
Setelah merasa tujuannya sudah selesai Bei Bian pamit pergi dari sana dengan Qing gong (ilmu meringankan tubuh) sang ketua terkejut dengan kecepatan Qing gong Bei Bian "cari tahu siapa orang itu dan dari mana dia berasal" ucap sang ketua kepada pria yang tadi menemani Bei Bian "baik ketua" balas pria itu lalu melesat pergi.
Di saat yang sama Meifeng telah baik dari hutan kematian dan langsung mendengar kehebohan di kediaman jendral Feng, ia menyeringai senang dan berjalan menuju kediamannya.
sebelumnya Meifeng sudah menyuruh Jingyi dan Huli masuk ke dalam cincin dimensinya saat sampai di paviliun terpencil di kediaman jendral feng ia melihat Bei Bian baru saja tiba lalu masuk kedalam cincin dimensi tanpa di perintah dan berlanjut untuk latihan.
"Nona.." ucap suara itu memanggil Meifeng dari belakang dan terlihat adalah Jiao yang terus mengkhawatirkan Meifeng saat berkerja di paviliun mawar milik istri jendral feng yang kedua setelah ibu Meifeng.
"ada apa" tanya Meifeng tak suka atas kehadiran Jiao karena ia ingin masuk kedalam cincin dimensinya. "hamba mengkhawatirkan no..." belum selesai berucap perkataan jiao di potong Meifeng "kau boleh pergi, sudah melihatku kan jadi tidak perlu khawatir" ucap Meifeng kemudian berlalu pergi menuju kamarnya.
jiao yang mendengar itu sedih dan mengingat nonanya pernah diasingkan di hutan terpencil, setelah lama berdiri di depan pintu paviliun Meifeng jiao segera pergi takut nyonya nya mencari.
__ADS_1
Setelah masuk kedalam kamar ia langsung masuk kedalam cincin dimensi dan bercengkrama dengan teman yang sudah di anggap saudaranya 'benar sih apa kata orang kalau hewan lebih setia dari pada manusia' batin Meifeng mengingat kehidupan lalunya.
sedangkan di gazebo milik Jendral Feng wajahnya sudah menghitam karena takut akan penyampaian dari dua orang pembunuh bayaran itu kalau besok orang yang dia ingin ajak kerja sama akan datang kesini.
brakk...."ini semua karena selir Nuan!!!" bentak jendral Feng sambil memukul meja di depannya, "apa yang di katakan Jendral benar selir Nuan telah mengatai orang itu ********" ucap kaki tangan jendral feng yang memang tak suka dengan selir Nuan.
"kalau terjadi apa apa besok aku akan memenggal kepalanya!!" ucap Jendral feng kemudian berlalu dari gazebo belakang paviliunnya.
Setelah seharian akhirnya pagi tiba Jendral feng tengah sibuk menyiapkan penyambutan yang tidak terlalu mencolok untuk orang itu.
"aku memang tidak punya baju selain ini...aku juga tidak pernah ganti baju dari kecil dan kau pun sama dasar rubah" balas jingyi yang setia menutup matanya. Meifeng yang mendengar itu tiba tiba mengingat kalau Huli dan Jingyi belum mempunyai baju sama sekali.
__ADS_1
"hei aku memang rubah" balas Huli bingung harus mengatai jingyi apa "sudah lah kalian sekarang bisa pergi beli baju terkecuali Bian ia harus mengikutku pergi ke kediaman jendral feng" ucap Meifeng menengahi pembicaraan itu.
"kami juga ingin ikut" ucap Huli dan jingyi bersamaan dan di tertawai oleh Bei Bian. "baiklah baiklah aku sudah selesai bersiaplah aku ingin menghancurkan kediaman jendral ini" ucap Meifeng sambil berlalu ke kamarnya.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Annyeong :)