
"Nona anda adalah penguasa yang baru di hutan kematian" ucap rubah tersebut lalu mengambil jari Meifeng mengigitnya dan meletakan di antara dua keningnya.
"heh...apa yang kau lakukan!!" bentak Meifeng dan mengeluarkan 5 persen auranya dan itu sudah membuat rubah tersebut ingin mati.
"a..ampun nona hamba hanya ingin menadi binatang kontrak nona" ucap rubah itu dengan gugup. "hamba juga bukan rubah biasa nona, hamba dari klan rubah biru yaitu klan yang sudah sangat tua" lanjut rubah itu.
Meifeng terkjut karena yang ia tau klan rubah biru sudah lama punah "berarti kau satu satunya rubah dari klan itu?" "ya nona, hamba sudah lama tertidur disisi terdalam hutan kematian, setelah kekuatan anda lahir hamba baru bisa bangun dan mencari nona".
Meifeng bingung dengan sisi terdalam hutan kematian, ia bahkan baru masuk ke lapisan ketiga.
Hutan kematian terdiri dari 9 lapisan, setelah lapisan kesembilan terdapat hutan sugawi dimana semua obat obatan yang sangat langka berlimpah disana, tapi hanya tertentu yang masuk atas izin dari penguasa hutan kematian dan penjaga hutan surgawi seperti Meifeng yang sekarang adalah penguasa hutan kematian, Hutan kematian terdapat banyak hewan buas yang sangat berbahaya.
__ADS_1
"sisi terdalam hutan kematian?" tanya Meifeng.
"ya..nona" jawab rubah itu
"Baiklah antarkan aku kesana....oh sebelum itu siapa namamu?" sambil berbajalan menuju hutan terdalam.
"Hamba tidak punya nama nona" jawab rubah itu dengan menunduk digendongan Maifeng.
"bagaimana kalau aku memberikanmu nama..?" Meifeng senang bisa mendapat teman, ia enggan berteman dengan manusia.
"kalau begitu aku akan menamaimu Huli" ucap Meifeng dengan senyum merekah diwajah cantiknya.
__ADS_1
"terima kasih no...." sebelum Huli melanjutkan, ucapannya sudah dipotong oleh Meifeng "mulai sekarang kau jangan panggil aku nona, kau panggil saja aku Mei atau Mei'er, kalau tidak aku akan menghukummu" ancam Meifeng dengan ekspresi dinginnya, Huli mengangguk perlahan dan tersenyum menatap wajah cantik Mei'er nya.
"rasanya lelah juga berjalan terus" kata Meifeng lalu mengekuarkan sayap hitamnya.
Tak terasa perlu waktu sebentar untuk sampai dilapisan kesembilan tanpa gangguan apapun, Meifeng mendarat dengan mulus dan menengok kiri kanan "apa disini kau tertidur Huli?" tanya meifeng bingung pasalnya disana hanya ada rerumputan tinggi yang mencapai lutut dan pohon yang menjulang tinggi 'menyeramkan' itu kesan jika manusia masuk kedalam.
"bukan disini no..Mei'er, coba kau dekati pohon yang paling besar itu" ucap Huli dengan menunjukkan pohon kelihatan paling tua diantara pohon lainnya.
Meifeng berlajan mendekat, ketika tiba di depan pohon itu tiba-tiba daun daunnya bercahaya memancarkan aura bahagia, di batangnya muncul sesuatu yang panjang seperti pedang. Meifeng berlajan mendekat dan benar saja pohon itu mengeluarkan pedang yang memancarkan cahaya hitam dan putih.
"Mei itu pedang dark angel!!" seru Huli dengan terkejut.
__ADS_1
"memang ada apa dengan pedang ini?" tanya meifeng sambil membolak balikkan pedang itu.
"pedang itu adalah bentuk penyatuan dan kesetiaan pasangan Lord dark dan Queen Angel, pedang itu tidak sembarang orang memilikinya, ia pernah menghilang selam ribuan tahun karna pernah ditemukan oleh orang serakah, pedang itu akan memilih tuannya sendiri dan ia memilihmu Mei'er" jelas Huli masih tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.