
Setelah lama mencari, Tiba tiba jingyi berteriak "keluar kamu naga jelek!!!" teriak Jingyi terus mencari, seketika itu cahaya biru perlahan muncul dari garis garis simbol sihir tadi dan membentuk simbol sihir yang sempurna.
Sesaat cahaya itu terang lalu perlahan meredup dengan kehadiran sesosok pria berbaju putih kebiruan yang di rantai dikedua tangan dan kakinya dengan rantai hitam besar, Meifeng lalu mengeluarkan belati yang agak tumpul di tangannya untuk waspada.
Pria itu melihat Meifeng seperti ada perasaan akrab dalam dirinya, "naga jelek!!" panggil jingyi lalu menyerangnya dengan api di tangannya namun saat mengenai pria tersebut apinya tembus mengenai batu di belakang.
"Percuma phoenix saya dikurung dengan pola sihir ini" ucap pria itu sambil menunjuk simbol sihir.
Meifeng seperti tidak percaya ia lalu maju mendekat dan memegang baju dari pria itu, sang pria itu terkejut bisa di pegang oleh Meifeng pasalnya ia sudah di kurung di dalam simbol sihir sama lamanya dengan jingyi.
"ka..kau?" tanya pria itu sambil melihat Meifeng tak percaya.
Meifeng lalu keluar dari simbol itu menuju batu tadi yang ia temui namun di peringati sekali lagi sama pria itu, Meifeng tidak mendengarkan sang pria ia ternyata dengan perlahan mengusap nama yang tidak jelas itu.
Yang Meifeng lihat hanya huruf M dan Y yang tertera disana dan huruf yang lainnya tidak jelas, karena penasaran Meifeng memasukkan batu tersebut di dalam cincin dimensinya.
Sang pria itu bingung kenapa tidak terjadi apa apa saat Meifeng menyentuhnya, namun saat 5 menit memasukkan batu tersebut simbol sihir bersinar lagi namun berwarna merah darah, cukup lama bersinar akhirnya simbol sihir itu perlahan menghilang dan habis tanpa sisa, rantai yang mengikat pria tersebut perlahan berubah jadi pasir.
__ADS_1
"apa..apa yang terjadi" ucap pria tersebut dengan menatap Meifeng ingin meminta penjelasan "saya juga tidak mengerti apa yang terjadi" balas Meifeng menatap datar pria itu.
"Siapa namamu" tanya Meifeng ingin tahu.
"Saya tidak punya nama, phoenix memanggil ku naga" balas pria tersebut masih dengan raut kebingungan nya.
"namaku Jingyi bodoh" ucap Jingyi menyahuti sang pria.
"Kau bebas sekarang...bisa pergi kemana saja..ingat jangan berbuat kejahatan" ucap Meifeng menengahi lalu berbalik dengan niat ingin pergi dari sana namun ia mendengar suara pria itu memanggilnya "tunggu...bawa saya bersamamu" ucap sang pria dengan pandangan berharap.
Meifeng lalu berbalik lagi "tidak boleh dia Meimei ku!!" teriak Jingyi yang sudah berada di belakang Meifeng dan memegang kedua bahunya yang sudah seperti seorang kakak.
"boleh asal kau tidak menghianatiku" ucap Meifeng melihat sang pria "dan saya boleh memberikanmu nama?" lanjut Meifeng lalu disambut anggukan dari pria naga.
"baiklah sekarang namamu Jingmi" ucap Meifeng sambil tersenyum cerah dengan nama kembar dari Jingyi dan Jingmi.
Jingyi nampak pasrah saja dengan pemberian nama yang hampir kembar dengannya ia takut Meifeng tak suka ia menolak, dan Jingmi nampak senang karena punya nama.
__ADS_1
"kalian harus baikkan kalau tidak aku akan membuang kalian" ucap Meifeng mendekati Jingmi dan memberikan darahnya di keningnya dan Jingmi sudah menjadi binatang kontrak dari Meifeng.
Setelah itu Meifeng dan yang lain naik ke atas dan masuk kedalam cincin dimensi.
Setelah masuk kedalam paviliunnya Meifeng menyuruh Jingmi untuk menceritakan mengapa ia tidak menjadi patung batu seperti Jingyi.
Jingmi menceritakan kalau ia sebenarnya di ubah menjadi batu bersamaan dengan Jingyi, namun ada orang kuat yang menemukannya dan Jingyi menjadi binatang kontraknya, sang pemilik Jingyi menyuruhnya untuk membunuh orang yang sudah mengubahnya menjadi patung namun terlanjur di dengar wanita yang sudah menghitungnya melalui mata mata yang menjaga kedua patung itu.
Wanita itu marah lalu memaksa memutuskan kontrak dari pemilik Jingyi kemudian sang pemilik itu mati setelah di putuskan kontraknya secara paksa, wanita itu marah terhadap Jingyi lalu mengurungnya di bawah tanah dengan simbol sihir dan rantai hitam.
Tidak sampai disitu sang wanita itu menemani Jingyi seperti memberinya makan dan minum, dengan menemani Jingyi wanita itu mengukir namanya di sebuah batu yang berukuran sedang di dekat sana, kata wanita tersebut itu menjadi tanda bahwa ia pernah ada di dunia ini, kejadian itu tepat sehari sebelum perang antara tiga kerajaan dengan klan Azura.
Setelah mendengar perang tersebut dari para bawahannya wanita itu membuat Jingyi tetap terasa kenyang dan haus selama ia tak makan kemudian pergi dalam mengikuti perang tersebut, namun wanita itu membantu klan Azura sebab itulah ia tak mampu melawan tiga kekaisaran sekaligus dan mati karena tikaman di jantungnya.
sebelum mati wanita itu berkata "tunggu aku kembali untuk membalas kalian" ucap wanita itu lalu menghembuskan nafas terakhirnya.
semua orang disana senang dengan kematian wanita itu sebab wanita itu sangatlah kejam dan suka menyiksa seseorang yang ia benci namun dibalik kekejaman nya itu terdapat jiwa penolong.
__ADS_1
Semacam punya dua jiwa dalam satu tubuh yang satu bae yang satunya jahat, yeah like that's the story:D