meifeng tidak banyak bicara lagi ia lalu memberi tahu Huli untuk membeli semua budak yang berjumlah 2050 orang.


sang pemilik toko meminta biaya 5000 koin emas dan langsung di bayar Huli, semua para budak disuruh mengikuti Meifeng untuk berjalan menuju hutan kematian sebab jika menggunakan kereta mereka akan curiga.


Setengah jam perjalanan akhirnya mereka sampai di perbatasan, para budak itu kebingungan mengapa mereka dibawa kesana.


"Huli, Jingyi, Jingmi kalian tunjukkan jalan untuk masuk kedalam hutan lapisan terakhir aku akan membangun tempat tinggal" ucap Meifeng kemudian melesat pergi dengan cepat, mereka bertiga menunjukkan jalan untuk para budak tersebut.

__ADS_1


Meifeng tiba di hutan terdalam dan tanpa menunggu lama ia mencari lahan yang strategis, ia akhirnya menemukannya kemudian ia menghentak kan kakinya dan muncullah iblis iblis tingkat menengah yang tak terhitung jumlahnya, ia memerintahkan semua iblis itu untuk membangun istana dengan kekuatan mereka masing masing.


Dua jam berlalu akhirnya istana yang Meifeng inginkan selesai di buat, para iblis tadi kembali kebawah tanah dan hanya tersisa Meifeng di istana nya yang memiliki beribu ribu kamar termasuk kamarnya, istana itu lebih besar dan lebih megah dari istana kekaisaran lainnya, istana itu di desain semoderen mungkin.


"untung aku sedikit pintar mendesain" ucap Meifeng lalu Huli memanggilnya dari belakang, "sudah sampai rupanya, bagaimana?" lanjut Huli setelah melihat Huli dan yang lainya.


"hebat Meimei, tapi kenapa penampilannya aneh" ucap Huli pasalnya ia belum pernah melihat penampilan istana yang seperti itu.


"aneh matamu dasar bodoh ini desain moderen" ucap Meifeng emosi karena desainnya dibilang aneh.


"M-Meimei" ucap Huli ingin menangis sama sekali tak mengerti bahasa yang di ucapkan Meifeng.

__ADS_1


>_<


__ADS_2