Goddess Of Death

Goddess Of Death
CHAPTER 20


__ADS_3

"this is just the beginning" ucap Meifeng yang kini sedang tersenyum puas.


setelah hampir seluruh istana habis kekaisaran Zhang heboh pasalnya terdapat banyak mayat yang tidak utuh lagi bentuknya.


"ada apa ini kenapa bisa terjadi!!" teriak Kaisar Zhang tak terima selir kesayangannya mati mengenaskan.


"hamba ti..tidak tau yang mu..mulia" balas kaki tangan kaisar Zhang, ia kini sangat frustasi sebab hampir seluruh istananya habis di bunuh bahkan selir ping kesayangannya.


jendral feng berdian di atas pohon untuk melihat apa yang di lakukan kaisar Zhang, dalam hati jendral feng ia sangat minta maaf ingin sekali dia mati di hadapan kaisar Zhang namun apa dayanya ia masih di kendalikan Meifeng.


selama setengah hari itu kaisar Zhang sibuk mengurus pemakaman dari orang orang yang mati di kerajaannya, rakyat yang mengetahui itu seluruhnya heboh atas berita dari Kaisar Zhang dan beritanya cepat menyebar ke kekaisaran Tian dan kekaisaran Zao.


Tiba saatnya malam Kaisar Zhang mengadakan pertemuan dadakan oleh para tetua "yang mulia kenapa ini bisa terjadi" ucap tetua A penasaran.

__ADS_1


"kalaupun Zhèn tau, Zhèn akan memberitahukan kepada kalian" ucap kaisar Zhang kesal atas pertanyaan tetua A. "beruntung semua anakku berada di akademi Qin".


hampir sepuluh menit mereka berbincang tiba tiba ada anak panah yang melesat dan menancap tepat di tengah meja, "yang mulia ada suratnya" ucap tetua B saat melihat surat yang diikat di anak panahnya.


Kaisar Zhang sedikit berdiri untuk menggapai panah itu, ia menarik suratnya dan membacanya betapa terkejutnya ia saat membaca surat yang berisi "aku permaisuri" ia lalu memukul meja dan pergi dari sana menuju kediaman permaisuri namun saat sampai ia melihat permaisuri yang sudah gantung diri.


Dilihatnya sepucuk surat yang terikan di tangan kirinya, di bacanya surat itu dengan raut wajah bingung "siapa yang mengirim surat ini" ucap kaisar Zhang bingung dengan isi surat yang berbunyi "saya tidak ingin menyakiti mereka. saya hanya ingin membunuh mereka" .


Kaisar Zhang melesat cepat menggunakan Qing gong (ilmu meringankan tubuh) ke paviliun naga miliknya, ia tak lagi memikirkan permaisurinya sebab sangat ketakutan kemudian mengunci dirinya di kamar, kaisar Zhang berbaring hampir tengah malam lamanya ia tak bisa tertidur karena merasa diawasi oleh seseorang "keluar kau dimana kau berada!!" teriak kaisar Zhang membuka pintu kamarnya, saat membuka ia melihat sesosok orang yang berdiri di tengahnya gelap malam dengan mata menatapnya.


dengan keberaniannya ia mengambil pedang di kamarnya dan menghampiri orang itu namun saat keluar dilihatnya tidak ada siapa siapa, kaisar Zhang makin frustasi ia menjambak rambutnya sendiri saat itu tiba tiba sebuah tangan menyentuh bahunya "ayah apa yang ayah lakukan di tengah malam begini" tanya putra kedua kaisar Zhang yang menyentuh bahunya.


"Zhang Li" ucap kaisar yang langsung memeluk putra keduanya dengan sayang.

__ADS_1


"aku janji tidak akan menyakiti putramu kaisar....menyenangkan membunuh di negeri ini ah tidak ada polisi, tentara, dan intelijen"


.


.


.


.


.


Happy Reading:)

__ADS_1


__ADS_2