
"Baik tuan" balas Huli yang sedikit lebih tenang, dalam otaknya punya rencana baik.
"Huli.."panggil Meifeng dengan lembut seperti hari harinya.
"ya Mei'er aku disini" teriak Huli dari dalam kamar pria itu.
Meifeng menuju disana ia tampak berantakan dan punya mata panda, kedua pria yang melihat itu terkejut bukan main.
"Mei!!!! ada apa denganmu!!" heboh Huli yang melihat kondisi Meifeng sekarang.
Chen Gong yang mendengar panggilan Huli pada Meifeng langsung mengingat seseorang yang pernah singgah dihatinya ribuan tahun yang lalu.
"hanya urusan kecil, minggir....heh pria aku mau mandi tolong keluarlah" ucap Meifeng lalu menyeret kedua pria itu keluar dan menutup pintu.
"Ada apa dengan dia" tanya Chen Gong heran.
__ADS_1
"oh..paling pergi berburu lagi" balas Huli sambil duduk di kursi dan melihat Chen Gong.
"Berburu? berburu apa?" tanyanya lagi pada Huli.
"Meimei bukan berburu hewan tapi berburu manusia" jawab Huli yang tau arti kata Chen Gong.
Chen Gong hanya mengangguk saja, dalam batinnya ia akan mencari tahu tentang gadis ini.
Setelah beberapa lama akhirnya Meifeng keluar dari kamar mandi dan duduk di kursi samping Chen Gong, mereka duduk dalam diam hingga akhirnya Meifeng menanyakan nama pria itu.
"namamu?" tanya singkat Meifeng pada Chen Gong.
suasana kembali hening, sampai akhir ya Huli yang kembali bersuara "bagaimana kalau kita jalan jalan di pasar Meimei kan belum pernah keliling pasar hanya..." ucap Huli yang menjeda kalimatnya, ia tau Meifeng pergi ke pasar hanya untuk merampok uang tak ada waktu baginya untuk jalan jalan.
"benarkah?" tanya Chen Gong yang melihat Meifeng memastikan jika itu benar.
__ADS_1
"ya itu benar" balas Meifeng.
Mereka bertiga akhirnya jalan jalan ke pasar, yang tadinya Meifeng memasang ekspresi dingin tiba tiba berubah jadi anak yang polos saat melihat makanan.
"Ada apa denganku? kenapa tiba tiba jadi begini, aku tak bisa mengontrol diriku sendiri" batin Meifeng yang terus memakan makanan yang ia pegang "kalau memang karena Meifeng yang asli aku pasrah saja disini tak ada yang mengenaliku Huli juga bisa jaga rahasia, kalau pria ini...ah sudah lah nanti aku buang" batin Meifeng sekali lagi, ia menikmati saja sifat polos dari Meifeng yang asli.
Mereka terus berjalan keliling pasar, Chen Gong yang menyadari jika ada karakter lain di dalam tubuh Meifeng namun yang lebih dominan adalah Meifeng yang dingin, Chen Gong ingin mengenal karakter lain dari Meifeng.
Malam pun tiba mereka duduk di tepi danau dengan Meifeng di tengah, ia masih seperti anak kecil yang terus menerus makan sedari tadi.
"Meimei apa kau tidak kenyang? kau terus makan dari tadi siang" ucap Huli yang terheran heran dengan tingkah Meifeng yang berubah drastis.
Meifeng hanya menatap Huli saja dengan wajah polosnya, entah apa itu membuat Huli gemas ingin mencubit nya.
"Aaaa!!!! gemasnya" heboh Huli yang ingin mencubit pipi Meifeng namun di tepis oleh Chen Gong.
__ADS_1
"jangan cubit" singkatnya.
Huli hanya menurut saja, ia hanya memperhatikan wajah Meifeng yang sangat polos itu sampai menahan hasrat nya ingin mencubit nya.