
"emm... kau jangan panggil aku nona panggil sja aku meimei atau mei'er" ucap Meifeng tak senang dengan panggilan nona.
"tapi nona sekarang kau adalah tuanku" balas wanita itu heran.
"aku tidak pernah menganggapmu bawahan seperti Huli aku justru senang mendapatkan saudara selagi kau tidak berhianat" ucap Meifeng mengingat kejadian itu. "siapa namamu" lanjut Meifeng.
"hamba tidak akan berhianat Meimei dan namaku......." ucap wanita itu tengah berpikir.
"kau tidak punya nama?" ucap Meifeng tau apa yang dipikirkan wanita itu.
"ya Mei'er" ucap ragu wanita itu.
"baiklah mulai sekarang namamu adalah jingyi" ucap Meifeng bahagia.
Sementara Bei Bian tengah masuk ke perkumpulan pembunuh bayaran terkenal setelah harimau hitam tempat ia dulu berkerja adalah harimau putih, markas pembunuh bayaran itu tersembunyi Bei Bian sudah beberapa kali menanyakannya ke penduduk dekat sini karena ia belum lama berkerja di perkumpulan pembunuh harimah hitam dan akhirnya mengetahui markasnya oleh seorang pedagang paling kaya di desa itu.
__ADS_1
Disinilah Bei Bian berdiri di depan gerbang markad yang letaknya di puncak gunung roh penduduk desa percaya di gunung itu terdapat banyak roh jahat yang tidak terima akan kematiannya dan ingin mengambil tubuh manusia untuk di pakainya dari rumor itulah ketua pembunuh bayaran membangun perkumpulan disana agar tak ada yang berani masuk, Bei Bian melihat ada dua orang penjaga di depan gerbang Bei Bian segera menghampiri dan memberitahu maksud kedatangannya.
"ada perlu apa?" tanya salah satu penjaga sambil menghalangi Bei Bian masuk dengan pedangnya.
"saya ingin menyewa pembunuh bayaran disini" ucap Bei Bian sesantai mungkin.
penjaga itu memperhatikan Bei Bian dari atas sampai bawah dan membolehkannya masuk, Bei Bian berjalan ke bangunan yang diperkirakan adalah tempat tamu yang datang, belum sampai di bangunan itu ada dua orang pria berpakaian putih dan memakai cadar hitam.
"apa kau ingin menyewa pembunuh" ucap salah satu pria itu tanpa basa basi.
"ikut aku" ucap pria lainnya berjalan dan diikuti Bei Bian.
Mereka memasuki ruangan besar dan disana terdapat salah seorang pria yang di tebak Bei Bian adalah ketua dari perkumpulan harimau putih.
"tuan ada yang ingin menyewa pembunuh disini" ucap pria itu sambil menunduk hormat.
__ADS_1
ketua yang duduk di kursi kebesarannya melihat Bei Bian tak pasalnya ia melihat simbol aneh di antara kening Bei Bian, sang ketua itu turun dari kursinya dan menghampirinya untuk melihat simbol itu lebih dekat, wajahnya menjadi gelap ketika sampai di depan Bei Bian.
ia merasakan aura yang tak biasa dari simbol itu "anak muda apakah kau berasal dari perkumpulan tersembunyi" tanya ketua itu berjalan mendekat karena penasaran dengan simbol itu.
"saya bukan dari perkumpulan manapun tuan" ucap Bei Bian berusaha menutupi tentang Meifeng. "lalu apa yang membuatmu datang kesini" tanya ketua itu.
Bei Bian menceritakan semua maksud kedatangannya tapi ia menyembunyikan identitas aslinya dan Meifeng, ketua pembunuh itu selalu memancing Bei Bian agar membocorkan identitasnya dan selalu Bei Bian mengelak, sang ketua itu pasrah ia berencana akan mencari tahu sendiri identitas dari Bei Bian.
selesai menyampaikan maksudnya sang ketua itu menyetujui dan mengirim dua orang pembunuh bayaran ke kediaman jendral Feng.
.
.
.
__ADS_1
Annyeong:)