
"kau yang menolongku?" tanya pria itu memastikan.
"bukan tuan, gadis kecilku yang menyelamatkanmu" balas Huli membenarkan.
pria itu berpikir gadis mana yang menolongnya "boleh aku bertemu dengannya?" tanya pria itu dengan muka datarnya.
"oh dia lagi cari makanan untuk tuan ma..." belum sempat Huli menyelesaikan perkataannya sudah di potong oleh Meifeng.
"Huli.." panggil Meifeng dengan lembut, Huli berlari menemui Meifeng seperti anjing yang bertemu tuannya.
"Meimei...pria itu sudah sadar" ucap Huli sambil memeluk Meifeng.
"lepas, aku akan melihatnya" balas Meifeng lalu menuju kamar pria itu, sebelum pergi tangan Meifeng di tarik Huli.
"Meimei katakan apa aku tampan?" ucap Huli sambil menunjukkan wajah imutnya.
"iya kau tampan tidak ada yang bisa mengalahkan ketampanan mu" balas Meifeng lalu masuk kedalam kamar pria tersebut.
__ADS_1
Meifeng sejenak melihat wajah pria itu yang sangat tampan seperti dewa bahkan mengalahkan Huli "saya membelikan makanan tuan, makanlah" ucap Meifeng melupakan wajah tampan pria itu karena tidak mau menyakiti hati Huli.
Pria itu yang sedari tadi mendengarkan percakapan dua orang itu hanya tersenyum kecil melihat gadis di depannya ini.
Selesai makan pria itu memperhatikan Meifeng yang sedang tertidur kursi "hai gadis kecil bahkan tidur pun kau sangat cantik" ucap pria itu kecil takut di dengar oleh Huli yang sedang berada di luar.
pria itu terus menatap wajah Meifeng sampai senyum terukir di wajahnya, tak lama Meifeng pun terbangun dan pria itu dengan cepatnya kembali berbaring pura pura tidur.
"aduh...pinggangku" ucap Meifeng saat bergerak pinggangnya sakit sebab tertidur di kursi kayu yang keras "huh..salah apa aku hingga tidur di kursi jelek ini" gerutu Meifeng yang masih memegang pinggangnya.
Meifeng berjalan ke tepi tempat tidur pria itu "haih...heh pria geser sedikit" ucap Meifeng sambil menggeser badan pria itu lalu berbaring di sampingnya dengan terlentang.
tanpa disadari perlahan Meifeng tertidur disamping pria itu, ia yang sedari tadi mendengar apa yang di katakan Meifeng hanya tersenyum kecil.
Malam tiba Meifeng terbangun karena lapar, ia belum makan dari tadi siang "Huli.." panggil Meifeng yang masih mengantuk.
"Ada apa Meimei...aku mengantuk" ucap Huli sambil menguap.
__ADS_1
"ck..ya sudah kau tidur disini aku ingin pulang makan besok baru datang" ucap Meifeng yang tak tega menyuruh Huli.
"hah? aku? tapi aku ingin ikut.." balas Huli tak mau satu rumah dengan pria itu nanti ada apa apa.
"Kau tunggu saja disini sebentar lagi pagi" balas Meifeng langsung terbang dengan sayapnya karena keadaan disana sedang sepi.
Huli hanya pasrah dibuatnya "bagaimana lagi, dia kan tuannya, huh" ucap Huli lalu kembali tidur.
Matahari sudah menampakkan wujudnya, Huli bangun dan pergi melihat pria itu "tuan siapa namamu" tanya Huli saat melihat pria itu sedang duduk di kursi sebab ia belum tau namanya.
"namaku Chen Gong" ucap Chen Gong dengan raut wajah yang sangat datar.
Huli berpikir ia pernah mendengar nama ini namun ia melupakannya, Huli terus berpikir dan berpikir "K-Kau...." ucap Huli dengan gugupnya sampai badannya gemetar.
"tenang lah kau jangan beritahu siapa siapa apa lagi gadis kecil itu..ah iya siapa namanya?" tanya Chen Gong dengan senyum manisnya ia tak mau menyakiti orang di dekat gadis kecilnya.
"na-namanya Me-Meifeng tuan" balas Huli dengan sangat gugup setelah mengingat nama Chen Gong itu siapa.
__ADS_1
"jangan gugup, aku tak mau gadis kecilku tau siapa aku" balas Chen Gong dengan senyum yang sangat ramah berusaha menenangkan Huli.