
Hari sudah mulai terang di tempat Meifeng Hulu sedang merengek di pangkuan Meifeng dengan wujud rubahnya "Mei'er percepat aku bosan disini terus" ucap Huli sambil menggulingkan tubuhnya.
Meifeng tak bisa menolaknya, akhirnya ia menpercepat pembantaiannya.
Setelah selesai semua Meifeng menggendong Huli dan pergi ke hutan kematian, Jingyi dan Bei Bian sudah berada di dalam cincin dimensi sedari kemarin.
"Tunggu Meimei aku merasakan aura dari musuhku" ucap Jingyi yang tiba tiba keluar dan mencari di sekitaran yang tidak jauh dari tempat jingyi di temukan.
"disini aku merasakannya disini" ucap Jingyi membuka matanya yang sudah berapi api.
"apa kau yakin" ucap Huli heran pasalnya disana hanya ada lahan kosong yang tidak di tumbuhi pohon bahkan rumput.
sedangkan Bei Bian sudah tau nama Jingyi dari Huli dan jati dirinya, ia hanya diam saja sebab tak merasakan apa apa.
Hanya Meifeng yang percaya pada Jingyi karena ia merasakan aura yang tak biasa dari tengah lahan itu, Meifeng yang mulai curiga menghancurkan lahan itu kebawah dan terlihat sebuah trowongan bawah tanah yang hanya bisa dimasuki oleh binatang.
__ADS_1
Meifeng makin merasakan aura yang berbeda dari trowongan kecil itu "Huli kau masuk kedalam dan lihat apa yang ada di sana" ucap Meifeng lalu memasukkan Huli kedalam tanpa di jawab olehnya.
"aduh!" jerit huli saat jatuh ke tanah "keparat!!" ucap Huli yang merutuki Meifeng.
"Jangan merutuki ku aku bisa mendengarkanmu atau tidak aku tidak memberimu makan dasar bocah busuk" teriak Meifeng yang tak terima.
Huli memilih diam dari pada tidak diberi makan, ia lalu menelusuri trowongan itu yang ternyata adalah goa yang sangat besar.
"rubah, mengapa kau bisa sampai disini" ucap suara berat yang tidak nampak wujudnya.
Huli kaget dengan wujud yang di rantai itu "kau...kau...kau" ucap Huli tak bisa lagi berkata kata melihat orang yang di rantai kedua tangan dan kakinya.
"hei...kau bukan rubah biasa bukan" ucap pria itu yang membelakangi Huli.
Huli tak banyak bicara ia langsung balik keatas dengan memanjat dengan kekuatannya sampai permukaan.
__ADS_1
tiba di permukaan Huli segera menceritakan apa yang ia lihat di dalam, Jingyi sengera menerobos kedalam dengan menghancurkan lebih besar lubang bawah tanah itu diikuti Meifeng dan yang lainnya, setelah sampai ia tak melihat apapun.
"dimana dia Huli!!!" bentak Jingyi sambil mencekik Huli.
Huli hanya menunjuk dimana yang ia lihat tadi, Meifeng yang melihat itu menghentikan aksi Jingyi dan meneriksa keadaan disana.
Di tempat itu memang terdapat ukiran simbol sihir yang sangat besar ditempat yang mereka pijak, Meifeng melihat sebuat batu yang menurutnya misterius ia mendekati batu itu tidak ada gangguan sama sekali batu itu seperti bersinar dan terlihat sebuah ukiran nama disana, namun tidak begitu jelas karena ukirannya sudah mulai pudar.
Meifeng ingin mengusap batu yang berukuran sedang itu namun di cegah oleh suara seorang pria yang tidak nampak wujudnya.
"jangan sentuh!!" ucap pria itu dengan suara yang memperingati.
Meifeng hanya diam dan melihat sekitar mencari keberadaan dari suara tadi sedangkan Huli hanya diam ketakutan, jingyi yang sedari tadi terus mencari yang ia cari, dan Bei Bian memang di tugaskan Meifeng untuk berlatih di dalam cincin dimensi.
Telat yah?
__ADS_1